
Bryan sudah mencari Kia ke mana-mana akan tetapi Dia tidak menemukan Kia. Akhirnya Bryan memutuskan untuk menemui Azka dan membuat perhitungan dengannya.
Azka dan kimora sedang berada di dalam ruangan Osis, terlihat Kimora sedang mengoleskan salep di bekas tangannya Kimora yang ada di pipi Azka.
"Azka!!!" Teriak Bryan dan
Plakkk.... buukk...bukk...
Satu tamparan mendarat di pipi Azka dan dua tinju mendarat di perut Azka.
"Agghh...
"Bryan hentikan!!!" Teriak Kimora histeris.
"Lo kenapa sih Bry, kenapa lo mukulin Azka haah?" Teriak Kimora yang sudah memegang Bryan.
"Apa maksud lo hah melakukan itu sama cewek yang Gue suka, apa Lo juga menyukai dia haah?" Bentak Bryan, Azka hanya menyapu darah yang keluar dari sudut bibirnya.
__ADS_1
Azka menatap tak percaya ke arah Bryan, ternyata Kia adalah gadis yang Bryan suka itu, Kimora pun tak kalah terkejut karena mengetahui kalau gadis yang di suka oleh Bryan adalah Kia teman barunya. Hati Kimora bertambah hancur.
Kenapa harus kia sih yang di suka Bryan, kanapa bukan gadis lain saja,, Batin Kimora.
"Sorry Bry, Gue gak tahu kalau Kia adalah gadis yang Lo suka, Gue juga gak sengaja tadi, balonnya meledak dan Wajah kami..."
"Stop!!! jangan lanjutin lagi ucapan Lo, Gue bisa bunuh Lo kalau Lo gak berhenti," ucap Bryan dengan wajah memerahnya lalu pergi dari sana.
Kimora lemah dan terduduk di lantai, Azka yang melihatnya segera memapah Kimora dan mendudukannya di sebuah kursi yang ada di sana.
"Kim, kalau Lo mau nangis ya nangis saja, jangan di tahan karena bisa membuat sesak di dada Lo," ucap Azka. Seketika Tangis Kimora pecah dan Azka segera merengkuhnya kedalam pelukannya.
Bryan kembali mencari-cari Kia dan akhirnya menemukannya tergeletak di bawah Pohon besar yang ada di belakang sekolah itu.
"Akhirnya aku menemukanmu Gadis cantik, di sini kamu rupanya," ucap Bryan lalu menghampirinya.
Bryan menatap wajah cantik Kia yang penuh dengan air mata yang masih tersisa di pipi mulusnya.
__ADS_1
Bryan merebahkan tubuhnya di samping Kia sambil memiringkan wajahnya ke arah Kia. Sebuah senyum terbit di bibirnya melihat sesekali mulut Kia mengecap-ngecap seperti mengatakan sesuatu namun Bryan tidak tahu apa yang di katakan oleh Kia.
"Hey bocah tengik, berani sekali Lo mencium Gue hah, awas lo ya es balok Gue jadiin perkedel Lo," Bryan terperanjat ketika suara lantang Kia memekik di telinganya, dia sampai reflek terbangun dan menimbulkan suara gesekan daun-daun Kering yang ada di bawah mereka.
"Huff.. ternyata dia hanya mengigau, lebih baik Gue bawa saja dia ke UKS," Hati Bryan tersayat karena Di dalam mimpi Pun Kia mengingat ciuman itu.
Bryan mengendong Kia dan membawanya ke UKS, di perjalanan Bryan tersenyum karena Kia tidak terusik sedikitpun tidurnya, bahkan ketika Bryan mengendongnya seperti itu.
"Ini anak kebo banget sih, lucu banget wajahnya kalau lagi tidur begini," ucap Bryan lalu membaringkan Kia Di Brankar yang ada di UKS itu.
Bryan menyelimuti Kia dan pergi dari sana. Setelah kepergian Bryan, Kimora yang tadi sempat melihat mereka pun masuk ke Ruang UKS tersebut dan menunggui Kia di sana. Kimora ingin sekali melampiaskan kekesalannya kepada Kia namun entah kenapa dia tidak bisa melakukannya.
...Bersambung......
__ADS_1