
"Mana mungkin Ibu bercanda sayang, Ibu ini serius loh, suami ibu dan Ratna sudah bersahabat sejak kecil, Dulu mereka sudah sepakat akan menjodohkan anak-anaknya jika mereka memiliki Anak yang berpasangan, lagian Kamu jangan khawatir Andika bisa memenuhi semua kebutuhanmu kok," ujar Karin.
"Maaf Bu, ini baju ibu. Saya permisi dulu," ucap Kia berjalan terburu-buru meninggalkan Rumah itu namun ketika berada di depan pintu dia menabrak Seorang Pemuda tampan seperti baru pulang kuliah dengan penuh karisma yang baru saja masuk ke sana.
"Maafkan saya," ucap Kia lalu segera bergegas pergi dari sana tanpa melihat ke arah pemuda itu.
"Andika, kamu sudah pulang nak, kamu sudah melihatnya kan, bagaimana? Apa dia cantik dan sesuai dengan seleramu?" tanya Karin.
"Ma Come On, Dika sudah punya kekasih ma, Jangan pernah berpikir untuk melanjutkan perjodohan itu karena Dika tidak akan menerimanya.
"Diam kamu Dika, Kalau kamu tidak mau sama Kia kamu bawa pacar khayalanmu itu ke hadapan Mama, kamu ini di bilangin gak ngerti-ngerti, Mama ini sudah tua Dika, Mama hanya ingin menjalankan pesan Almarhum Papa Kamu nak, Apa kamu akan membuat Mama selalu merasa sedih seperti ini Dika," ucap Karin.
"Terserah Mama, yang penting Dika tidak akan pernah mau menikah dengan Gadis lain selain Sweet Girl," ucapnya lalu masuk ke kamarnya.
"Dika... mau kemana kamu, mama belum selesai bicara," Karin berteriak memanggil Putranya itu, dia sangat tidak tahu lagi apa yang harus di lakukannya, Dia ingin sekali melakukan apa yang menjadi Wasiat Almarhum Suaminya namun Putranya Dika tidak pernah mau menurutinya.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara Sweet Girl itu, Percuma aku merusak Ponsel Dika dulu kalau sekarang dia kembali berhubungan dengan gadis yang tidak jelas asal usulnya itu, Aku harus segera bertindak," ucap Karin
Di Jalanan Kia terlihat Ngos-ngosan, sejak keluar dari Rumah itu dia terus berlari, dia tidak menyangka kalau ibunya mengirimnya ke sana hanya untuk itu.
Kia berhenti dan duduk di sebuah Kursi taman yang tidak jauh dari sana.
Terlihat Kia memegang lehernya, Rasa haus karena berlari membuatnya susah berbicara.
"Apa-apaan sih Ibu, pantesan saja ada yang aneh dengan pelanggan satu itu. Biasanya pelanggan yang datang mengambil hasil jahitan, ini malah aku yang di suruh mengantarnya, ternyata eh ternyata ada gajah di balik batu, ini tidak bisa di biarkan, aku harus ngomong Face To Face sama Ibu," ucap Kia masih saja memegang lehernya.
Kia sumbringah karena melihat ada yang menyodorkan air mineral ke arahnya, dia langsung saja mengambil dan meminumnya dan pada saat dia mendongakkan wajahnya air yang ada di mulutnya menyembur tepat ke wajah seorang pemuda yang sangat di kenalnya, siapa lagi kalau Bukan Azka.
"Maaf... aku gak sengaja," ucap Kia sambil mengelap kasar wajah Azka dengan menggunakan tangannya sampai-sampai Azka tidak bisa bernafas karena tangan Kia menutup Hidungnya berkali-kali.
"HENTIKAN!!!!" Teriak Azka
__ADS_1
Seketika Kia berhenti dengan tangan masih menempel di wajah Azka.
"Lepasin tangan kasar lo dari wajah Gue," bentak Azka lagi, dengan Sigap Kia menarik tangannya.
Kia masih Mematung, dia sebenarnya merasa Lucu melihat wajah Azka yang acak-acakan karena ulahnya. Dia ingin tertawa akan tetapi dia takut melihat wajah dingin Azka.
"Sory, gue tidak sengaja ta..."
Belum selesai Kia bicara Azka sudah berbalik dan pergi dari sana dengan wajah kesalnya.
"Kak Azka tunggu!" Kia kemudian mengejar Azka. Azka terus saja berjalan menuju mobilnya tanpa mengubris panggilan Kia.
...Bersambung......
__ADS_1
Source : Pinterest