
Di dalam mobil suasana hening, tidak ada satupun yang bersuara. Sesekali kia menoleh ke arah Andika yang cuek saja terhadapnya.
"Sepi bener kayak kuburan, nyalain kek musiknya," ucap Kia mencairkan suasana. Terlihat Andika masih saja cuek sehingga membuat Kia sebel sendiri karenanya.
"Huh selain kepala unta dia es balok juga, cuek banget sih. Bisa mati muda kalau gue nikah sama dia," guman Kia
"Andika, lo dengar gak sih gue ngomong, dasar kepala Unta," ucap Kia lagi.
"Lo bisa diam gak sih, gue lagi fokus nyetir tau gak," ucap Andika juga kesal karena dari tadi Kia berisik banget.
"Huh galak banget sih, kalau gak mau ya tinggal bilang gak usah pakek urat kali, emang bakso urat apa," ucap Kia.
Suasana kembali hening, Kia hanya bisa melihat ke arah luar jendela mobil, dia merasakan gak nyaman dengan keadaan seperti itu.
Tiba-tiba mobil berhenti, Kia kaget dan sontak melihat ke arah Andika.
"Keluar Lo, sudah sampai tau gak," bentak Andika lagi. Kia mengedarkan pandangannya dan ternyata benar kalau mobil itu sudah berhenti tepat di depan gang rumahnya.
"Iya~iya galak amat sih," Kia hendak turun dari mobil namun dia mengurungkan niatnya tersebut..
__ADS_1
"Loh kenapa lo masih di sini sih, ayo sana turun," suruh Andika.
"Gak mau, Lo harus ikut turun dong biar ibu gue mengira kalau kita udah dekat," ujar Kia.
"Gak mau gue, sudah lo turun sana," Andika mendorong Kia agar segera turun dari mobilnya namun Kia menarik kemejanya dan yang terjadi Andika oleng dan menimpa tubuh Kia sehingga tak sengaja Andika mencium pipi Kia.
"Iiiih dasar kepala Unta mesum, minggir dari tubuh gue," ucap Kia sambil mendorong tubuh Andika dari tubuhnya.
Andika segera bangkit dari tubuh Kia, dadanya bergemuruh kencang ketika dia menimpa benda kenyal yang berada di dada Kia.
"Maaf," satu kata lolos dari bibir Andika, tidak tau kenapa perasaannya sekarang tidak menentu ketika berada di dekat Kia.
Kia-Kia-Kia,sadar Kia.... Lo gak boleh suka sama dia, Lo itu sudah punya Bad Boy, Hati Lo hanya untuk Bad Boy seorang, lo harus menepis rasa yang hadir tiba-tiba ini agar tidak semakin besar,, Batin Kia.
Kia melepas pegangan tangan Andika lalu buru-buru keluar dari mobil itu dan berlari masuk ke Gang menuju ke rumahnya.
Sementara Andika memegang dadanya yang masih bergemuruh.
"Apa yang terjadi sama dada gue, Gue gak bisa biarin rasa ini menjalar di hati gue, Hati gue hanya untuk Sweet girl seorang, gue harus segera bertemu dengan sweet Girl agar gue bisa mengenalkannya kepada Mama Gue," guman Andika, dia mulai melajukan mobilnya pergi dari sana.
__ADS_1
Sementara Kia sudah sampai di depan rumahnya, dia mulai mengetuk pintu rumahnya itu.
Tok...
Tok...
"Assalamuàlaikum!"
" Waàlaikumsalam! Sahut Ratna dari dalam, tak lama pintu pun terbuka dan terlihat Ratna mengerutkan keningnya.
"Loh kamu pulang sama siapa sayang?" Tanya Ratna
"Di antar Mas Andika Bu," jawab Kia sambil melengos masuk ke dalam rumahnya.
"Terus nak Andikanya di mana?"
"Pulang!" Jawab Kia singkat dan segera masuk ke kamarnya meninggalkan Ratna yang masih penasaran di sana.
...Bersambung......
__ADS_1