
Azka dan Kimora masih mondar-mandir di depan Ruang pemeriksaan di sebuah Rumah sakit yang berada tidak jauh dari sekolah mereka.
"Kim, apa Kia tadi ada kebentur atau semacamnya, karena gak mungkin kalau hidungnya tiba-tiba saja mengeluarkan darah seperti itu, atau jangan-jangan dia punya penyakit yang parah lagi," ujar Azka
"Lo jangan ngomong begitu Az, Gue gak mau kehilangan Kia, Gue sangat menyayanginya dan sudah menganggapnya sebagai adik sendiri tau gak, Lo jangan nakut-nakutin Gue dong," ucap Kimora dengan air yang sudah mengenang di sudut matanya.
"Lo gak marah sama Kia Kim, Lo kan tahu kalau dia merebut Bryan dari Lo,"
"Kia tidak merebut Bryan dari Gue Az, bahkan Kia ingin mendekatkan Gue dengan Bryan, Kia sangat menyayangi Gue Az," ucap Kimora tak sanggup lagi membendung air matanya.
Azka merengkuh Kimora ke dalam pelukannya, dia sangat tahu kalau Kimora tidak pernah menangisi seseorang seperti itu, itu berarti kimora memang sangat menyayangi Kia.
"Sudahlah jangan menangis seperti itu dong, kita doàkan saja agar Kia baik-baik saja," ucap Azka.
"Iya Az, semoga apa yang lo katakan tadi tidak terjadi," ucap Kimora lagi.
Ceklek..
__ADS_1
Pintu ruangan itu terbuka, terlihat Dokter keluar dari sana, Azka dan Kimora segera menghampirinya.
"Bagaimana keadaan teman kami Dok?" Tanya Kimora
"Dia baik-baik saja, apa sebelumnya dia mengalami benturan di Hidungnya?" Tanya Dokter itu
"Kita tidak tahu Dok, tiba-tiba saja tadi hidungnya mengeluarkan darah terus dia pingsan." Jawab Azka
"Begini ya adik-adik, teman kalian hidungnya mengalami cedera tapi tidak terlalu parah, hanya ada sedikit keretakan saja di tulang hidungnya, kalian silahkan tebus obat ini dan setelah pasien siuman dia sudah boleh pulang," ujar Dokter itu.
"Terima kasih Dok," ujar Azka lalu mengambil resep obat yang ada di tangan Dokter tersebut.
Kimora memandang wajah cantik Kia, entah mengapa dia sangat menyayangi Kia, dia merasakan ada ikatan batin di antara mereka.
"Kia lo cepat sadar dong, Gue sangat Khawatir sama Lo," ucap Kimora sambil mengelus pucuk kepala Kia, Perlahan mata Kia mulai mengerjap-ngerjap menandakan kalau dia sudah siuman.
"Kia, Lo sudah sadar ?" Ucap Kimora sumbringah.
__ADS_1
"Kak Kim, aku di mana?" Tanya Kia sambil mengedarkan pandangannya.
"Lo di Rumah sakit Kia, tadi hidung Lo berdarah dan Lo pingsan," ujar Kimora.
"Aish.. berdarah lagi ya," ucap Kia sambil memegang hidungnya.
"Jadi hidung Lo pernah kebentur ya Kia, kenapa Lo gak mengobatinya sih?" Ucap Kimora khawatir.
"Iya kak Kim, Hidung aku kejedot kepala Unta tadi pagi, aku gak sempat mengobatinya karena buru-buru ke sekolah, Aku gak mau ketinggalan kegiatan terakhir MOS hari ini,"
"Lo ini benar-benar ya Kia, bukannya mikirin kesehatan Lo, malah mikirin Kegiatan MOS, Gue heran deh sama Lo kenapa Lo menyepelekan hal itu sih Kia, untung cederanya gak parah,"
"Nah karena itulah kak Kim, aku sudah tau kalau cederanya enggak parah makanya aku pergi ke sekolah,"
"Lo ini kalau di bilangin selalu saja menjawab ya, Gue sangat khawatir tau gak saat melihat hidung lo berdarah tadi," ujar Kimora, kembali air mata mengenang di sudut matanya.
"Lah kak Kim jangan nangis dong, entar jelek tau, sini Kia peluk, cup... cup...," ujar Kia, kimora segera berhambur ke dalam pelukan Kia.
__ADS_1
...Bersambung......