Berawal Dari Chatingan

Berawal Dari Chatingan
Jangan!


__ADS_3

Di perjalanan menuju rumahnya Kia, Kimora ketiduran karena kecapean. Dia bermimpi dia sedang bermain Game bareng Azka. Walau itu hanya mimpi akan tetapi dia merasa kalau Azka memang sedang berada di dekatnya, begitu dekat sehingga membuat hatinya semakin sedih. Tak terasa air mata kembali menetes di pipinya dalam tidurnya.


"Heh jelek, bangun Lo!" Kimora merasa seolah-olah Azka sedang bicara kepadanya. Air mata kimora semakin mengucur sampai dia tersentak karena sebuah tangan menarik hidungnya.


"Awwww! Sakit tau, siapa sih yang berani menarik hidung gue hah!" ucap Kimora sambil mengucek-ngucek matanya. Dia tidak tau itu mimpi atau nyata, Azka duduk di sebelahnya sambil menatap ke arahnya.


"Sudah bangun lo, sudah sana ke kamar, kebiasaan kali kalau tidur selalu di sofa, lo pikir gue kuat apa gendong lo ke kamar," ucap Azka. Kimora masih belum percaya dengan penglihatannya itu, dia masih saja mematung di tempatnya.


Kimora mencoba mencubit lengannya dan ternyata sakit.


"Ja ... Jadi ini bukan mimpi dong, ini beneran Lo Az? Lo masih hidup?"


"Heh oyen, Lo Do'ain gue mati ya, jahat banget sih lo, gue gak sebodoh itu kali bunuh diri karena seorang wanita," ucap Azka masih melanjutkan main game di ponselnya.


"Lo beneran Azka kan, Aaaaaa gue senang banget Az, gue pikir Lo sudah hiks... hiks..." Kimora langsung memeluk Azka sambil menangis. Azka jadi heran melihatnya.


"Lo kenapa sih Kim, aneh deh. Sudah sana tidur lagi di kamar, gue mau main game di sini," Suruh Azka.


"Lo benaran masih hidup kan Az, gue senang banget hiks.. hiks..." Kimora memegang wajah Azka, dia masih tidak percaya kalau kejadian tadi hanyalah mimpi belaka.


"Apaan sih Lo Kim, kenapa Lo kek gini sih? gue masih sehat gini malah di tanya masih hidup, stres ni anak. Sana masuk kamar, ganggu aja gue mau main game lo," Azka benar-benar bingung melihat sikap Kimora sedangkan Kimora benar-benar bersyukur karena ternyata kematian Azka hanya ada dalam mimpinya saja.


Kimora beranjak menuju ke kamarnya. Dia sangat bahagia karena semuanya tidak kejadian.

__ADS_1


Sementara Kia masih berada di rumah Andika. Dia sedang duduk berduaan dengan Andika di gazebo belakang rumah Andika. Kia masih belum nyangka kalau dia sekarang sudah jadian dengan Badboy yang sangat dicintainya apalagi sebentar lagi dia akan bertunangan dengannya.


"Sayang, kamu kok duduknya jauhan gitu, sini dong dekat sama aku." Kia melihat ke arah Andika yang sedang tersenyum manis ke arahnya.


"Enggak ah, malu," ucap Kia masih menundukkan wajahnya.


"Eh, sejak kapan kamu bisa malu begitu, biasanya juga malu-maluin,"


"Ish, kak Dika ngeledek aku ya," Kia hendak memukul Andika tapi malah Andika menangkap tangan Kia dan mengukungnya. bibir mereka hampir saja bertemu tapi...


"Heem! " Suara orang berdehem yang berasal dari arah pintu mengagetkan mereka.


"Sepertinya kita harus segera menikahkan mereka deh Jeng, lihat mereka sudah gak sabaran lagi," ucap Ratna.


"Ibu, apaan sih. Kia gak mau cepat-cepat menikah. Kia kan masih sekolah Bu," rengek Kia.


"Kak Dika apaan sih, pokoknya gak ada nikah-nikahan, kalau tidak kita putus," ucap Kia.


"Jangan dong, nanti bagaimana nasib aku tanpa kamu sayang?"


"Bodo! "


"Ya sudah deh, nanti kalau kamu sudah lulus sekolah baru kita nikah." Andika mengalah. Dia tau kalau berdebat dengan Kia dia gak bakalan menang, lebih baik mengalah untuk meraih kemenangan.

__ADS_1


"Gak ada, nikah setelah aku lulus kuliah," ucap Kia.


"Sayang..., lama dong. Sesudah Lulus sekolah saja ya, please!" Andika merengek kayak anak kecil yang sedang meminta mainan dari ibunya.


"Sudah-sudah, Mama dan Jeng Ratna sudah memutuskan kalau kalian akan menikah setelah Kia lulus sekolah titik, gak ada perdebatan lagi. Kasihan Andika yang umurnya semakin lanjut, jadi Kia harus mau. Tapi kalau kalian masih saja seperti tadi kita gak akan menunggu saat itu tiba, kita akan menikahkan kalian sesegera mungkin agar tidak menimbulkan dosa," ujar Karin.


"Iya betul, Saya juga setuju dengan usul Jeng Karin, lebih baik mereka kita nikahkan dari pada kebablasan sebelum menilai," tambah Ratna, terlihat sekali Andika tersenyum penuh kemenangan karena ucapan kedua ibu-ibu mereka.


"Yes!" Andika kegirangan mendengar ucapan mereka, dia menatap genit ke arah Kia.


"Apaan sih kak Dika, pokoknya mulai hari ini kak Dika gak usah nemuin aku lagi, aku mau fokus belajar dulu. Aku gak mau ya di nikahin besok karena kak Dika nempel mulu." Kia tidak mau kalau itu terjadi, dia langsung memberi ultimatum kepada Andika.


"Beneran Nih, nanti nangis! " ujar Andika


"Iya, ini beneran loh kak Dika, untuk sementara kita gak boleh ketemu dulu," ujar Kia.


"Cius nih? Apa kamu gak bakalan kangen sama wajah tampan aku ini sayang?"


"Gak! "


"Oke kalau begitu, Besok aku akan kembali ke Luar negeri ya,"


"Jangan!" Kia reflek teriak, dia tidak mau kalau Andika kembali pergi jauh darinya.

__ADS_1


"Ha ha ha," Mereka semua tertawa melihat reaksi Kia ketika Andika mengatakan kalau dia akan pergi jauh. Kia merasa malu kepada Para ibu-ibu tersebut. Dia memang menginginkan mereka berdua tidak bertemu tapi kalau Andika kembali lagi ke Luar Negeri dia tidak setuju. Walau demikian Kia juga tak sanggup berpisah apalagi LDR-an.


Bersambung....


__ADS_2