
Kia sudah sampai di Rumahnya Bu Karin, dia kemudian mulai memencet bel pintu Gerbangnya, tak lama pak Satpam membukanya.
"Eh Neng Kia, silahkan Masuk Neng, Ibu Nyonya kemarin berpesan kalau Neng Kia di suruh masuk langsung saja ke Rumah," ucap Satpam itu.
"Loh kok gitu sih, Bapak saja yang bawa masuk Bekal ini pak, Kia buru-buru mau ke Sekolah," ucap Kia
"Saya tidak berani Neng, Nyonya bilang jatus Neng Kia sendiri yang membawanya ke Dalam," ujar Satpam itu
"Hadeuh... ribet banget sih, ya sudah aku masuk dulu ya, oh Ya Bang, tungguin sebentar ya Aku mau bawa masuk ini dulu ke dalam," ujar Kia sama Tukang Ojek itu.
"Siap Neng, sampai kapan pun abang bakalan Nunggu Kok," ucap Kang Ojek itu.
Kia memang merasa aneh akan setiap kejadian-kejadian hari ini namun dia tetap melakukannya agar dia bisa cepat-cepat pergi dari sana.
Kia mulai menekan Bel Rumah itu, tak lama pembantu yang kemarin kembali membuka Pintunya buat Kia
__ADS_1
"Assalamuàlaikum Bik, ini Aku mau kasih bekal buat Mas Andika, tolong Bibik kasihkan sebentar ya bik,"
"Oh Bekal Untuk Den Andika ya, Bibik tidak berani Non, Nyonya bilang harus Non sendiri yang memberikannya kepada Den Andika,"
Kia semakin pusing saja di buatnya, dia menghela nafasnya kasar berusaha sabar akan semua itu.
"Ya sudah, terus Mas Andikanya di mana Bik?" Tanya Kia
"Masih tidur Non, Biasanya Nyonya yang selalu banguninnya karena tidak ada yang di perbolehkan masuk ke kamarnya selain Nyonya, kalau Non mau Non boleh kok membangunkannya,"
"Apa lagi ini, masak Gue sih yang harus bangunin dia, tapi Gue harus ngelakuinnya biar cepat bisa pergi dari sini," guman Kia
"Di atas Non, Non naik saja dan belok kiri, kamar yang ada tulisan Nama Den Andika itulah kamarnya," Dengan Langkah Kesal Kia melanhkah ke Arah tangga dan menaikinya, dia melakukannya sesuai arahan Bibik tadi, dan sekarang dia sudah berada di depan sebuah Kamar bertuliskan Nama Andika.
"Huh kayak Bocah saja masih pakai pernak-pernik begini di pintu kamarnya," ucap Kia geli sendiri, Kia mulai mengetuk pintu kamar itu namun tidak ada pergerakan dari dalam.
__ADS_1
Ceklek...
Tangan Kia menekan Handel pintu itu dan ternyata terbuka.
"Dasar orang kaya, bisa-bisanya pintu kamar tidak di kunci, kalau ada maling masuk gimana," Kia kembali menggerutu.
Kia berjalan menghampiri Sosok yang masih terlelap di bawah selimutnya, Kia terpaku melihat Wajah tampan di depannya, sejenak dia terpana namun dia segera menepisnya.
"Kia... Kia... Kia.. sadar, Lo harus membuat dia membenci Lo, ini demi Bad Boy kesayangan Lo, jangan malah terpana dengan ketampanan cowok ini," ucapnya sambil menepuk-nepuk pipinya sendiri.
Perlahan Kia menusuk-nusuk pipi Andika dengan telunjuknya agar dia terbangun akan tetapi jangankan terbangun, terusik pun tidak, Kia kembali menusuk pipi Andika, Andika semakin terlelap, Kia sangat kesal.
"Ini anak kebo banget sih, Aha Gue punya ide," ucap Kia lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Andika untuk berteriak membangunkannya namun Kia terpeleset dan Bibirnya menyentuh pipi Andika bersamaan dengan Andika membuka matanya, Kia melotot begitu pula dengan Andika, sejenak hening dan setelah sepersekian detik...
Aaaaaaaaaaaa.......
__ADS_1
...Bersambung......
... ...