Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Di lamar


__ADS_3

"Ish kamu ya Kak, aku beneran ngambek nih, aku masih imut gini malah di bilang tua,"


"Makanya jangan ngambek terus dong sayang, Smile dong,"


"Ogah..." ucap Kia sambil memanyunkan bibirnya.


"Ooo jadi minta di cium nih ceritanya?" Ujar Andika dengan tatapan genitnya.


"Eh siapa bilang, jangan ngadi-ngadi deh," ucap Kia sambil menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.


"Hahaha," Andika tertawa lepas, dia sangat suka melihat wajah merona Kia yang tersipu malu mendengar ucapannya tadi.


"Iiihh kak Dika Jahat, aku pergi ya,"


"Tunggu dong sayang, aku kan belom melamar kamu, Ups keceplosan deh," ucap Andika menutup mulutnya dengan tangannya.


"Apa! Tadi kak Dika ngomong apa?" Tanya Kia Antusias


Andika membawa Kia menuju ke tempat seharusnya mereka berada untuk acara yang sudah di rancang matang oleh Andika, namun tadi sempat tertunda dengan intermezzo Konyol mereka.


Andika mengambil sebuket bunga mawar merah tadi yang sempat di taruhnya di atas meja dan mulai berlutut di depan Kia.

__ADS_1


"Kiandra Alesha, Will You Marry Me?"


"Tidak!" Jawab Kia, Raut wajah Andika berubah mendengar jawaban Kia yang tidak seperti bayangannya.


"Why?" Tanya Andika lemah.


"Tidak sekarang maksudnya tapi nanti ketika aku lulus sekolah plus kuliah dulu,"


"Itu kelamaan sayang, kalau lulus sekolah boleh lah, kan hanya dua tahun lagi, tapi Lulus kuliah aku bisa jamuran menunggunya,"


"Pokoknya Lulus kuliah. Kalau kamu gak mau, Batal!" ucap Kia sambil tersenyum smirk.


"Jangan gitu dong sayang, aku keburu tua nih. Kamu gak mau kan di bilang nikah sama Om-Om nanti," bujuk Andika.


"Sama saja sayang, setelah lulus SMA saja ya, kan Kuliah bisa setelah menikah,"


"Aku pikir-pikir dulu deh, nanti aku kasih tau kamu kalau aku mau, sekarang kita makan yuk aku lapar banget nih," ajak Kia, Andika tertawa melihat apa adanya Kia, dia memang anak kecil tapi pemikirannya cukup dewasa di bandingkan usianya.


Selagi makan Kia teringat sesuatu yang sedari tadi ingin dia tanyakan ke pada Andika.


"Kak Dika, boleh nanya gak?"

__ADS_1


"Humm,"


"Kak Dika selama ini ke mana saja, kenapa meninggalkan aku tanpa kabar?"


"Sebenarnya aku tidak meninggalkan kamu Kia, aku sempat mau ngasih tau kamu namun kamu keburu mengusirku waktu itu, aku hanya melakukan perjalanan Bisnis saja,"


"Tapi kenapa Ibunya Kak Dika juga gak tau ke mana kak Dika pergi, apa Kak Dika juga gak ngasih tau Ibunya Kak Dika?"


"Iya, biar kamu bingung dan kangen sama aku," ucap Andika santai


"Ish kamu jahat, kamu tau gak tiada hari aku tanpa menangisi dirimu ternyata kamu hanya perjalanan Bisnis doang, hampir saja aku berdoa yang tidak-tidak tau gak,"


"Berdoa yang tidak-tidak?, kenapa?"


"Aku takut kamu punya gadis lain di luar sana dan melupakan aku. Kalau memang benar aku akan doàin kamu di sambar petir atau gak di tabrak kereta api biar kamu gak bisa di miliki oleh orang lain,"


"Waduh... kamu kalau cemburu ngeri juga ya, bagaimana jadinya kalau hal itu beneran kejadian tapi aku tak selingkuh?"


"Ya jangan lah, kalau tak selingkuh jangan sampai deh, amit-amit..." ucap Kia sambil mengetuk-ngetuk kepalanya.


Andika lagi-lagi tertawa dengan kepolosan Kia. Dia sangat senang kalau Kia bisa bersikap seperti biasanya walaupun dia tau kalau Andika adalah Badboy yang telah mengambil hatinya.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2