
Sementara Kia sudah tidur lebih tepatnya pura-pura tidur, dia menyelimuti seluruh tubuhnya sampai ke kepala agar Kimora mengira kalau dia sudah terlelap. Kia tidak ingin Kimora merasa tidak enak kalau dirinya masih saja terjaga karena kejadian tadi pasti membuat Kimora merasa malu padanya.
Suara langkah kaki menghampiri Kia yang dia yakin itu adalah Kimora, dia masih menunggu kalau Kimora membaringkan tubuhnya di sampingnya.
Sudah lama Kia menunggu akan tetapi Kimora belum juga berbaring, malah suara langkah menjauh yang terdengar.
Kia membuka sedikit selimutnya dan menongolkan kepalanya akan tetapi tidak ada seorangpun di sana hanya ada setangkai bunga mawar merah dan selembar kertas berada di dekat Kia, Kia langsung mengambil dan membukanya.
"Besok sore datanglah ke sebuah bukit yang tidak jauh dari Aula, aku menunggumu di sana, datanglah sendiri dan temui aku. By: pria yang mencintaimu."
Begitulah isi surat kaleng itu, Kia melihat-lihat ke sekitarnya barang kali ada orang yang bersembunyi di sana dan dia melihat Azka yang baru saja lewat di sana.
"Ini pasti kerjaan Kak Azka, pasti dia mau nagih jawaban aku, sebaiknya aku gak usah pergi saja besok," ucap Kia lalu kembali menarik selimutnya.
Tak lama Kimora datang dan merebahkan dirinya di atas Kia.
"Awww.... Kak Kim, Sakit tau," ucap Kia.
__ADS_1
"Ada apa sih kak kenapa kayak panik gitu?" Tanya Kia pura-pura gak ingat.
"Kia, gue... gue sudah nyium Bryan," ujar Kimora dengan wajah gelisah.
"Apa!" Kia sampai menutup mulutnya dengan kedua tanganya.
"Nah kan Lo juga kaget, nah gue apalagi, gue tidak tau setan apa yang merasuki gue sehingga gue melakukan itu, ini gimana dong Kia, gue bakalan di ejekin sama su Bryan itu," cerita Kimora.
"Kak Kim nyiumnya di mana?" Tanya Kia, Kimora dengan ragu-ragu menunjuk bibirnya dan sontak Kia tertawa.
"Kok Lo ketawa sih Kia, gimana dong,"
an malu saat ketemu sama kak Kim," ujar Kia.
"Iiih Kia, Gue jadi tambah malu nih kamu ngomong begitu, Gue kesel ah, Lo bukannya ngasih solusi malah becandain, lebih baik gue tidur aja." Kesal Kimora.
Kimora merebahkan tubuhnya di samping Kia dan mulai menutup matanya akan tetapi bayangan tadi saat dia mencium Bryan kembali terlintas di kepalanya.
__ADS_1
"Aarrgghh... fiks gue gak bisa tidur, Kia bangun dong temenin gue ke kamar mandi lagi,"
"Haah lagi!!!"
Kia dengan malas berjalan mendahului Kimora, memang dia sedari tadi mau ke Toilet, akan tetapi karena Dia takut pergi sendirian makanya dia menahannya.
Kia terus saja berjalan menuju ke menfahului Kimora yang juga sedang berjalan mengikutinya.
"Kak Kim aku masuk duluan ya, aku sesak pipis nih,"
"Iya Kia, kamu duluan saja. Lagian tadi aku juga sudah pipis kok, ini mau basuh muka saja rencananya."
"Ooo kalau begitu aku duluan ya kak Kim," ujarnya lalu masuk ke sana.
Setelah menyelesaikan urusannya dengan toilet mereka berdua kemudian kembali ke Aula dan melanjutkan tidurnya
Namun sebelum mereka tertidur gempa susulan kembali menguncang desa itu dan sekitarnya akan tetapi tidaklah kencang dan lama sepert8 sebelumnya.
__ADS_1
Semua orang yang ada di dalam bangunan pada keluar semuanya dan berkumpul di atas rumpit lapangan yang tidak ada karena memang tempat itulah sekarang yang paling aman saan ini.
To be Continued...