
Perlahan Kia membuka matanya dan terlihat wajah Khawatir Bryan menatap ke arahnya.
"Kamu tidak apa-apa Kia?" Tanya Bryan, Rupanya sedari tadi Bryan memperhatikan kemanapun Kia pergi dan di saat Kia memanjat pohon Itu Bryan buru-buru berjalan ke sana dan ternyata apa yang di khawatirkan oleh Bryan terjadi juga, Kia terjatuh dari pohon itu dan dengan Sigap Bryan menangkapnya.
"Makasih kak Bryan, tapi Tolong turunin aku," ucap Kia, Kimora yang sedari tadi memperhatikan mereka melangkah menghampiri mereka ketika Bryan sudah menurunkan Kia.
"Kia Lo gak apa-apa kan?" Tanya Kimora Khawatir.
"Aku gak apa-apa kok kak Kim, Tapi aku dapat satu Clue nya," ucap Kia sambil menunjukan kertas warna Pink itu ke arah Kimora.
"Kia~Kia, kita itu khawatir sama Lo, Lo malah mikirin kertas itu sih," ucap Kimora sambil mengacak Rambut Kia.
"Kan tadi Kak Bryan menolong aku kak Kim, Dia pahlawan aku dan Kak Kim kesayangan aku, sepertinya kalian itu sangat cocok deh kalau pacaran," ujar Kia yang membuat Kimora tersedak.
Si Kia masih sempat-sempatnya jodohin orang begitu, malah waktunya gak pas lagi, Lo tau gak sih Kia kalau Bryan itu sukanya sama Lo bukan sama Gue,, Batin Kimora.
__ADS_1
"Kamu bisa saja Kia, Kimora Itu cowok tau gak, kamu gak lihat penampilannya itu 100 % cowok, mana mungkin sih Gue bisa suka sama Cowok. Kamu ada-ada saja deh," ucap Bryan, wajah Kimora berubah seketika di saat Bryan berucap seperti itu. Kia juga melihat perubahan wajah Kimora.
"Jadi kalau Kak Kim penampilannya kayak cewek, kak Bryan bakalan Suka sama Kak Kim gitu?" Pertanyaan Kia membuat Bryan melihat ke arahnya, Bryan tau kalau Kia berusaha menjodohkan Kimora dengan dirinya. Ingin sekali Bryan mengatakan kalau Dia menyukai Kia dan Ingin bersamanya bukan bersama Kimora akan tetapi Bryan masih mengingat ucapan Azka waktu itu kalau Kia mempunyai perasaan kepadanya, Bryan tidak mau menyakiti Kimora, biarlah nanti saja dia mengatakan kepada Kia perasaan dia yang sesungguhnya di saat Tidak ada Kimora bersama Mereka.
"Loh kok diam sih Kak, ayo di jawab," desak Kia
"Yach bisa di pertimbangkan, oh ya aku ke sana dulu mau mengecek yang lainnya," ujar Bryan menghindari Kia dan Kimora agar tidak terjebak dengan pertanyaan Kia lagi.
"Tuh kan kak Kim, Sekarang aku punya ide," ujar Kia sambil menaik-naikkan alisnya ke arah Kimora.
"Pokoknya nanti sore kak Kim ikut sama aku ke suatu tempat ya, gak boleh menolak dan aku tunggu di depan gang rumah aku, Bye kak Kim sampai jumpa nanti sore ya," ujar Kia lalu pergi dari sana.
"Kimora hanya
menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah Kia yang sangat lucu menurutnya.
__ADS_1
Semua Siswa sudah kembali berkumpul, kali ini mereka berkumpul di lapangan Di mana tempat mereka akan menanam pohon yang sesuai dengan Clue yang mereka temukan, kebetulan Kelompok Kia mendapatkan Clue sebatang Pohon kelapa Hibrida, menurut mereka tidak terlalu sulit untuk menanamnya.
Akhirnya penanaman Pohon pun di mulai, Kia yang sedikit Bar-Bar mencangkul tanahnya karena Yang lainnya tidak mau melakukannya akhirnya dia yang harus melakukannya akan tetapi hidungnya kembali berdarah karena getaran yang di timbulkan oleh gerakan kasar ketika mencangkul.
Kia seketika memegang kembali hidungnya dan kepalanya kembali berputar dan akhirnya tidak sadarkan diri.
"Kia!!! Lo kenapa?" Teriak Kimora, Azka yang mendengarnya segera berhambur ke tempat kejadian itu.
"Kia kenapa Kim?" Tanya Azka kaget ketika melihat ada noda darah di tangannya Kia.
"Gak tau juga Gue Az, tiba-tiba saja Hidungnya mengeluarkan darah begini, ayo angkat Az," Azka bingung namun dia segera mengankatnya juga dan membawanya ke Rumah sakit.
...Bersambung......
... ...
__ADS_1