
Heh siapa yang nimpuk gue pakai botol hah," teriak Kia murka.
"Gawat kena orang lagi, kabur ah," ucap Andika hendak pergi.
"Heh Lo, tunggu!" Teriak Kia lagi sehingga menghentikan langkah Andika.
"Kenapa Lo nimpuk gue pakai botol hah?"
Andika berbalik dan kaget melihat kalau yang kena botol itu adalah Kia.
"Kak Dika!"
"Kia!"
Mereka sama-sama kaget dan masih mematung sampai akhirnya Kia memukul kepala Andika menggunakan botol minuman bekas yang ada di tangannya.
"Awww, sakit tau gak," ucap Andika.
"Sakit kan, gitu juga tadi pala gue yang Lo timpuk pakai botol ini,lagian Lo kurang kerjaan apa ngikutin gue sampai ke sini, jangan-jangan Lo sudah ada rasa ya sama gue?" Ujar Kia
"Ish pede gila lo, yang ada lo tu yang ngikutin gue."
__ADS_1
"Heh kepala Unta, yang duluan di sini siapa hah, jangan memutar balikan fakta dong,"
"Sudah ah capek ngomong sama Lo lebih baik Lo temani gue makan," ucap Andika lalu menarik tangan Kia dan membawanya kembali ke Cafe tadi.
Kia mau tak mau mengikutinya saja karena dia juga lapar sekarang. Mereka sudah sampai di Cafe tersebut dan Andika mulai memesan makanannya akan tetapi Kia masih diam saja karena dia tidak punya uang banyak.
"Heh Cewek aneh, Lo kenapa gak pesan makanan, Lo gak punya duit ya,"
"Ish siapa bilang gue gak punya duit, gue punya kok tapi gak ada yang cash, Lo traktir ya," ucap Kia
"Yeay bilang saja Lo gak punya uang, ngeles aja kayak bajay lo, karena hari ini gue lagi kesal gue traktir lo makan," ucap Andika.
"Aneh banget sih Lo, biasanya kalau hati lagi senang orang pada baik, ini Lo lagi kesal kok malah traktir gue sih," ujar Kia heran.
"Ya mau lah, Lo Ikhlas gak sih nawarinnya, kalau gak Ikhlas gue sih ogah makannya,"
"Ya sudah kalau gak mau," ucap Andika santai.
"Mau!" Ucap Kia sambil gelayutan di tangan Andika, Andika menoleh dan seketika manik mata mereka bertemu dan ada getaran di hati keduanya.
"Mbaknya jadi pesan gak sih, saya sudah lama nunggu ini," ucap pelayan yang sudah dari tadi di sana, dia belum pergi juga karena menunggu Kia memesan makanannya.
__ADS_1
"Eh maaf ya mbak, dia nih ngajak berantem mulu dari tadi,"
"Eh kenapa lo malah nyalahin gue sih," ujar Andika.
"Sudah-sudah, jangan berantem lagi, jadi pesan gak sih makanannya," ujar pelayan itu mulai kesal.
"Iya mbak, samain saja sama punya dia mbak," ucap Kia.
"Gitu kek dari tadi," ucap Pelayan itu lalu pergi dari sana.
"Lo sih, jadi marah kan mbaknya," ucap Kia.
"Au ah suka-suka lo deh," ucap Andika kemudian mengecek ponselnya apa Sweet Girl sudah membalas chatnya akan tetapi Sweet girl belum juga aktif ponselnya.
Kia pun kembali mengedarkan pandangannya barangkali Bad Boy sudah berada di sana dan lagi-lagi dia kecewa karena yang di tunggu tidak datang juga malah yang tidak di harapkan yang menemaninya di sana.
Huff...
Mereka sama-sama menhela nafas berat, mereka saling berpandangan dan sama-sama heran.
"Kenapa Lo sampai nafas berat gitu?" Tanya Andika.
__ADS_1
"Kepo Lo, Lo juga kenapa ikut-ikutan nafas gitu, Lo niruin gue ya, huh dasar tukang Copy paste," ujar Kia
...Bersambung......