
Kia bisa bernafas lega karena Azka melewati dirinya namun sebelum Kia merasa aman tangannya di pegang oleh seseorang, siapa lagi kalau bukan Azka.
"Gue mau lihat apa Lo masih tidak bisa melihat Gue," ucap Azka dengan serigainya. Kia bergidik karena senyuman Azka sangat mengerikan di matanya, dia yakin Azka pasti merencanakan sesuatu untuknya.
Wajah Bryan meredup, dia tidak menyangka kalau Azka memilih incarannya, tujuan Bryan Mengadakan Game itu hanya untuk lebih dekat dengan Kia namun Azka sudah mengagalkan rencananya.
Bryan mendengus kesal, rencananya dia yang akan memilih Kia namun siapa sangka sahabatnya itu juga memilih Kia untuk menjadi Partnernya dalam Game itu.
Bryen menepiskan rasa kesalnya karena itu adalah idenya sendiri, dia harus melanjutkan permainan itu. Semuanya sudah memilih partner masing-masing kecuali Bryan dan Kimora.
"Ayo kak Bryan pilih salah satu dari kami," teriak seorang gadis yang sangat ingin di pilih sama Bryan.
"Saya akan memilih, akan tetapi teman saya yang satu ini belum punya Partner maka saya harus menemaninya untuk bermain Game ini," ujar Bryan yang membuat semuanya kecewa dan Kimora merasa sangat senang, yach walaupun dia tidak bisa mendapatkan hati Bryan seenggaknya dia bisa merasakan kedekatan dengannya walaupun hanya sekedar bemain Game.
"Ayo Kim, kita kalah kan mereka," ujar Bryan lalu mengandeng tangan Kimora, Kimora merasa tersipu malu, baru kali ini dia di pegang tangannya oleh Bryan pujaan hatinya. Mendadak tubuh Kimora mematung dengan wajahnya yang merona namun Suara Bryan mengagetkannya.
__ADS_1
"Kim, ayo!!!
Kimora tersentak di saat Bryan menariknya, dia pun segera mengikuti langkah Bryan.
Balon sudah berada di tangan para Pria dan di saat aba-aba sudah di teriakkan maka Para pria meletakkan Balon diantara kepala pasangan yang sudah siap di garis Start.
"3... 2... 1... mulai..."
Semuanya melakukan sesuai intruksi dan Kia masih mematung sampai tangan Azka memeluk pinggangnya dan menaruh balon itu di antara kepala mereka yang saling berhadapan.
"Bisa gak sih gak usah pegang-pegang," ucap Kia
"Siapa yang ngomong ya, perasaan gak ada orang deh," ucap Kia masih berjalan mengimbangi Azka.
Kumat lagi ni anak, enaknya gue apain ya dia,, batin Azka.
__ADS_1
Sebuah ide jahil terlintas di kepala Azka, dia ingin meledakkan balon itu dengan menekan kepalanya maju lebih dekat dengan wajah Kia agar balonnya pecah namun ketika balon itu pecah malah kedua bibir mereka yang menyatu, Kia tersentak lalu segera mendorong tubuh Azka dengan Kuat dan
Plak...
Sebuah tamparan mendarat di pipi Azka, Azka meringis kesakitan karena tamparan kia sangatlah kuat sehingga meninggalkan bekas tangannya di pipi Azka.
"Dasar mesum," ucap Kia yang sudah berlinang air mata.
Semua terhenti karena kejadian itu. Bryan sangat marah karena dia dari tadi memperhatikan kia sempat melihat kejadian itu.
"Maaf Gue gak sengaja," satu kalimat keluar dari bibir Azka, namun Kia tidak mendengarnya karena keburu berlari meninggalkan tempat itu sambil berurai air mata.
Kia berlari tak tentu arah, dia terus berlari tak menghiraukan panggilan Bryan yang sedari tadi mengejarnya.
Kia bersembunyi di balik Pohon besar sambil meratapi kejadian itu.
__ADS_1
"Dasar laki-laki brengsek, bisa-bisanya dia mengambil ciuman pertama Gue, Bad Boy maafin Gue, seharusnya ciuman itu Gue jaga buat Lo di saat kita sudah menikah nanti, maafkan aku Bad Boy," ucap Kia sambil menangis tersedu-sedu, Kia sangat kelelahan, dia lelah jiwa dan raganya sehingga dia sampai tertidur di bawah pohon itu.
...Bersambung... ...