
"Biasanya apa??" Tanya Ratna dengan tampang Garangnya.
"Biasanya wajahnya kayak harimau mau nerkam hahaha..."
"Kamu ya sudah ibu maafin malah ngelunjak," ucap Ratna sambil menjewer telinga Kia.
"Aduuh.... Bu Ampun Bu... enggak lagi Bu... sakit!"
Kia hanya berakting saja padahal Ratna tidak sepenuh hati menjewer telinganya
"Lebay kamu, Sudah makan dulu sana, habis itu tolong anterin makanan ini buat nak Andika." Suruh Ratna
"Haah... lagi?"
"kenapa kamu sampai kaget begitu sih sayang,"
"Dia kan punya pembantu Bu, kenapa harus kita yang kasih makan dia sih," ujar Kia.
"Kia sayang, Andika itu tidak bisa makan sembarangan nak, Karin tadi telfon ibu dan menyuruh Ibu membuatkan makanan kesukaan Andika," ucap Ratna, padahal itu hanya rencana mereka saja agar Kia lebih akrab dengan Andika.
__ADS_1
"Enggak mau Bu, Tadi pagi aku ketemu sama dia hidung aku jadi begini, nanti bisa-bisa leher aku yang patah bu, pokoknya aku gak mau antar makanan lagi buat dia titik," ujar Kia
"Ya Sudah kalau tidak mau, Ponsel kamu akan ibu sita, kamu pilih mana?" ancam Ratna sambil memperlihatkan ponsel Kia yang ada di tangannya.
"Ibu! Ngancamnya gitu deh, iya~iya aku mau nganterin Makanan itu buat Si kepala Unta tapi kasih dulu ponsel Kia Bu," Rengek Kia
"Eit... tidak bisa, kamu anterin dulu makanannya, setelah kamu pulang baru Ibu akan kasih ponsel ini, dan Ingat kamu harus pastikan Kalau nak Andika memakan makanan itu kalau tidak kamu gak boleh pulang," ujar Ratna
"Yach kok gitu sih Bu," ucap Kia memberengut kesal sambil menyendokkan kasar nasi ke mulutnya.
"Ya sudah cepat habiskan nasinya lalu kamu antarkan Makanan buat Nak Andika" ucap Ratna lalu kembali ke ruang menjahitnya.
"Sialan tuh Andika, ngerepotin saja kerjaannya, Awas ya kamu akan aku kerjain kamu nanti," ucap Kia dengan serigainya.
Kia membuka makanan yang di buat ibunya untuk Andika lalu mengaduk-ngaduknya.
"Ooo jadi ini makanan kesukaannya, kok bisa sih pria tampan seperti dia sukanya semur Jengkol, iiih gak banget deh," ucap Kia kembali menutup kembali wadah itu.
Setelah makan Kia bersiap-siap pergi, dia berpenampilannya biasa saja dengan Rambut Khasnya yang di cepol dua sehingga membuatnya nampak semakin imut saja.
__ADS_1
Kia mengambil tas kecilnya dan kemudian menuju ke Ruang Kerja Ibunya.
"Bu minta uangnya dong, buat naik Angkot," Ratna mengambil dompetnya dan memberikan Uang sepuluh ribu untuk Kia.
"Loh kok sepuluh ribu sih Bu, kurang ni Bu! Ini mah hanya cukup buat pergi saja, pulangnya Kia gimana Dong?"
"Pulangnya kamu minta anterin nak Andika saja kalau enggak mau yach terpaksa deh kamu pulang jalan kaki,"
"Aduuh Bu, kenapa ibu tega banget sama anak ibu yang cantik ini, bisa gempor kaki Kia kalau harus jalan kaki, ibu mah kebangetan itu namanya,"
"Makanya kalau gak mau pulang jalan kaki, kamu rayu dong Andika biar mau nganterin kamu, kalau begitu kan kamu gak bakalan capek Kia," ucap Ratna lagi sambil masih mengerjakan pekerjaan menjahitnya.
"Ya udah deh, Kia pergi dulu ya Bu, Assalamuàlaikum!" ucap Kia sambil menyalami Ibunya.
"Waàlaikumsalam!"
Kia pun berjalan dengan langkah gontai sambil memikirkan bagaimana caranya nanti dia pulang tanpa harus meminta si kepala Unta mengantarkannya.
"Hadeuh pusing pala aku mikirinnya, ya udah deh mending aku pergi saja dulu nanti baru mikirin cara pulangnya, lagian ibu ada-ada saja kasih uang hanya cukup ongkos pergi saja, sungguh tega dirimu Furgoso," ucapnya lalu menyetop sebuah angkot yang melaju ke arahnya.
__ADS_1
...Bersambung......