
"Ya enggak lah, Aku masih waras kali, ya sudah Kamu berangkat ke Mesjid sana, Bye~Bye Calon Imamku, Semoga nantinya kita di pertemukan Oleh Allah dalam Keadaan yang tak terduga, aku menunggu saat itu datang, Kecup Cinta selalu 😘😘😘, bye.. Bye.." 📤
Ting...
📩Aku Juga Calom makmumku, Lope-lope sekebon For You ❤❤❤,"
Kia kembali berguling-guling di kasurnya, dia sangat bahagia hari ini, Bad Boy memang selalu bisa membuat moodnya kembali membaik.
Kia Segera bangkit dari tempat tidurnya lalu menuju ke Kamar Mandi untuk kembali mengambil wudhu dan segera menunaikan Shalat Ashar.
*
*
Bryan masih menunggu Kimora di luar Ruang pemeriksaan, dia sesekali melihat Ponselnya dan kemudian melihat ke arah pintu ruangan itu.
Tak lama Pintu itu terbuka dan Dari sana keluar Kimora yang berjalan ke arahnya.
"Kim apa kata Dokter?" Tanya Bryan
"Gue hanya kecapean aja Bry, temani Gue nebus obat ini ya," ujar Kimora,
__ADS_1
"Bawa sini, Gue saja tebus obatnya, Lo tunggu di sini saja," ucap Bryan, setelah kepergian Bryan Air mata Kimora Tumpah, dia tidak mau kalau Bryan mengetahui penyakit yang di deritanya.
"Maafin aku Bryan, aku belum bisa Jujur sama Kamu, aku hanya ingin di sisa hidupku ini kamu menemani ku, aku akan merasa sangat bahagia jika di waktu-waktuku yang tersisa , aku bisa selalu bersama denganmu," ucap Kimora kemudian segera menyapu air matanya karena kedatangan Bryan.
"Yuk Gue antar Lo pulang," ajak Bryan, Bryan tadi sempat Curiga kalau hanya kecapeaan saja kenapa Obatnya sebanyak itu, dia jadi teringat ketika dia sakit waktu itu, dia harus meminum obat sebanyak itu juga, Bryan ingin menanyakan kepada Kimora namun dia tidak berani memaksa Kimora untuk mengatakan padanya.
"Bry!" Panggil kimora
"Iya Kim, ada apa?"
"Ah, enggak Kok, gak ada apa-apa," ujar Kimora kembali mengarahkan pendangannya ke depan.
Bryan kembali melajukan mobilnya menuju Rumah Kimora, dan tidak lama kemudian mereka sampai juga di sana.
Kimora segera turun dari mobil Bryan dan masuk ke Rumahnya, Bryan juga turun dan mau masuk ke sana namun suara Azka mengagetkannya.
"Dari mana kalian Bry?" Tanya Azka
"Eh Az, Lo sudah pulang ya?" Bukannya menjawab pertanyaan Azka Bryan malah kembali bertanya.
"Lo belum jawab Gue Bry," ucap Azka Dingin.
__ADS_1
"Lo kenapa sih Az, kenapa lo mendadak dingin sama Gue, Gue tahu Lo itu Cool, tapi itu berlaku buat Cewek-cewek, tapi ini Gue Bro, ada apa sih sebenarnya?"
"Jangan Sekali-kali Lo memberi harapan palsu kepada Kimora kalau Lo tidak bisa membalas perasaannya," ucap Azka, Bryan jadi binggung dengan pernyataan Azka itu.
"Maksud Lo apa Az, Gue gak Ngerti?"
"Azka!!! "Teriak Kimora dari arah pintu yang membuat mereka berdua kaget
Kimora datang lalu menarik tangan Azka , sekilah Kimora melihat ke arah Bryan.
"Lebih baik lo pulang Bry, aku ada perlu dengan Azka," ucap Kimora lalu kembali menarik tangan Azka menuju ke Dalam rumahnya.
"Lo apa-apaan sih Az, kenapa Lo ngomong seperti itu sama Bryan Hah," ucap Kimora Marah.
"Dia harus tahu Kim, Gue gak mau kalau dia mempermainkan perasaan Lo tau gak, Kita tahu kalau Dia menyukai Kia Kim, tapi kenapa dia harus memberi harapan sama Lo," Azka tak kalah kesal
"Tapi itu bukan Urusan Lo Az, itu biar jadi urusan Gue dengannya dan Logak berhak ikut campur, Lo urus saja hidup Lo sendiri," ucap Kimora lalu masuk kekamarnya.
...Bersambung......
__ADS_1