Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
suara itu!


__ADS_3

Wajah Bryan bersemu merah, Dia memalingkan wajahnya menghadap ke arah lain agar Kia tidak melihat rona di wajahnya itu.


"Kak Bryan aku pergi dulu ya, nanti kalau kak Bryan sudah dapat jawabannya kabari aku ya, Papay!"


Bryan hanya bisa menghela nafasnya, untung saja Kia sudah pergi kalau tidak dia bisa ketahuan sudah pernah \*\*\*\*\*\*\* dengan Kimora, lebih tepatnya sih di \*\*\*\*\* hehehe.


Kia terus berjalan dan netranya melihat sosok yang sedari tadi di carinya.


"Nah itu kak Azka, kalau dia di sini terus yang menunggu aku di Bukit siapa?" Sebuah pertanyaan timbul di benak Kia.


O"Apa aku harus ke sana ya, tapi kalau itu orang yang mau jahatin aku gimana, tapi gak mungkin ah, kalau ada yang mau jahatin aku kan semalam bisa, apa aku pergi ke sana bareng kak Kim ya. Tapi orang itu nyuruhnya aku pergi sendiri, gimana ini, aku dilema," monolog Kia dengan hati gelisah.


"Pergi enggak, pergi enggak, pergi... aduuh ini jari juga malah gak mendukung, malah suruh pergi," ucap Kia semakin galau.

__ADS_1


"Lebih baik aku pergi saja, siapa tau itu beneran penggemar aku, kalau ada orang mau macam-macamin aku, nanti kan bisa kabur, atau aku bikin babak belur aja, aku kan jago, iya deh aku pergi sana," ucapnya lagi


Kia sekarang benar-benar memutuskan untuk pergi ke bukit yang tak jauh dari tempat itu, kira-kira ada setengah Km tempatnya dari sana.


Sesekali Kia menyapu peluh di keningnya, matahari hari ini juga kurang bersahabat, dia bersinar lebih panas dari biasanya sehingga Kia merasa lelah apalagi harus melewati tanjakan-tanjakan kecil diantara kebun-kebun teh.


Sesampainya dia sdi sebatang Pohon di tengah perkebunan teh, Kia beristirahat dan tak sengaja Netranya melihat ke arah batang Pohon yang terukir sebuah anak panah seakan menjadi penunjuk jalan buatnya.


Tanpa pikir panjang Kia lansung menuju ke arah anak panah itu, dia berjalan sekitar 10 meter dari sana dan melihat ada yang aneh di jalan setapak itu.


Bunga-bunga tumbuh dengan indahnya di pinggiran jalan setapak itu mengarah ke arah bukit.


Kia terus saja berjalan dengan mata yang tidak lepas dari bunga-bunga itu, dia seakan takjub dengan semua yang ada di hadapannya.

__ADS_1


"Siapa sih yang kurang kerjaan menghias semua ini buat aku, eh pede sekali aku yang mengira ini semua di hias buat aku, jangan-jangan semual ini buat orang lain dan aku hanya nyasar ke sini," Kia kembali bermonolog, dia tidak tau ini semua nyata atau hanya mimpi belaka.


Kia sudah berjalan kurang lebih 20 meter lagi namun apa yang di carinya belum juga ketemu. Dia masih saja berjalan menyusuri jalan setapak itu sampai ada sebuah tangan menutup matanya.


Kia hendak berontak namu sebuah suara seakan membuatnya menurut saja perintah orang itu.


"Teruslah berjalan," suruh orang yang menutup matanya.


Jantung Kia seakan mau copot me dengar suara itu. Dia yakin kalau dia tidak salah mengenali suara, suara yang sangat di rindukannya dan sangat ingin di dengarnya dari kemarin kini sosoknya ada di belakangnya dan tangannya pun menutup mata kia dengan lembut.


Tiba-tiba saja Sosok itu menghentikan langkahnya, begitu pula dengan Kia. Dia menunggu sosok miaterius itu membuka tanganya dari mata Kia.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2