
"Bagaimana apa Lo setuju?" tanya Kia.
"Bisa Gue pertimbangkan," ucap Andika lalu hendak pergi akan tetapi Kia menahannya dengan menarik kemejanya.
"Apa lagi sih, sudah selesai kan omongan Lo itu?" tanya Andika seakan Cuek, padahal di dalam hatinya dia berharap agar Kia memaksanya.
"Oh ayolah Andika, ini kesempatan kita untuk menghindari perjodohan ini, gue tidak mau berjodoh sama Lo apalagi sampai menikah, iiiih membayangkannya saja sudah membuat gue ngeri," ucap Kia.
Andika merasakan harga dirinya di lecehkan oleh Kia, dia terpancing emosinya.
"Memangnya Lo pikir Gue mau apa sama Lo, Di dalam mimpi saja Gue tidak mau dekat-dekat sama Lo, Cuiih jijik Gue dekat-dekat sama cewek jorok kayak Lo,"
"Heh Lo menghina gue, Dasar Lo cowok mesum kepala Unta, gue benci sama Lo," ucap Kia lalu berlari meninggalkan Andika yang sudah mematung di sana.
Andika tidak menyangka ucapannya itu menyakiti Kia, padahal tadi dia hanya membalas ucapannya itu, Andika masih tidak tahu harus berbuat apa sekarang, mau mengejarnya pun sudah tidak mungkin karena dia sudah tidak kelihatan lagi batang hidungnya.
__ADS_1
Sementara Kia masih saja berlari meninggalkan Rumahnya Andika, tak terasa air matanya mengalir di pipinya.
"Kenapa hatiku sangat sakit ketika Andika mengatakan semua itu, Enggak... Aku tidak boleh baper sama apa yang dia katakan, aku harus sama rencana awalku dan ini tidak boleh gagal, aku melakukan ini hanya untuk Bad Boy, lebih baik aku kembali lagi ke sana dan benar-benar meyakinkan dia agar mau bekerja sama denganku untuk menggagalkan rencana Ibu dan Tante Karin." guman Kia.
Kia akhirnya kembali ke Rumah Andika, dia berjalan mindik-mindik masuk ke sana. Andika yang melihatnya tersenyum, dia merasa lega karena tidak harus mencari Kia untuk meminta Maaf padanya, setelah kejadian tadi dia sangat merasa bersalah sama Kia dan ingin mencarinya untuk meminta Maaf langsung padanya.
"Mau apa lagi lo balik ke sini," ucap Andika datar.
"Ish gue gak akan balik lagi kalau bukan untuk Bad Boy gue," guman Kia
"Eh enggak kok, gue kembali ke sini hanya untuk mengajak Lo bekerja sama, bagaimana apa Lo sudah memikirkannya?" tanya Kia
__ADS_1
Andika melongo karena Kia bisa-bisanya memikirkan tentang rencananya, dia tidak mengungkit ucapannya tadi, yang ada dalam pikirannya sekarang hanyalah rencana menggagalkan perjodohan mereka.
"Baiklah kalau itu yang Lo inginkan, Gue juga gak mau perjodohan ini berlangsung lancar karena gue sudah punya orang yang gue cintai,"
"Nah karena itulah Gue mau menggagalkan perjodohan ini karena kita berdua tahu kalau kita itu sama-sama punya orang yang kita cintai," ujar Kia
"Terus apa rencana lo sekarang?" tanya Andika
"Itu yang lagi gue pikirin, hal pertama yang harus Lo lakukan adalah mengantar gue pulang, soal rencananya kita bahas nanti, sekarang pikiran gue lagi buntu," ujar Kia yang membuat Andika ternganga.
"Apa! Jadi lo belum punya rencana, buang-buang waktu saja ngeladenin lo tadi," ucap Andika kesal.
"Iya hehehe..." ujar Kia cengengesan.
"Gue pikir lo sudah punya rencananya, eh ternyata semuanya Zonk,"
"Eh jangan salah lo, otak Gue ini genius, Lo jangan ngeremehin gue, lebih baik sekarang Lo anterin gue pulang dulu, biar ibu gue percaya kalau kita sudah beneran dekat," ucap Kia lalu berjalan keluar dari rumah itu namun dia melihat kalau Andika masih mematung di sana.
__ADS_1
"Heh kepala Unta, ayo ikut!" ujar kia sambil melambai tangannya ke arah Andika, Andika Akhirnya mengikuti kemauan Kia itu.
...Bersambung......