
Andika sudah sampai di sebuah Cafe di mana dia sudah janji sama teman-temannya di sana.
"Eh itu Andika, dia kenapa ya? kenapa cemberut gitu," tanya Maya temannya Andika
"Gak tau tuh, mungkin lagi PMS kali," jawab Fandi
"Ha.. ha... ha..." semuanya tertawa sehingga membuat Andika semakin kesal.
"Hai Bro, kenapa wajah lo kayak belum dapat jatah gitu," ujar Leo
Pletak...
Andika menjitak kepala Leo sehingga Leo meringis kesakitan.
"Jatah pala Lo, kalian jangan bikin Gue tambah kesal ya," ucap Andika sambil menghempaskan tubuhnya di sebuah Sofa.
"Lagian Lo kenapa cemberut begitu sih Dika my lope-lope, kalau Lo mau Gue mau kok kasih jatah buat Lo," ujar Leona
"Leo jaga saudara kembar Lo itu, kalau tidak Gue akan buat dia jadi manekin di salah satu Toko Gue," ujar Andika dengan kesal.
"Leona, Lo jangan macam-macam sama Andika, Gue sudah bilang sama Lo kalau Lo boleh ikut tapi jangan bikin rusuh,"
"Iya... iya..." ucap Leona kembali duduk di tempatnya.
__ADS_1
"Lo kenapa sih Dik, kenapa Lo sepertinya sangat kesal sekali hari ini?" Tanya Fandi
"Kalian tau gak sih, Gue di jodohin sama Nyokap Gue sama anak SMA yang cerobohnya minta ampun, Sudah bocah ngeselin lagi," cerita Andika.
"Ha... ha... ha... jadi itu masalahnya, Cantik gak Dik?" Tanya Leo
"Lumayan sih," jawab Dika santai
"Sikat saja Bro, siapa tahu dia memang Jodoh Lo," ujar Fandi
"Jangan Dong, terus gue gimana?" Ujar Leona kembali menempel di dekat Andika
Andika menatap tajam ke arah Leona sehingga Dia kembali menggeser tubuhnya menjauh dari Andika.
"Jadi... Kamu sudah punya pacar Dika?? sakit hati aku Dika mendengarnya." ucap Leona
"Palingan pacar Dumay lo itu kan, lagian Lo aneh Dik, memangnya Lo sudah tahu bagaimana wajah pacar Dumay lo itu?" Ujar Ferdi yang baru bergabung dengan mereka.
"Eh pak Dokter, tumben punya waktu nongkrong, sepertinya dia lagi bosan di rumah sakit terus," ujar Maya
"Maya, kamu jangan genit deh, gak cukup apa ada aku di sini," ucap Fandi
"Iya sayang, aku gak lupa kok, tapi kalau pak Dokter mau Aku juga mau," ucap Maya dengan nada genitnya.
__ADS_1
"Kamu ya, susah sekali punya pacar genit kayak Kamu May, rasanya aku pengen pensiun saja jadi pacar Kamu," ucap Fandi
"Jangan dong, lagian aku hanya mencintai kamu sayang, kamu gak pernah tergantikan," ucap Maya masih dengan nada yang sama.
"Pasangan yang aneh," ucap Ferdi lalu kembali melihat ke arah Andika.
"Kalian tau gak sih, pertemuan pertama mereka sangat mengesankan, maksud Gue pertemuan Andika sama calon jodohnya itu, masak Cewek itu langsung mencium Andika sampai hidungnya cedera ha.. ha...," ujar Ferdi
"Wow, seriusan pak Dokter, ternyata dia lebih genit dari Lo Leona," ujar Maya.
"Lo gak nyadar kalau lo juga genit May," cerca Leona gak mau kalah.
"Tapi dia pasti tidak seseksi Gue kan Dik," ujar Leona.
"Lo salah Leona, Gadis itu sangat seksi," ujar Dika Spontan. Semua mata memandang ke arahnya
Andika baru menyadari kalau dia sudah keceplosan ngomong.
"Kalian kenapa memandang ke arah Gue sih?" Tanya Andika
"Gue jadi curiga sama Lo Dik, jangan-jangan Lo sama dia sudah..." ucap Ferdi sambil menyatukan telunjuknya.
...Bersambung......
__ADS_1