
Kia segera melaksanakan Sholat Magribnya dan tak lupa melantunkan beberapa ayat suci Al-Quràn setelah itu dia keluar dari kamarnya menuju ke dapur karena kembali lapar, entah terbuat apa perut kia padahal tadi dia baru saja makan bersama Andika di cafe itu.
"Ibu gak masak ya?" Tanya Kia
"Loh, bukannya kamu tadi sudah makan sama nak Andika ya sayang,"
"Iya sih, tapi aku lapar lagi Bu," ucap Kia sambil menepuk-nepuk perutnya. Ratna hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Putrinya itu.
"Ya sudah, kamu jajan sana, tapi jangan kelayapan ya," ujar Ratna lalu memberikan uang dua puluh ribu buat Kia. Kia sangat senang, dia berencana menyimpan uang itu karena stok cemilannya masih banyak di kamarnya, dia keluar hanya untuk jalan-jalan saja agar pikirannya tidak berpusat sama Bad Boy terus-terusan.
Kia mulai berjalan menyusuri jalan, dia tidak tahu mau ke mana akan tetapi rasanya malam ini dia ingin menghabiskan waktunya di sebuah taman yang tidak jauh dari rumahnya.
Kia kini sudah berada di sana dan kembali melihat ponselnya, dia sangat kesal karena bisa-bisanya nomor kontak Bad Boy hilang dari ponselnya, dia sangat merindukan Bad Boy saat ini.
"Kenapa sih Bad Boy seakan menghilang bagai di telan bumi, apakah tadi di Cafe dia sudah datang lalu kembali pergi setelah melihat penampilan aku, memangnya ada yang salah ya dengan aku, aku cantik, imut dan gemoy gini, tapi kenapa ya Bad Boy sampai sekarang masih belum menghubungi aku lagi," ucap Kia.
Tak lama ponselnya kembali berbunyi dengan nama kepala Unta, kia tadi sempat menyimpan Nomor kontaknya Andika dengan nama itu, Kia sebenarnya sangat malas mengangkatnya namun dia juga berpikir kalau mungkin Andika menelfonnya ada yang penting yang ingin di bicarakan tentang perjodohan mereka. Kia menekan tombol hijau di ponselnya.
__ADS_1
"Iya Halo," ucap Kia
"Assalamuàlaikum Kia," ucap Andika lembut.
Ish tumben nih anak bener,, batin Kia
"Waàlaikumsalam, ada apa Lo telfon gue?" Tanya Kia
"Lo di mana?" Tanya Andika
"Gue di rumah," bohong kia
"Aish bukannya langsung nyamperin malah telfonan, ngapain sih Lo ngikutin gue," ujar Kia masih belum mematikan Telfonnya. Andika berjalan menghampiri Kia masih dengan ponsel mode On.
"Habisnya Gue ke rumah Lo dan Ibu Lo bilang kalau Lo ke Mini market, tapi ternyata lo malah di sini," ucap Andika lalu mematikan sambungan telfonnya setelah berada di hadapan Kia.
"Lagian kenapa sih Lo datang lagi ke Rumah Gue, kangen Lo sama Gue?" Tanya Kia asal
__ADS_1
"Iya," jawab Andika.
"Hah! Gak salah dengar Gue, ada angin apa lo kangen sama Gue, atau jangan-jangan Lo sudah suka sama Gue ya?" Ujar Kia
"Iya!" Jawab Andika lagi
Deg...!
Jantung Kia berdetak kencang dan seketika wajahnya merona, untung saat itu malam hari sehingga Andika tidak dapat melihat rona di wajahnya.
"Aish si kepala Unta ini bisa aja bercandanya, gue mau pulang," ucap Kia beranjak lalu hendak pergi dari sana namun tangan Andika menghentikannya.
"Kia tunggu!" Kia tidak bisa pergi karena tangan Andika memegang tangannya.
"Apaan sih Kak Dika, lepasin gak?" Ucap Kia, Andika melepaskan tangannya dari tangan Kia.
"Ada yang ingin gue omongin sama Lo tentang perjodohan kita," ucap Andika.
__ADS_1
...Bersambung......