
"Kak Kim aku pergi dulu ya, nanti kita lanjutin lagi Ngobrolnya," dengan santai Kia beranjak dari tempat tidur itu lalu melengos pergi tanpa menhiraukan Azka yang sudah berdiri di sana, Kia terus saja berjalan melewati Azka yang sudah membawakan Minuman untuknya.
"Stop!!!" Teriak Azka sehingga menghentikan langkahnya.
"Apa lo gak punya sopan santun hah, kenapa Lo main pergi saja tanpa menghiraukan Gue, Lo anggap apa Gue ini hah," ujar Azka.
Bukannya menjawab akan tetapi Kia malah melihat ke arah Kimora.
"Kak Kim, aku sepertinya mendengar ada yang ngomong deh, kak Kim dengar gak sih?, aku kok jadi merinding ya... apa jangan-jangan hantu penunggu ruang UKS ini ya, iiiih serem," ujar Kia
"What!!! Dia tidak bisa melihat Gue, apa anak ini gak waras ya," guman Azka, Kimora mengulum senyumnya melihat Kia mengerjai Azka.
"Heh Gadis tengil, Lo mau mempermainkan Gue ya?"
"Tuh kan Kak Kim, ada suara lagi, aku mau pergi saja ya, aku ngeri kalau lama-lama berada di sini," ucap Kia yang membuat Kimora tidak bisa menahan lagi tawanya.
Setelah berbicara seperti itu Kia langsung pergi dari sana meninggalkan Azka dengan segala kebingungannya.
"Ha... ha... ha... parah-parah, Lo di anggap Setan sama si Kia ha.. ha...," Kimora tertawa terbahak-bahak melihat Ekspresinya.
__ADS_1
"Kok bisa sih tu anak berani sekali sama Gue, Lo yang ajarin ya?"
"Enak saja Lo nuduh Gue, Kia itu cerdas Azka, dia tahu harus memperlakukan siapa saja sesuai karakternya, dan parahnya dia menyamakan lo dengan makhluk tak kasat mata, Gue mau ke toilet dulu, bisa beser di sini gue dari tadi ketawa terus," ujar Kimora lalu segera pergi dari sana.
"Kurang ajar tu anak baru, baru kali ini ada siswa yang berani gituin Gue, mau main-main rupanya dia sama Gue, oke fine Gue akan ladenin dia," ucap Azka juga pergi dari sana.
"Sementara Kia asik ngedumel sendiri di bawah sebatang Pohon yang ada di taman Sekolah itu.
"Awas aja kamu Kak Azka, Aku akan membuat kamu menyesal sudah memperlakukan aku seperti ini, aaahhhgghh.... Aku kesal," ujar Kia sambil melempar Botol minuman ke sembarang Arah.
"Awwww...."
Sebuah suara yang berasal dari belakang Kia berteriak kesakitan.
"Mampus Gue, kena orang lagi," ucap Kia lalu hendak pergi dari sana akan tetapi Sebuah tangan menarik kerah bajunya. Kia menoleh dan tersenyum sambil cengengesan.
"Maaf kak, aku gak sengaja he.. he..," ucap Kia sambil membekap kedua tangannya di depan dada.
"Lo harus tanggung Jawab, lihat ni kepala Gue jadi benjol begini," ujar Pemuda itu.
__ADS_1
"I~iya kak, apa yang harus aku lakukan untuk menebus kesalahan aku ini," tanya Kia. Terlihat pemuda itu berpikir sejenak, lalu dia tersenyum menyerigai.
"Lo harus jadi kacung Gue selama sebulan," ucapnya dengan senyum mengembang.
"Maaf kak, lebih baik kakak pukul aku saja sampai benjol dengan botol itu, aku gak mampu kalau harus jadi apa tadi..?
"Kacung,"
"Ya apalah itu, aku tidak mau,"
"Kalau begitu siap-siap menerima pukulan dari Gue," pemuda itu mengambil botol tadi lalu hendak memukul akan tetapi Kia menyetopnya.
"Eh tunggu dulu kak, jangan kencang-kencang ya," ucapnya memohon.
"Hey Oon mana ada pembalasan di Request hah, Lo harus ngerasain pukulan yang keras agar Lo sama benjolnya kayak Gue," ucap Pemuda itu.
Kia memejamkan matanya ketika pemuda itu hendak memukulnya dengan Botol itu.
Cup...
__ADS_1
Sebuah kecupan mendarat di keningnya sehingga membuat Kia kaget dan membuka matanya.
...Bersambung......