
"Kak Azka Tidak mau mampir dulu," tanya Kia basa - basi,"
"Boleh deh, lagian Gue mau Lo bikinin Kopi Buat Gue, ngantuk Gue," ucap Azka lalu juga turun dari mobilnya.
Kia ternganga mendengar ucapan Azka, dia tidak menyangka kalau Azka mau mampir di Gubuknya.
"Loh kok malah bengong sih, Ayo," ajak Azka ketika melihat Kia masih mematung di sana. Kia twrsentak dan kemudian berjalan mendahului Azka.
Mereka berdua pun kemudian berjalan menyusuri Gang itu dan akhirnya sampai juga di depan Rumahnya Kia.
Kia merasa tidak enak sama Azka karena Rumahnya kecil dan berantakan.
"Maaf kak Azka beginilah rumah aku, Agak sedikit betantakan he..he..," ucap Kia
Azka hanya melihat-lihat sekelilingnya sebelum akhirnya Kia mengetuk pintu rumahnya.
Tok... Tok...
" Assalamuàlaikum,"
__ADS_1
"Waàlaikum salam,"
Ceklek...
Pintu di buka dan terlihatlah Ratna yang tersenyum ke arah Kia, namun ketika melihat ada seorang pemuda di belakang putrinya Senyum Ratna memudar.
"Siapa dia Kia?" Tanya Ratna drngan wajah tidak senangnya.
"Bu jangan begitu, ini kak Azka kakak seniorku di sekolah, dia tadi yang ngaterin aku pulang, kalau tidak gak tau deh aku sudah sampai atau belom sekarang," ujar Kia
"Iya Tante, tadi aku ketemu kia Di jalan, Jadi aku anterin pulang," ucap Azka dengan hati-hati.
"Kak Azka ayo masuk, Kia buatkan Kopinya dulu ya," ujar Kia lalu bergegas ke dapur, sedangkan Ratna menemani Azka di sana.
"Kamu sudah lama kenal sama Kia?" Tanya Ratna, suasana menjadi tegang, Azka berasa sedang di interogasi saja sekarang.
"Belum lama tante, kebetulan Saya kakak kelasnya yang kebetulan mengenal Kia di saat kegiatan MOS kemarin."
"Oooo" jawaban singkat Ratna membuat Azka semakin tegang saja, bagaimana tidak wajah Ratna masih terlihat tidak percaya padanya, Azka seperti maling yang ketahuan mencuri saja Rasanya, ingin dia segera pulang, namun sudah terlajur di sana.
__ADS_1
"Nak Azka, Kia itu masih kecil, dia belum boleh menjalin hubungan yang Intens antara Pria dan Wanita, Tante tidak mau Sekolahnya terganggu hanya karena memikirkan Cowok, Kamu mengerti kan maksud tante?" Ucap Ratna yang membuat Azka kaget, Ibunya Kia sangat To the Point orangnya membuat Suasana menjadi canggung di antara mereka.
"Saya mengerti Tante," ucap Azka pelan.
Tak lama Kia sudah kembali dari dapur dengan membawakan Secangkir Kopi buat Azka dan menaruhnya di meja.
"Ayo Kak Azka silahkan di minum kopinya," Kia heran dengan perubahan wajah Azka, dia melihat ke arah Ibunya namun ibunya seakan-akan tak bersalah.
"Ayo di minum dong kopinya, capek tau bikinnya," ujar Kia, Azka mulai mengambil cangkir itu lalu meminum sedikit kopi yang ada di dalamnya.
"Kia, Aku permisi dulu ya, maaf sudah merepotkan," ucap Azka lalu bangkit dari duduknya.
"Loh kok pergi sih kak Azka, ini kopinya belum habis," ujar Kia semakin merasa aneh saja dengan tingkah Azka.
"Maaf Kia, aku lupa kalau Aku harus ke suatu tempat, aku balik dulu ya, Permisi ya Tante, Assalamuàlaikum," ucapnya
"Waàlaikum salam," sahut mereka, Setelah mengantar Azka ke depan rumah, kia berbalik dan menatap tajam ke arah Ibunya.
__ADS_1