
Kia berjalan menghampiri Bima, dia masih dengan wajah datarnya tanpa ekspresi.
"Gue akan berbelas kasihan sama Lo asalkan Lo penuhi persyaratan dari gue, ini juga berlaku buat Lo Azka," ucap Kia juga menoleh ke arah Azka, Azka menghampiri Kia hendak meminta penjelasan darinya.
"Jangan Lo pikir gue gak tau kalau Lo adalah otak di balik penculikan gue, gue masih berbaik hati sama kalian berdua asalkan ..."
"Katakan Kia, kita berdua akan memenuhi apapun yang kamu minta," ucap Bima. Kia melihat ke arah keduanya secara bergantian.
"Apa kalian yakin bisa melakukannya?" tanya Kia.
"Apapun itu kami akan berusaha mewujudkan syarat darimu Kia," timpal Azka.
"Baiklah, syaratnya adalah seminggu lagi di saat pertunangan gue dan kak Dika di gelar, kalian berdua harus datang dengan membawa pasangan masing-masing dan juga orang tua kalian serta orang tua pasangan kalian, bagaimana apa kalian sanggup mewujudkannya?" Kia tersenyum smirk, dia tidak yakin kalau mereka akan bisa melakukannya. Mungkin syarat yang pertama gampang buat mereka karena wajah mereka terbilang tampan, tapi menyertakan orang tua pacarnya akan menjadi satu tantangan buat mereka berdua.
Terlihat wajah mereka pias, Apalagi Azka yang memang sangat susah mencintai wanita, bagaimana mungkin dia akan menemukan wanita yang sesuai kriteria nya.
"Bagaimana? Apa kalian bisa mewujudkannya, kalau tidak bisa maka kalian berdua siap-siap saja mendekam di dalam penjara," ujar Kia tak main-main.
__ADS_1
"Baiklah, gue akan melakukannya Kia," ucap Bima sedangkan Azka masih bingung apa dia akan bisa mewujudkannya. Dia tidak habis pikir kenapa Kia mengajukan persyaratan tersebut.
"Oke, Bagaimana dengan Lo Azka?" tanya Kia. Azka masih belum bersuara, Kimora sangat geram melihat sepupunya itu.
"Az, ayo jawab. Nanti akan gue kenalin lo sama temen-temen gue," ujar Kimora.
"Gue gak bisa Kim, gue sangat mencintai Kia. Bagi gue gak ada yang bisa menggantikan Kia di hati gue," ucap Azka. Kia tau bagaimana perasaan Azka sekarang, akan tetapi dia harus melakukan itu. Dia tidak mau ada penghalang lagi terhadap kisah cintanya dengan Andika. Walau bagaimanapun Kia tidak bisa mencintai Azka. Cintanya hanya untuk badboy nya seorang.
"Berarti Lo siap mendekam di dalam penjara?" tanya Kia. Azka menoleh ke arah Kia.
"Apa gak ada sedikit keringanan buat gue Kia, gue berjanji tidak akan mengganggu hubungan Lo dengan Om Andika, tapi untuk mencari pengganti Lo gue butuh waktu. Gue tidak bisa secepat itu move on dari Lo," ujar Azka. Kia terlihat berpikir sejenak.
"Oke, gue akan ngelakuin yang ini. Terima kasih Kia, lo telah memberi keringanan buat gue, gue janji akan pergi jauh dari kehidupan Lo untuk selamanya," ucap Azka lemah. Sebenarnya di dalam hatinya dia tidak bisa melakukan hal itu. Walaupun tidak bisa memiliki Kia tapi dengan melihatnya setiap hari sudah cukup buat Azka. Namun dia terpaksa melakukannya karena dia tidak ingin mendekam di dalam jeruji besi, lagi pula usianya masih terlalu muda untuk mendapat predikat napi. Dia tidak ingin karena kebodohannya kali ini seumur hidup akan menanggung malu.
Kia mengangguk penuh arti, Andika sangat kagum akan keputusan yang di ambil oleh kekasihnya itu. Dia tidak menyangka di usia yang begitu muda Kia bisa memikirkan hal seperti itu. Usia boleh muda tapi pemikiran sudah sangatlah dewasa. Andika senyam-senyum ke arah Kia.
"Kak Dika kenapa kamu senyam-senyum gitu sih, seram tau," tanya Kia, Andika hendak memeluk Kia tapi di tahan oleh Kia.
__ADS_1
"Mau ngapain?" tanya Kia reflek menghindar dari Andika.
"Mau peluk sayang, aku sangat kagum sama kamu," ucap Andika, Kia semakin menjauh dari Andika.
"Gak ada peluk-pelukan, kamu mau nanti kita langsung di nikahin,"
"Ayook....!" Andika sangat senang kalau itu terjadi tapi tidak dengan Kia. Wajahnya yang merengut sudah menjadi bukti kalau dia tidak ingin segera menikah.
"Kak Dika gak mau kan kalau pernikahan itu gak akan terjadi untuk selamanya kalau kak Dika gak mengalah?" pertanyaan Kia membuat Andika menghentikan niatnya.
"Ya jangan dong sayang, aku gak bisa hidup tanpa kamu loh," ucap Andika cepat.
"Ya sudah kalau begitu, mulai sekarang jaga jarak aman, aku gak mau kalau mama kamu dan ibu aku melihat kita mereka akan segera bertindak cepat," ucap Kia.
"Kan mereka gak di sini sayang, boleh ya dikit aja, aku janji," Mohon Andika.
"Ya udah deh, dikit aja ya!" Andika segera memeluk Kia.
__ADS_1
"Apa yang kalian lakukan hah?" Sebuah suara membuat Kia dan Andika terperanjat kaget.
Bersambung....