Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Ada Benarnya Juga


__ADS_3

   "Hei bangun Lo," ujar Andika sambil menepuk-nepuk pipi Kia.


    "Uugghhh," kia melenguh lalu kembali melanjutkan tidurnya.


   "Ini anak kebo banget sih, malah ileran lagi, jorok banget sih dia," ucap Andika.


    "Heh gadis mesum, ayo bangun. Lo pikir rumah gue ini penginapan apa?" Ujar Andika lagi.


    "Bentar lagi Bu, ini kan hari minggu, sekolah Libur Bu," Andika tertawa mendengar ucapan Kia. Kia kembali terlelap, kali ini dia mendengkur.


    "Ini anak malah ngorok lagi, Dasar cewek jadi-jadian. Kok ada ya cewek seperti dia di dunia ini, cewek aneh," ujar Andika lagi.


    Andika menggendong Kia dan membawanya ke kamar tamu. Dia sangat kewalahan karena walaupun tubuh kia kelihatan kecil dan mungil akan tetapi dia sangatlah berat sehingga Andika sampai ngos-ngosan di buatnya.


    "Ini anak makannya apa sih sampai berat banget kayak gini," ucap Andika lalu menaruh tubuh Kia di atas Kasur yang ada di dalam kamar itu, namun sebelum dia sempat menaruhnya tiba-tiba mata Kia terbuka dan Kia sangat kaget.

__ADS_1


    "Aaaaaaa.... dasar cowok mesum, Lo mau apain gue hah?" Teriak Kia sambil menyilangkan tangan di dadanya.


    Andika tersenyum menyerigai dan menatap tajam ke arah Kia, perlahan-lahan wajah Andika mendekat ke arah Kia dan sampai di saat jarak wajah Andika tinggal lima centi dengan wajah Kia, tiba-tiba...


    "Mimpi! hahahaha......" ucap Andika seraya tertawa terbahak-bahak.


    "Mana mungkin Gue ngapa-ngapain Lo, selera gue tinggi tau gak, gak kayak Lo gadis Jorok," ujar Andika sehingga menyulut kemarahan Kia.


    "Heh kepala Unta, jaga omongan Lo ya, jangan Lo pikir Gue ini cewek gak bisa lawan Lo, sini Lo gue beri," ucap Kia sontak berdiri di atas kasur sambil mengepalkan tinjunya seakan-akan mau berkelahi.


    Kia memegang pipi dan sudut bibirnya, benar apa yang di katakan oleh Andika, ada cairan berbau khas di sana. Kia merasa sangat malu namun dia tidak boleh kalah sama Andika.


    Kia kembali berkacak pinggang dan menatap garang ke arah Andika.


    "Heh kepala Unta, memangnya siapa yang mau menikah sama Lo hah! Gue ogah menikah sama orang yang songong kayak lo, lebih baik Gue menjoblo seumur hidup, tapi enggak deh, gue udah punya cowok tau gak," ujar Kia lantang.

__ADS_1


    "Sama dong, Gue juga sudah punya cewek, cewek Gue lebih segalanya dari Lo, dan yang pastinya dia tidak Jorok kayak Lo," Andika juga tak mau kalah. Kia seketika tersenyum, sebuah ide muncul di kepalanya.


   "Heh gadis Jorok, kenapa Lo senyam-senyum hah, kesambet lo?"


     "Kalau begitu bagus dong, kita batalkan saja perjodohan Unfaedah ini, Bagaimana kalau kita bekerja sama untuk membuat orang tua kita membatalkan perjodohan ini," ujar Kia, Andika mengerutkan keningnya mendengar ucapan Kia itu.


     "Maksud Lo apa, Lo mau Gue kerja sama dengan Lo, maksudnya apa sih," tanya Andika heran.


    "Kepala Lo saja yang gede tapi otak Lo cetek, maksud Gue kita kan sudah sama-sama punya pacar nih, kita gagalin saja rencana orang tua kita menjodohkan kita, bagaimana?" Tanya Kia sudah berubah intonasinya menjadi bersahabat.


     Andika terlihat menyerigai, dia baru menyadari kalau ucapan Kia itu ada benarnya juga, kalau dia yang membujuk Ibunya pasti tidak akan pernah mengabulkannya, siapa tahu kalau dengan rencana kia akan membuat Ibunya berubah pikiran.


  


...Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2