Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Kaget


__ADS_3

Kia berbalik dan menatap binggung ke arah Andika. Dia kembali duduk di kursi taman itu lebih tepatnya di samping Andika.


   Andika menghela nafas panjang, dan mulai membuka suara.


    "Kia, gue sudah berfikir kalau Gue akan menerima perjodohan itu, dan Gue sadar kalau Gue sudah ada sedikit rasa sama Lo," ucap Andika.


     "Tuh kan benar dugaan Gue, ini pasti karena VC tadi deh, Lo pasti terpesona sama tubuh mulus gue sehingga Lo berubah pikiran kan?, tapi maaf kak Dika, gue tetap tidak setuju dengan perjodohan ini karena hati gue sudah milik orang lain, dan sebaiknya hapus semua angan-angan kak Dika itu karena gue gak akan menerima siapapun di hati gue selain dia," ujar Kia lalu pergi dari sana.


    "Kia, segitu besarkah cinta Lo sama Bad Boy, kalau Lo tahu Gue ini adalah Bad Boy Lo, apa cinta Lo masih sebesar itu sama Gue. Tidak...gue tidak boleh menjadi bad Boy lagi, gue sudah putuskan untuk menghilangkan Bad Boy dari kehidupan Kia, gue harus bisa membuat Kia mencintai Andika Perkasa bukan Bad Boy karena Bad Boy hanyalah Fiktif belaka." guman Andika kemudian mengejar Kia.


"Kia Tunggu!" Teriak Andika namun Kia tidak mengubrisnya, dia terus saja berjalan menjauhi Andika.


"Kia, Tunggu Gue! Lo tidak akan bisa menolak Gue kia, Gue akan pastikan Lo akan menerima perjodohan ini dan gue akan membuat Lo jatuh cinta sama Gue Kia!" Teriak Andika lagi, Kia melambaikan tangannya tanpa menoleh lagi.

__ADS_1


Andika terus saja mengikuti Kia dan akhirnya dia bisa merasa lega karena Kia akhirnya sampai juga di rumahnya.


________


Seperti biasa Kia sangat susah di bangunkan, Ratna tidak bosan-bosan membangunkan Putrinya yang tidurnya sudah seperti kerbau itu.


"Kia ayo bangun sayang, ini udah jam 6 loh," ujar Ratna, Kia masih saja tidak bergeming, hanya satu lagi caranya agar Kia mau bangun yaitu menciptakan hujan lokal alias mengguyurnya, tanpa pikir panjang Ratna segera mengambil air di dalam kamar mandi akan tetapi di saat Ratna hendak masuk kembali ke dalam kamar kia, dia kaget sehingga membuat air yang ada di tangannya mengguyur tubuhnya sendiri.


"Kia!!!!" Teriak Ratna belum melihat ke arah Kia namun ketika dia melihatnya dia semakin kaget karena penampilan putrinya itu kayak kuntilanak kehilangan anaknya.


"Kenapa sih itu anak, apa dia berantem ya sama nak Andika?" Ujar Ratna heran.


Tak lama Kia sudah keluar dari kamar mandi , dia terus berjalan gontai menuju ke kamarnya sedangkan Ratna pergi ke dapur untuk memasakkan nasi goreng untuk putrinya.

__ADS_1


Di saat Ratna sedang berkutat dengan alat masaknya tiba-tiba ada suara ketukan pintu dari luar rumahnya.


"Siapa sih pagi-pagi sudah bertamu aja, gak tau apa saya lagi sibuk," dumel Ratna lalu berjalan ke arah pintunya.


Ceklek....


"Assalamuàlaikum Tante!"


" Waàlaikumsalam, Eh nak Andika, tumben pagi-pagi udah ke sini aja?" Ujar Ratna sumringah.


"Saya mau menjemput Kia Tan, mau mengantar Kia ke Sekolah," ujar Andika dengan senyum tak lepas dari bibirnya.


"Mari silahkan masuk nak Andika, kebetulan Tante masakin nasi goreng nih, kita sarapan bareng ya," ucap Ratna

__ADS_1


"Waah kebetulan banget tante, saya belum sarapan, ini pasti enak," ucap Andika ketika mencium aroma nasi goreng yang sudah tertata di atas meja.


...Bersambung......


__ADS_2