
Pletak...
"Apa otak Lo isinya hanya mesum doang, Insyaflah Fer, jangan terlalu menuruti dunia, sesekali otak Lo itu di isi dengan Pelajaran yang lebih bermamfaat buat akhirat Lo nanti," ujar Andika menceramahi Ferdi
"Baiklah Pak Ustadz, Gue sudah bosan mendengar ceramah lo, lebih baik Lo cerita deh bagaimana Lo tahu kalau gadis itu Seksi, apa Lo sudah pernah melihatnya pakai Bikini ?" Tanya Ferdi semakin menjadi-jadi.
"Gue ke sini buat mencari solusi, bukan untuk membahas Si Kia Itu, kalau begini lebih baik Gue pergi saja dari sini," ujar Andika lalu beranjak dan pergi dari sana.
"Andika Lo mau ke mana?" Tanya Ferdi.
"Pulang," ucapnya tidak melihat lagi ke arah teman-temannya.
*****
Kia terbangun dari tidurnya ketika mendengar teriakan menggelegar Ibunya dari Luar kamarnya.
"Kia... buka dong pintunnya sayang, kamu ngapain sih di kamar saja dari tadi, waktu shalat Ashar sudah hampir habis nak, ayo Sholat dulu. Kiaaa!!!"
"Uugghhh sudah sore aja nih, Aku belum sholat Ashar lagi," ucap Kia bergegas bangun dari tidurnya dan menuju ke arah pintu kamarnya.
__ADS_1
Ceklek....
"Ya ampun Kia!!!! Kamu ketiduran sampai jam segini, pantesan saja Ibu gedor-gedor pintu dari tadi kamu gak nyahut-nyahut, Cepat kamu Sholat dulu sana,"
"Iya Bu," ucap Kia segera menuju ke kamar mandi untuk mengambil Wudhu dan setelah itu dia langsung mengerjakan Sholat Ashar.
Seusai Sholat mendadak perutnya sakit yang teramat sangat, Kia memegang perutnya sambil membuka mukenanya.
"Ibu!!!!
Teriak Kia kesakitan, Ratna yang mendengar teriakan Kia langsung menuju ke kamar putrinya itu.
"Kamu kenapa Kia?" Ratna langsung berhambur ke arah Kia yang sedang memegang perutnya itu dan tiba-tiba...
"He.. he.. he...," Kia cengengesan ketika Bom Atomnya keluar beruntun.
"Uweeekkk...
"Kia!!!!!!!"
__ADS_1
Kia segera berlari menghindari Ibunya yang mengejarnya, untung dia cepat bangun dan berlari kalau tidak telinganya akan putus di jewer oleh Ibunya.
"Dasar anak gak ada Akhlak. Awas kamu ya, kalau kamu pulang nanti Ibu akan menjewer telinga kamu," umpat Ratna, bukan hanya sekali kia berbuat seperti itu namun sudah seringkali Ratna di usili sama Kia. Ratna sudah gak tahu lagi harus bagaimana menghadapi keusilan Putrinya itu.
"Sebenarnya dia anak siapa sih, kenapa sifatnya sangat berbeda dengan aku dan Mas Rohman," ujar Ratna.
Kia masih saja berlari menuju ke jalanan, dia akhirnya berhenti di sebuah Pos Ronda yang tidak jauh dari kantor kelurahan.
Di sana ada dua orang Hansip yang sedang duduk-duduk sambil minum kopi dan mengobrol, kedatangan kia memang sudah menjadi hal yang biasan bagi mereka.
"Eh neng Kia! kenapa lagi Neng, di marahi sama Ibunya lagi," tanya pak Muklis
"Iya pak Muk, Kia habis bikin ulah yang membuat Ibu marah, Kia boleh kan gabung di sini sama pak Muk dan Pak Man.
"Boleh banget Neng Kia, kita malah senang loh ada temannya," ujar Pak Usman.
"Neng kia mau Kopi? Atau ini ada gorengan, tadi pak Rt yang bawakan," ujar Pak Muk sambil meyodorkan Piring yang berisi gorengan ke depan Kia.
"Makasih pak, kebetulan Kia lagi lapar nih, lumayan buat ganjal perut," ucap Kia.
__ADS_1
"Oh ya Neng kia, bapak dengar Neng Kia sudah di jodohin ya sama anaknya Bu Karin yang tampan itu, tadi siang kami lihat dia ke rumah neng Kia, apa itu benar?" Tanya pak Man.
...Bersambung.......