Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Bab 96


__ADS_3

Kia sudah siap di dandani, saat ini dia sangat cantik bak seorang putri keraton. Kia mematut bayangannya di cermin, dia hampir tidak mengenali dirinya sendiri.


"Mbak, ini aku?" Kia seolah tak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Iya Mbak, mbak ini sangat cantik, saya saja tidak menyangka kalau hasil make up saya seperti ini. Hasilnya di luar ekspektasi, sangat luar biasa," ucap MUA tersebut. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri baginya melihat konsumennya sampai kaget melihat hasil make over-nya.


Andika sudah berada di dalam gedung pernikahan yang bernuansa keraton, dia juga sudah seperti seorang raja saja berdiri di tengah-tengah pelaminan menunggu Kia istrinya sampai di sana. Dengan jantung deg-degan Kia di dampingi oleh Ibunya dan juga sahabatnya Kimora, perlahan tapi pasti dia berjalan menuju ke pelaminan.


Andika sampai terpesona melihat kecantikan istrinya itu, tak lepas senyum yang selalu mengukir bibirnya.


"Jangan ngiler kali om," ucap Bryan yang berdiri di samping Andika.


"Bawel Lo, gimana gak ngiler tuh lihat penampakannya sangat cantik dan body-nya sangat seksi, rasanya pengen gue terkam aja tuh bini gue," ucapnya.


"Sabar Om, malam ini Kia akan menjadi milik Om seutuhnya," ucap Bryan lagi.


"Apaan, gue harus puasa sampai waktu yang tidak di tentukan, syukur-syukur bisa Noel dikit," batin Andika. Kia sudah sampai di pelaminan, prosesi adat kembali di gelar dan semua undangan naik ke atas panggung untuk memberi selamat kepada kedua mempelai.


Acara resepsi sudah selesai, kini Andika dan Kia sudah kembali ke kamarnya, karena kelelahan Kia segera tidur tanpa melepas pakaian pengantinnya, dia masih mengenakan pakaian lengkap yang sama ketika di acara resepsi tadi. Andika juga masuk ke sana dan melihat istrinya yang sangat cantik sudah tertidur di atas kasur yang penuh dengan kelopak bunga mawar berbentuk Love yang sengaja di siapkan untuk kamar pengantin malam itu.

__ADS_1


"Kasihan sekali kamu sayang, apa aku buka saja ya, kasihan juga kalau dia tidur masih menggunakan baju ini, bisa-bisa nanti ketusuk kulitnya." Andika berusaha untuk membuka satu persatu pakaian yang di pakai oleh kia,


Kia masih saja tertidur, dia tidak terusik sedikitpun dengan kegiatan Andika yang sudah berhasil mencopot atasan bajunya. Andika beberapa kali menelan salivanya melihat keindahan di depan matanya. Rasanya dia tidak sanggup menahan hasrat yang bergejolak di dalam dirinya melihat istri yang sangat montok di depannya sekarang.


Andika semakin terbakar gairah. Tangannya mulai bekerja kembali membuka satu persatu hiasan bunga yang ada di rambut Kia, saking kebonya kia sampai-sampai dia tidak menyadari kalau bahaya akan segera menimpanya.


Ketika Andika hendak melepas bawahan milik kia, tangannya di pegang oleh seseorang yang ternyata adalah tangan Kia.


"Kamu mau apa Mas!" Bentak Kia.


"Suuut jangan teriak, malu di dengar orang," ucap Andika sambil membekap mulut kita.


"Kia, boleh ya? Please!" Andika memohon kepada Kia, dia sudah tidak sanggup menahan hasratnya yang sudah mencapai ubun-ubun.


"Kan kamu udah janji kalau gak akan menyentuh aku dulu Mas, kenapa sekarang kamu mau melakukan itu,"


"Kamu yang membuat aku seperti orang gila, aku bisa gila kalau kamu menolak ku malam ini,"


Sebenarnya Kia juga tidak tega melihat wajah Andika yang sudah kemerahan menahan hasratnya, akhirnya dia membolehkan Andika menyentuhnya walaupun sebenarnya dia takut kalau dia akan hamil.

__ADS_1


Kia sudah berjaga-jaga dari awal, dia sudah meminum pil yang di berikan oleh ibunya.


Sebenarnya sebelum dia kekamar tadi dia sudah di wanti-wanti oleh ibunya agar tidak menolak keinginan Andika. Ratna mengatakan kalau akan berdosa kalau Kia menolak hasrat suaminya. Makanya Ratna memberikan pil KB untuk Kia agar dia tidak hamil mengingat dia masih sekolah sekarang.


Kia sangat deg-degan begitu pula dengan Andika. Itu adalah pengalaman pertama mereka.


"Lakukanlah Mas, aku tidak mau berdosa karena tidak menjalankan kewajiban sebagai seorang istri," ucap Kia malu-malu.


"Benarkah sayang? Apa ini semua hanya mimpi?" tanya Andika.


"Enggak Mas, aku sudah siap kok," ucap Kia dengan jantung masih deg degan.


"Terima kasih sayang, aku janji tidak akan menyakiti kamu, aku akan pelan-pelan melakukannya," ucap Andika, Kia hanya mengangguk pelan sambil menunduk.


Perlahan Andika mengangkat dagu Kia agar Kia menatap wajahnya, perlahan tapi pasti kedua mata mereka bertemu dan entah siapa yang memulai kini kedua bibir mereka menyatu. Apa yang terjadi selanjutnya ya pikirkan saja sendiri... Author juga masih polos hehehe...


Selamat menghalu...


The End...

__ADS_1


__ADS_2