Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Menyesal Memaafkan


__ADS_3

"Ayo Kim, Gue antar Lo ke Rumah sakit," ucap Bryan lalu memapah Kimora, Kimora menurut saja dengan apa yang di lakukan oleh Bryan, kapan lagi dia bisa sedekat itu dengan Bryan.


Makasih Kia, Lo memang gadis yang baik, Lo sudah membuat Gue lebih dekat dengan Bryan, dan Gue akan mengingat semua kebaikan Lo Kia,, Batin Kimora.


Sementara Kia pergi ke kantin untuk membeli minuman untuknya, setelah menangis tadi rasanya tenggorokannya sangat kering, dia butuh minuman yang dingin untuk menjernihkan pikirannya, dia seakan tidak bisa melupakan kejadian tadi di mana bibirnya dan Bibir Azka menyatu.


Ingin sekali dia menghapus ingatannya itu, akan tetapi entah kenapa pikirannya tidak bisa melupakannya.


"Agh kenapa sih bayangan itu selalu muncul di kepala Gue, pergi Lo Es Balok dari kepala Gue," ucap Kia sambil mengetuk-ngetuk kepalanya menggunakan botol minuman dingin yang ada di tangannya.


Sebuah tangan memegang kepala Kia agar tidak terkena ketukan itu. Kia menoleh dan kaget karena Azka sudah berada tepat di belakangnya. Kia hampir terjatuh namun Azka dengan sigap menariknya sehingga adegan seperti di Film india pun terjadi.


Kedua manik mata bertemu, sesaat Azka terpana melihat Kia dari dekat seperti itu, jantungnya berdetak lebih cepat namun dia segera menepis perasaannya itu.

__ADS_1


Kia pun merasa demikian, dia juga menepisnya kerena di hatinya sudah di penuhi oleh Bad Boy seorang.


Azka segera melepaskan tangannya dan Kia memperbaiki Penampilannya, keadaan sesaat mencekam tanpa ada suara di antara mereka.


"Maaf!" Satu kata terlontar dari bibir Azka.


"Tidak apa-apa kok, itu hanya kecelakaan saja, maaf juga karena sudah menamparmu," entah setan apa yang merasuki Kia sehingga kata-kata itu keluar begitu saja dari mulutnya, padahal tadi dia sangat ingin membuat Azka jadi perkedel tapi tak tahu kenapa malah kejadiannya seperti ini.


"Permisi," ucap Kia lalu pergi dari sana, Azka pun jadi binggung karena dia tidak menyangka kalau Kia begitu mudah memaafkannya, namun dia tidak mau ambil pusing yang penting Kia sudah memaafkannya.


Di sebuah Kursi taman Kia merutuki kebodohannya yang memaafkan Azka semudah itu.


"Begok... begok... begok.. kenapa sih Gue sebodoh ini, dia pasti mikir kalau Gue cewek murahan yang begitu mudah memaafkan kesalahan sebesar itu, atau mungkin dia berpikir kalau Gue keenakan lagi di cium sama dia, Aduuh Gue nyesal memaafkannya tadi dan dengan bodohnya Gue juga minta maaf lagi ke dia," Kia mengomel sendiri.

__ADS_1


"Bad Boy, Kamu ke mana sih, kenapa belum membalas Chatku?" Kia mengecek ponselnya namun dia merasa kecewa karena Bad Boy belum juga membalas Chatnya.


Rasa kecewa Kia membuatnya tidak semangat hari ini dan ketika bel pulang sekolah berbunyi dia langsung pulang ke rumahnya.


"Assalamuàlaikum Bu!"


"Waàlaikumsalam, tumben langsung pulang, gak kelayapan dulu kamu?" Tanya Ratna, Kia menyalami ibunya dan langsung menuju kamarnya. Ratna jadi bingung karena tidak seperti biasanya kia bertingkah begitu


"Kenapa tu Bocah ya, apa lagi dapet kali ya," ucap Ratna lalu meneruskan kembali kegiatannya.


Kia menghempaskan tubuhnya di kasur tanpa mengganti dulu seragamnya.


"Bad Boy, tega sekali kamu tidak membalas Chat ku, padahal saat ini aku sangat membutuhkanmu Bad Boy, aku sangat sedih hari ini," ucapnya mulai memejamkan matanya dan akhirnya Kia terlelap.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2