
Sudah tiga hari Andika berada di Singapura, hari ini rencananya dia akan kembali ke Indonesia.
Saat ini dia sedang berada sebuah Mall yang berada di Pusat Kota, Andika sudah membelikan oleh-oleh untuk Kia dan buat Ibunya Kia juga untuk Mamanya namun ketika Andika hendak pergi dari sana dia melihat ada sepasang cincin yang sangat indah di dalam etalase penjualan perhiasan yang tak jauh dari dirinya berdiri sekarang ini.
Andika beejalan menghampiri etalase tersebut dan pandangannya tak lepas dari sepasang cincin yang sangat indah itu.
"Ada yang bisa kami bantu mas?" Tanya Penjaga toko tersebut.
"Iya mas, saya mau lihat Cincin yang ini," ujar Andika, penjaga itu lalu mengambilkan kotak Cincin dan menyerahkannya kepada Andika.
"Sepertinya cincin ini sangat cantik kalau tersemat di jari Kia," ucap Andika.
"Saya ambil ini ya Mas," ujar Andika lalu mengeluarkan Black cardnya dan memberikan kepada mas itu.
__ADS_1
"Terima kasih ya Mas sudah berbelanja di tempat kami, datang lagi ya Mas," ucap Penjaga itu, Andika kemudian pergi dari sana dengan wajah Sumbringahnya.
"Kia, tunggu aku pulang ya!" Ucap Andika lalu menaiki taksi menuju ke Bandara.
Sementara Kia hari ini ada kegiatan Study Tour sekalian bakti sosial ke beberapa desa yang ada di Kecamatan Cisompet kabupaten Garut Jawa barat, mereka juga akan menyalurkan Bantuan Sosial berupa makanan dan pakaian yang di dapat dari penggalangan dana di Sekolah mereka, Bantuan Sosial itu akan di salurkan kepada masyarakat yang terdampak langsung dari gempa tersebut terutama sekali bagi warga yang rumahnya rusak karena Gempa yang melanda Kota tersebut.
Rencananya Kia tidak ingin mengikutinya namun pihak sekolah mewajibkan Murid tahun ajaran baru untuk turut serta dalam Bakti sosial ini, mereka akan di bimbing langsung Oleh beberapa Guru dan tentunya Osis di sekolah itu jadi tidak ada alasan buat Kia untuk tidak mengikutinya
Bis yang mengangkut mereka sudah melaju, semua Murid sangat senang karena mereka akan berkunjung ke tempat baru yang masih Asri, namun tidak dengan Kia, dia masih bersedih dengan belum adanya kabar dari Andika selama tiga hari ini, berulang kali kia menghubungi Kontak Andika namun ponselnya tidak pernah aktif.
"Bad Boy, di mana sih kamu sekarang, apa kamu sudah benar-benar pergi dari aku," guman Kia sambil meneteskan air matanya.
Kimora yang duduk di samping Kia melihat Kia menangis, dia hanya bisa memeluk Kia untuk menenangkannya.
__ADS_1
"Kia, Lo harus yakin kalau kak Andika sangat mencintai Lo, Lo harus yakin kalau dia akan kembali sama Lo, buang rasa bersalah lo itu jauh-jauh dan yakinlah Lo dan kak Andika pasti akan kembali sama-sama lagi," ujar Kimora menguatkan Kia.
"Semoga ya Kak Kim," ujar Kia mengeratkan pelukannya pada Kimora.
Azka juga melihat hal Itu dan mengulurkan tangannya kepada Kia.
"Siniin tangan Lo!" Pinta Azka, Kia mengerutkan keningnya namun kia mengulurkan juga tangannya, Azka menaruh beberapa permen Coklat ke tangan Kia sambil tersenyum.
"Ini buat Lo, semoga bisa menghapus kesedihan Lo Kia, dan Ingatlah masih banyak Orang yang menyayangi Lo di sini," ucap Azka. Bryan pun tak mau kalah dengan Azka, dia merongoh sakunya dan mengeluarkan sebatang Coklat almond dan memberikannya kepada Kia.
"Ini coklat yang manis untuk wanita yang sangat manis," ucapnya membuat Wajah Kimora menjadi sedih.
...Bersambung......
__ADS_1