Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Kecemplung Got


__ADS_3

Rambut kia sekarang sudah basah seluruhnya termasuk bajunya, dia melihat pantulan bayangannya di cermin Toilet.


   "Bagaimana ini, bagaimana aku keluar dari toilet dalam keadaan seperti ini, pasti semua orang bakalan meledekku, ini kenapa sampai tembus pandang gini sih," ucapnya melihat kalau bagian dadanya seperti terekspos karena seragamnya semuanya basah.


   "Aku harus cari cara untuk bisa keluar dari sini tanpa ada yang melihatku," ucapnya


   Perlahan Kia membuka pintu Toilet itu dan mengeluarkan sedikit kepalanya melihat ke kiri dan ke kanan.


   "Huff aman, semoga di sana juga tidak ada orang," ucapnya, Kia mulai keluar dari Toilet namun saat dia berbalik dia melihat ada Azka di hadapannya, Sontak Kia menutup bagian dadanya dengan menggunakan kedua tangannya.


   "Aaaa... ngapain Kak Azka di sini Huh???


"Mau ngintip ya, dasar mesum..." teriaknya.

__ADS_1


"Hey... Lo tau gak kalau Lo salah masuk Toilet, Gue di sini menjaga agar tidak ada yang masuk ke sana," ujar Azka. Kia berbalik untuk melihat tanda di atas Toilet tersebut, benar adanya kalau itu ternyata Toilet Pria.


   "He.. he.. he.. salah ya," ucap Kia cengengesan.


   "Lagian Lo kenapa sih basah kek gitu, lo mandi ya?"


   "Aku hanya mencuci Rambut doang kak, tapi malah basah kek gini deh,"


   Azka membuka Jasnya lalu memberikan pada Kia, Kia hanya benggong melihatnya.


   "Gak usah kak, lagian aku masih punya baju kok," ucap Kia sungkan, Azka memakaikan Jasnya kepada Kia.


  "Memangnya Lo mau Gunung Lo di lihat sama cowok-cowok, cukup Gue saja yang sudah melihatnya," ucap Azka lalu pergi dari sana.

__ADS_1


   "Whaat... apa dia bilang tadi, dia sudah melihat gunung gue, iiihh malu banget gue, mau di bawa ke mana wajah cantik gue ini," wajah Kia memerah menahan malu, dia akhirnya kembali ke kelasnya.


   Sesampainya di kelas, sudah banyak siswa yang berada di sana, hampir semua Kursi sudah terisi dan Kia segera menuju ke arah Kursinya.


   "Heh lihat tuh ada cewek basah-basahan, kecemplung Got ya ha.. ha...," mereka meledek Kia habis-habisan karena penampilan Kia yang sedikit berbeda dengan mereka semua yang modis dan cantik-cantik.


   "Kasihan banget sih, sudah jelek, penampilan biasa aja  malah pakai kecemplung got lagi, lengkap sudah derita lo Say ha.. ha...," Kia tidak menanggapi ucapan mereka, dia mengambil sapu tangan untuk mengeringkan Rambutnya yang basah sambil sesekali mengedarkan pandangannya ke penjuru kelas.


   Manurutnya tidak ada satupun siswa di sana yang menyukainya dan mau berteman dengannya. Wajar saja mereka Ilfiel dengan Kia, Kia anak orang Miskin yang beruntung bisa sekolah di sana dengan mengandalkan Beasiswa Prestasi yang dia dapatkan di sekolah SMP yang ada di kampungnya.


   Kia lulus dengan nilai tertinggi di sekolahnya dan mendapatkan undangan bersekolah di sana, awalnya Kia menolak undangan itu karena merasa takut di Bully di sekolah itu, namun Ibunya memberi semangat padanya agar menerimanya, karena setelah kepergian ayahnya menghadap sang pencipta Ibu Kia tidak sanggup lagi membiayai sekolah Kia.


   Dengan desakan ibunya akhirnya Kia berada di sana sekarang, dan yang dia takutkan itu benar-benar terjadi padanya, akan tetapi Kia bertekad bertahan di sana demi Ibunya dan akan membuktikan kepada semuanya kalau dia patut di hargai walaupun dia seorang Miskin.

__ADS_1


...Bersambung......


__ADS_2