Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Berubah Baik


__ADS_3

  "Eh itu makanannya sudah sampai," ucap Kia yang membuat Andika tersentak, dia terlihat cengengesan, entah mengapa setelah mengetahui semuanya dia selalu merasa gugup berhadapan dengan Kia.


    Kia merasa heran dengan perubahan sikap Andika, akan tetapi dia tidak mengubrisnya karena perutnya sudah sangatlah lapar. Tanpa aba-aba Kia langsung mrnyambar makanannya lalu memakannya dengan lahap, Andika masih memandanginya sambil tersenyum manis padanya.


   "Kenapa Lo, sudah sana makan, katanya lapar atau mau gue suapin," ucap Kia asal.


    "Boleh kalau Lo mau," ucap Andika pelan.


    "Lo bilang apa?" Tanya Kia


   "Eh enggak kok, gue lihat lo makan saja sudah kenyang," ucap Andika

__ADS_1


    "Maksud Lo cara makan Gue gak banget ya? inilah Gue, jadi lo cuek saja dan jangan hiraukan gue, sudah sana makan kalau enggak Gue habisin semuanya nih," ujar Kia


   Andika tersenyum, entah mengapa setelah mengetahui semuanya dia tidak bisa kesal lagi sama Kia, malahan dia sangat merasa lucu dengan tingkah Kia, tidak seperti sebelumnya yang selalu merasa kesal apabila Kia sedang mengomel begitu.


    Andika melihat ada makanan yang nyempil di sudut bibir Kia, Andika mulai menjulurkan tangannya ke arah wajah Kia sehingga Kia kaget di buatnya. Jantung Kia berdetak tidak beraturan ketika menatap mata Andika.


  Nah loh mau ngapain nih anak, kenapa dada gue terasa sesak ya dan jantung gue rasanya mau copot saja, Kia sadar Kia lo tidak boleh begini, Lo harus bertahan jangan sampai pertahanan Lo jebol dengan perlakuannya yang lembut itu, ingat Kia dia itu kepala Unta yang harus lo hindari,, batin Kia.


     "Kak Dika ngapain sih, ngapain coba mau pegang-pegang wajah aku," ucap Kia menepis tangan Andika sambil menyembunyikan rona di wajahnya.


"Di sini nih," ucap Andika, manik mata mereka bertemu dan jantung mereka pun kembali berdetak lebih kencang, Andika membiarkan getaran itu mengalir di hatinya, namun tidak dengan Kia yang masih saja menepis perasaannya itu.

__ADS_1


    "Eh maaf," ucap Andika, seketika suasana menjadi canggung, keduanya jadi salah tingkah. Kia meminum minumannya dengan perasaan yang berbunga-bunga namun dia masih tetap menepisnya.


    "Kak Dika aku pulang dulu ya," ucap Kia, entah apa yang ada dalam Fikirannya sebutannya sudah menjadi aku kamu sekarang.


    "Ciee... Yang sudah aku kamu, sepertinya Lo sudah ada rasa sama Gue ya," goda Andika.


"Apaan sih Lo, udah ya Gue pulang!" Ucap Kia, namun Andika mencekal tangan Kia sehingga Kia tidak bisa pergi dari sana. Kia menatap heran ke arah Andika.


   "Gue antar ya!" Ucap Andika, seketika bunga-bunga bertebaran di hati Kia namun dia masih tetap menepis perasaannya itu.


"Gak usah, Gue bisa pulang sendiri," ujar Kia, dia tidak ingin perasaan di hatinya semakin besar terhadap Andika, dia sengaja menghindari Andika sekarang.

__ADS_1


"Gue memaksa," ujar Andika lalu menarik tangan Kia dan membawanya ke mobilnya. Kia terpaksa mengikutinya, sebenarnya dia sangat senang karena Andika sudah berubah baik padanya namun dia masih memikirkan perasaan Bad Boy, kalau saja Bad Boy melihatnya bersama Andika pasti dia akan sangat kecewa Padanya.


...Bersambung.......


__ADS_2