Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Tidak menyangka


__ADS_3

Ratna melihat ke arah Kimora dengan penuh tanda tanya di benaknya.


    "Kia kenapa?" Tanya Ratna


   "Saya gak tau Tante, yang pastinya saat ini dia sangat sedih karena kak Andika meninggalkannya," ujar Kimora.


    "Apa!! Kenapa bisa begitu, bukankah nak Andika tadi menjemputnya ke sini dan mengantar Kia ke sekolah,"


    "Iya sih Tan, tadi aku sempat melihat kalau mereka bertengkar, dan Kak Andika pergi setelah Kia menyuruhnya pergi, aku juga bingung Tan apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka, kalau begitu aku permisi dulu ya Tante," ujar Kimora.


     "Terima kasih ya nak sudah mau mengantar Kia," ujar Ratna


    "Sama-sama Tan," ucap Kimora lalu pergi dari sana.


    Ratna menghela nafasnya kasar, dia mengambil ponselnya lalu menghubungi sahabatnya.


   Drrttt... drrrttt...


    "Assalamuàlaikum Jeng," ucapnya

__ADS_1


   "Waàlaikumsalam Jeng, tumben nih jeng nelfon saya, ada angin apa ya," tanya Karin.


"Begini Jeng, tadi Kia pulang sambil menangis, temannya bilang kalau nak Andika sempat bertengkar dengannya dan pergi, Saya mau tanya apa sih yang sebenarnya terjadi?" Tanya Ratna.


"Loh Jeng ini gimana sih, Jeng kan tahu kalau saya masih di Luar Kota, jadi mana saya tahu apa yang terjadi. Tapi jeng tenang saja saya akan menanyakannya pada Andika," ujar Karin.


"Iya Jeng, lebih cepat lebih baik kalau jeng menanyakannya, nanti jangan lupa kabari saya ya Jeng,"


"Iya Jeng, Assalamuàlaikum," ucap Karin lalu memutuskan sambungan telfonnya.


"Waàlaikumsalam," sahut Ratna.


Ratna kemudian pergi dari sana, dia tidak ingin mengganggu Putrinya dan memberikan ruang untuk putrinya menenangkan diri.


Sementara Kimora sudah sampai di rumahnya, dia menghempaskan tubuhnya di atas sofa. Azka yang melihat Kimora seperti banyak pikiran segera menghampirinya.


"Kenapa Lo bohongin Gue Kim, Gue sudah menunggu kalian sampai lumutan tau gak, hancur deh kejutan buat Kia," tanya Azka.


"Lo masih mikirin kejutan itu sedangkan Kia sekarang lagi hancur tau gak," ucap Kimora dengan nada tinggi yang membuat Azka terhenyak.

__ADS_1


"Memangnya ada apa Kim, apa yang terjadi dengan Kia?" Tanya Azka lagi.


"Lo tahu kan kalau Kia punya Orang yang di cintainya, Lo tau gak, siapa dia?"


"Siapa coba?"


"Dia itu orang yang di jodohkan oleh ibunya, kak Andika," ujar Kimora, Azka tak percaya memdengar penuturan Kimora, Azka terduduk lemah.


"Sepertinya Lo sudah tidak punya harapan lagi Az, Lo lupain saja Kia dan cari gadis lain yang bisa membuat hati Lo bergetar dan sekarang gue harus bantu kia agar kembali berbaikan dengan Kak Andika,"


"Maksud Lo Kia dan Andika lagi marahan gitu?" Kimora mengangguk.


"Kim Lo harus bantu gue menjauhkan Kia dari Andika, Ini satu-satunya kesempatan gue agar bisa mendapatkan Kia," ucap Azka.


"Lo sudah gila ya Az, lo jangan jadi duri dalam daging di dalam hubungan mereka, sebaiknya Lo lupain Kia Az,"


"Gue gak bisa Kim, gue sudah terlanjur jatuh cinta sama dia, apapun akan gue lakukan untuk mendapatkannya termasuk memisahkan dia dengan Andika,"


"Gue gak nyangka Az, Lo sepicik itu, kalau Lo sejahat itu maaf gue gak bisa bantu Lo, dan Gue akan tetap membantu mereka agar kembali berbaikan, gue gak bisa melihat Kia bersedih seperti itu, dan kalau Lo masih ingin mendekati Kia gue saranin lo bersaing secara sehat dan jangan melakukan hal yang bisa membuat Kia membenci Lo untuk selamanya," ujar Kimora lalu pergi menuju ke kamarnya.

__ADS_1


...Bersambung.......


__ADS_2