Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Perubahan Azka


__ADS_3

Di dalam perjalanan mereka, Azka semakin terbakar api cemburu melihat kemesraan Kia dan Andika. Andika semakin jelas saja memperlihatkan kemesraannya bersama Kia. Dia tahu kalau Azka menyukai kekasihnya dan dia tidak akan memberi celah kepada siapapun termasuk Azka untuk merebut Kia dari dirinya.


"Sayang, nanti saat sampai kita ke rumahku saja ya, aku sudah menghubungi Ibu kamu dan menyuruhnya ke sana juga. Aku bilang kalau kita ada kejutan buat mereka," ucap Andika lembut.


"Benarkah? Baiklah kalau begitu. Pasti Ibu dan Tante senang dengan kedatangan kita ya Kak,"


"Pastinya dong sayang, ini kan yang mereka tunggu-tunggu dari dulu, lagian kamu sih pakai ngambek saat itu, kalau tidak kan kita sudah bertunangan saat ini dan tak ada yang bisa merebut kamu dari aku," ucapan Andika agak di tekan agar Azka bisa mendengar apa yang mereka bicarakan.


"Sialan tuh om-om, malah ngomong begitu lagi. Awas saja nanti, kalian gak akan bisa bersama," batin Azka.


Hati Azka sudah di penuhi dengan rasa cemburu, dia seketika menjadi jahat dan tak terbendung.


Setelah perjalanan yang begitu lama akhirnya mereka sampai juga di Jakarta tepatnya di sekolahan mereka. Andika tidak pernah melepaskan tangannya di tangan Kia seakan takut kalau dia kehilangan Kia lagi. Kimora dan Bryan hanya senyam-senyum saja melihatnya, sedangkan Azka semakin sinis menatap mereka.


"Kenapa Lo Az, gue pulang bareng lo ya," ujar Kimora. Azka tidak menjawab, dia mengambil mobilnya dan Kimora pun naik ke mobil Azka kemudian mereka pergi dari sana.


Sementara Kia dan Andika sedang menunggu mobil jemputan mereka. Bryan berjalan ke arah mereka.


"Selamat ya Kia, semoga kalian langgeng," ujar Bryan sambil menjabat tangan Kia, dan di saat Bryan menjabat tangan Andika, dia mendekat ke arah telinga Andika lalu berbisik.


"Tolong jaga Kia dengan baik, jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi padanya." ucap Bryan, Andika tidak tau apa maksud dari perkataan Bryan tersebut tapi dia hanya menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


"Makasih ya kak Bryan, minggu depan datang ya ke Pertunangan kami," ujar Kia, Bryan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan pergi juga dari sana.


Mobil jemputan mereka sudah datang, Andika dan Kia akhirnya juga pergi dari sana.


********


Aaarrgghhhh....


Sebuah teriakan menggema di dalam sebuah kamar mewah, terlihat beberapa barang berserakan di lantai.


"Kenapa, kenapa Lo malah bersama dia Kia, kenapa?" Teriak seorang pemuda yang tak lain adalah Azka.


Air mata menggenang di pipinya. Azka tidak pernah menangis seperti itu sebelumnya, tapi karena sakit karena cinta bertepuk sebelah tangan makanya dia bisa seperti itu sekarang.


"Kia Kim, kenapa Kia lebih memilih om-om itu, kenapa bukan gue Kim? Apa lebihnya Om-Om itu Kim sehingga Kia lebih memilih dia dari pada Gue Kim, kenapa?" Azka menangis.


Kimora memeluk sepupunya itu untuk menenangkannya.


"Kenapa Kim, kenapa? Huhuhu," Lirih Azka.


"Yang sabar ya Az, ikhlaskan Kia, walau bukan Andika dia tetap tidak akan bisa sama-sama dengan Lo Az, Kia sudah lama menunggu pacar online nya dan ternyata pacar online nya itu adalah orang yang di jodohkan dengannya oleh orang tuanya Az, gue yakin Lo bisa mendapatkan gadis yang lebih baik dari Kia," ucap Kimora.

__ADS_1


"Tidak Kim, gue harus mendapatkan Kia, apapun caranya akan gue lakukan termasuk melenyapkan om-om itu," Ucap Azka.


"Jangan gila Lo Az, Kia gak akan maafin Lo kalau lo sampai ngelakuin itu, dia sudah sangat mencintai kak Andika Az," bentak Kimora.


"Diam Lo Kim, jangan pernah sebut nama dia lagi Kim, rasanya ingin gue bunuh saja orang itu,"


Plaaak...


Kimora tak sengaja menampar Azka, Azka menatap ke arahnya dengan mata merah menyala.


"Sadar Az, masih banyak gadis lain yang mau sama lo, di dunia ini bukan hanya ada satu gadis Az, sadar Az sadar!" Azka bangkit lalu pergi dari rumah itu. Kimora sangat takut, dia seakan tidak mengenal Azka lagi, Kimora mengambil ponselnya lalu menghubungi Bryan.


"Halo Bryan huhuhu, " Kimora tak sanggup menahan tangisnya.


"Ada apa Kim, kenapa lo menangis sih, lo kenapa Kim?" tanya Bryan panik.


"Azka Bry, Azka ....," ucap Kimora masih menangis.


"Kenapa dengan Azka Kim?" tanya Bryan, Kimora masih saja menangis dan tidak menjawabnya. Bryan yang menyadari kalau ada yang tidak beres dengan sahabatnya itu langsung menenangkan Kimora.


"Kim, kamu di mana sekarang, kamu di rumah kan? kamu yang tenang ya, kamu tunggu aku di sana dan jangan kemana-mana," titah Brayan lalu memutuskan sambungan telponnya. Bryan langsung menuju ke mobilnya dan melakukannya dengan kecepatan tinggi menuju ke rumah Kimora.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2