Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Hutang Penjelasan


__ADS_3

Acara lamaran dan makan-makan sudah selesai, Andika mengantar Kia kembali ke Aula desa. Mereka berjalan sambil bergandengan tangan sehingga membuat semua orang yang melihatnya merasa iri. Bagaimana tidak yang ceweknya cantik dan yang cowoknya sangat tampan, mereka sangat cocok seperti pasangan Romeo dan Juliet saja.


Di saat Kia dan Andika melewati gudang penyimpanan bahan makanan mereka berpas-pasan dengan Bryan dan Azka. Betapa hancurnya jati Azka melihat gadis yang dicintainya berjalan sambil berpegangan tangan dengan pria lain di hadapannya.


"Bro, Lo baik-baik saja kan?" tanya Brian spontan. Azka masih saja tidak melepaskan pandangannya ke arah dua insan yang masih saja bermesraan di hadapannya itu.


Tiba-tiba saja Andika menghentikan langkahnya dan berbalik melihat ke arah dua pemuda itu.


"Hey bukankah kalian itu seniornya Kia ya?" tanya Andika dengan nada ramah.


"Iya kak, kita senior sekaligus temannya Kia," jawab Bryan, Azka masih menatap tajam ke arah Andika.


"Apa kalian gak mau mengucapkan selamat untuk kita?" ucap Andika dengan senyum manisnya.


"Selamat? Selamat untuk apa kak?" tanya Bryan, Andika tersenyum ke arah Kia.

__ADS_1


"Selamat atas lamaran kita dong, apalagi," jawab Andika sambil menunjukkan jarinya Kia yang sudah memasang cincin dari dirinya. Bagai disambar petir wajah Azka memerah, dia tak menyangka kalau hari ini akan mendengar kabar yang sangat membuat hatinya hancur berkeping-keping.


"Oh iya, minggu depan datang ya ke acara pertunangan kita, ayo sayang aku anterin kamu ke Aula," Kia hanya menurut saja kemauan kekasihnya itu. Awalnya dia mau marah sama Andika karena tanpa seizinnya dia telah mengumbar tentang hubungan mereka, tapi ya sudahlah mungkin memang harusnya begitu agar Azka tidak mengharapkan dirinya lagi.


"Kak Azka, kak Bryan aku dan kak Andika pergi dulu ya, selamat kembali bekerja ya," ucap Kia lalu mereka berdua pergi dari sana.


Bryan melihat ke arah Azka dan menepuk bahunya. "Lo yang sabar ya Bro, ikhlaskan Kia dan lanjutkan hidup Lo," ujar Bryan, Azka menoleh ke arah Bryan dengan tatapan sini.


"Maksud lo apa Bry, lo mau gue  merelakan Kia begitu saja hah! Tidak Bry, gue akan memperjuangkan cinta gue dan sebelum janur kuning melengkung gue gak akan pernah menyerah." Azka kemudian pergi meninggalkan Bryan sendirian di sana. Bryan hanya bisa menggeleng-geoengkan kepalanya melihat kelakuan Sahabatnya itu.


Azka terlihat uring-uringan, dia meninju sebatang pohon yang berada tak jauh dari tempat itu sehingga mengakibatkan tangannya terluka dan berdarah.


"Aarrgghhh.... Kia walau bagaimanapun Lo harus menjadi milik gue, dan gue akan singkirin siapa saja yang memisahkan cinta kita." Azka merobek bajunya dan membungkus tangannya yang terluka. Sakit di tangannya tidak seberapa di bandingkan dengan sakit di hatinya melihat Kia bersama dengan Andika.


Sementara Andika sudah pamit pulang, dia akan kembali ke penginapannya. Kia masih saja menahannya di sana karena masih sangat merindukan Badboy-nya itu.

__ADS_1


"Kak Dika, jangan pergi dulu dong, aku kan masih ingin mengobrol sama kamu," rengek Kia.


"Sayang, kamu gak lihat yang lainnya pada bekerja, aku gak enak kalau gara-gara aku mengganggu kegiatan kamu, aku janji kalau nanti kamu sudah selesai dengan kegiatan kamu itu aku akan lebih sini lagi kok, aku juga mau mandi dulu nih, gerah." ujar Andika. Kia merasa berat kalau Andika meninggalkannya di sana tapi apa boleh buat apa yang di katakan oleh Andika ad benarnya juga. Mereka ke sana untuk menjadi Relawan tapi dia malah asik pacaran.


"Hey Kia, kemana aja sih lo? Dari tadi gue nyariin lo gak nemu. Ternyata asik pacaran di sini, Eh ini bukannya Kak Andika ya? Cie-cie, sejak kapan kak Andika ada di sini? Tau gak kak, Kia mewek-mewek loh saat kakak tinggalin waktu itu," ngadu Kimora.


"Kak Kim ngomong apaan sih, malu-maluin gue aja," ucap Kia sambil memelototkan matanya ke arah Kia.


"Oh ya, beneran sayang? Kasihan pacar aku eh calon Istri aku sedih karena jauh dariku, tapi aku suka kok karena itu artinya kalau dia sudah mencintai aku dengan sepenuh hati." goda Andika sambil menatap intens ke arah kekasihnya itu.


"Oh my God, sejak kapan nih kalian jadian, udah ayang-ayangan aja. Kayaknya gue ketinggalan banyak berita nih," Kimora kembali menggoda Kia. Kia lagi-lagi memelototkan matanya ke arah Kimora.


"Napa lihat-lihat, Lo hutang penjelasan sama Gue Kia, Oh ya kak gue pinjam Kia-nya dulu ya, mau di ajak kerja biar cepat selesai."


"Baiklah, sayang kalau begitu aku balik dulu ya, nanti aku akan ke sini lagi," pamit Andika, Kia hanya bisa mengangguk lemah. Padahal, Kia sangat berat kalau Andika meninggalkannya di sana. Tapi, apa boleh buat dia juga harus mengerjakan pekerjaan mereka agar semuanya cepat kelar.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2