Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Penampakan


__ADS_3

"Kenapa mata kamu melotot nak Andika, kamu melihat apa?" Tanya Ratna yang melihat perubahan drastis wajah Andika.


Ratna duduk membelakangi Kia sehingga tidak melihat Kia yang seperti itu. Kia pun belum ngeh akan kehadiran Andika di sana, dia masih santai saja memakan makanannya.


Andika berkali-kali menelan salivanya dan akhirnya dia tidak tahan lagi.


"Maaf tante aku harus pergi, ini obat buat Kia dan sekali lagi Aku minta maaf karena sudah membuat hidung Kia cedera." Ucap Andika


"Saya maklum nak Andika, ini pasti bukan hanya kesalahan kamu saja, Ibu tau kalau Kia itu orangnya ceroboh dan pasti dia yang memulai duluan," ujar Ratna


"Iya dia cerobohnya sudah stadium akhir," guman Andika.


"Kamu ngomong apa nak Dika?"


"Eh enggak Tan, aku pergi dulu ya Tan, salam buat Kia," ujar Andika segera pergi dari sana sambil mengelus-ngelus dadanya

__ADS_1


"Dasar gadis mesum, bisa-bisanya dia keluar kamar mandi seperti itu, pakai langsung makan lagi, gak tau apa kalau Gue ada di sana, Si otong pakai bangun lagi,"


"Subhanallah... Eh kok Subhanallah sih, AstaghfirullahalÀzim... ucap Andika sambil terus mengelus-ngelus dadanya. Saking gugupnya dia sampai salah mengucapkan lafadz Istighfar.


Setelah kepergian Andika Ratna ingin memberikan Obat itu kepada putrinya, akan tetapi Ratna kaget ketika melihat Kia hanya berbalutkan Handuk sedang makan di Dapur yang hanya di batasi dengan kaca transparan itu.


"MasyaAllah Kia, sejak kapan kamu di situ seperti ini hah?"tanya Ratna


"Sejak tadi bu, abisnya laper banget gak sempat pakai baju," ujar Kia terus memakan makanannya.


"Apa bu, Tadi ada kepala Unta di sini?, Aaaaaaa....." Kia berlari menuju ke kamarnya. Ratna hanya bisa geleng-geleng kepalanya melihat Tingkah putrinya itu, dia tidak habis pikir kenapa Kia sangat ceroboh seperti itu, bagaimana nanti penilaian Andika terhadapnya kalau dia selalu ceroboh seperti itu.


"Aaaaa, malu banget gue, ngapain sih si kepala Unta ke sini, dia lihat Gue tadi gak ya, tapi ibu bilang matanya melotot itu berarti di lihat dong, Aduuh gimana nih aset Gue sudah di lihat sama dia, Gue mesti bikin perhitungan sama dia, awas lo kepala Unta, Gue akan ngerjain lo habis-habisan nanti," ujar Kia, dia belum menyadari kalau semua itu kesalahannya sendiri, hidungnya cedera karena kesalahannya juga.


"Kemarin ciuman pertama Gue sekarang tubuh mulus Gue sudah di lihat sama Pria Lain, Bad Boy maafin Sweet Girl ya yang tidak bisa menjaga semuanya, Sweet Girl janji kalau lain kali tidak akan terjadi lagi hal seperti itu, janji pokoknya," ucap Kia pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Kia segera memakai bajunya dan mengambil Wudhu lalu melaksanakan Sholat Dzuhur.


Setelas selesai Sholat Kia menyambar Ponselnya namun belum ada balasan dari Bad Boy juga, Kia sangatlah kesal lalu melempar ponselnya ke atas kasurnya saking kesalnya.


"Ke mana sih Bad Boy, bisa-bisanya hari ini dia mencueki aku, nanti aku balas kamu ya Bad Boy." Ujar Kia


Ting....


"Tiba-tiba Bunyi Notif Chat masuk terdengar, Kia segera mengambil Ponselnya lalu membuka dengan perasaan deg-degannya.


📩"Maaf,"


Mulut kia ternganga, lama menunggu balasan dari Bad Boy hanya satu kata saja balasannya. Kia kembali kesal, dia melempar lagi ponselnya ke kasurnya lalu dia mengambil selimut dan menyelimuti seluruh tubuhnya dan tak lama kemudian dia pun terlelap.


...Bersambung......

__ADS_1


...   ...


__ADS_2