
"Ini gimana ceritanya, hari sudah semakin sore dan walaupun aku lanjutin perjalanan juga tidak akan keburu, apa aku pulang saja ya, tapi bagaimana dengan baju ini, pemiliknya mau memakainya besok lagi. Aduuuh... bagaimana ini, aku kok semakin bingung sih," keluh Kia
Di saat Kia masih kebingungan seperti itu sebuah Mobil Sport berhenti tepat di hadapannya, kaca mobil itu turun dan terlihat wajah tampan yang tidak asing di mata Kia.
"Lo ngapain duduk di situ?"
"Kak Azka!!!" Kaget Kia, dia segera bangkit lalu berjalan menghindari Azka. Namun dia kembali berhenti dan berbalik ke arah Mobil Azka.
Tanpa bicara Kia masuk ke dalam Mobil Azka, dan menatap ke depan. Azka kaget ketika Kia masuk ke mobilnya, dia tadi hanya bertanya saja karena melihat Kia duduk di situ sendirian.
"Loh kenapa Lo masuk ke Mobil Gue sih," tanya Azka, Kia menoleh ke arah Azka
"Bukankah kak Azka mau mengantarkan aku ya," tanyanya Heran.
"Siapa yang mau ngaterin Lo hah, Gue hanya nanya kenapa Lo duduk sendirian di Trotoar,"
Kia mengingat kembali kejadian tadi, benar juga yang di katakan Azka, tadi dia hanya bertanya dan tidak menawarkan tumpangan, sebenarnya Kia sangat malu namun sudah terlanjur, jadi dia mempergunakan kesempatan itu untuk menjadi solusi permasalahannya.
"Emang iya, kok aku lupa ya, karena Aku sudah di Mobil kakak, jadi kak Azka harus ngaterin aku ke tujuan," ucap Kia
"Enak aja Lo, keluar gak Gue masih banyak urusan," ujar Azka
__ADS_1
"Enggak mau, pokoknya Kak Azka harus ngaterin aku," ucap Kia sambil berpegangan di pengangan mobil yang berada di samping atas pintu mobil itu.
"Keluar gak, Gue sudah telat nih,"
"Enggak!!!"
Azka menyapu wajahnya kasar, dia menyesal kenapa tadi harus berhenti dan bertanya, mau tidak mau dia harus mengantar Kia ke Tujuannya.
"Ya sudah Lo mau ke mana?" Tanya Azka mengalah.
"Nah gitu dong, Anterin Aku ke Alamat ini kak," ujar Kia lalu menyerahkan secarik kertas kepada Azka, Azka melihat dan tersenyum karena alamat itu searah dengan jalan menuju ke Taman.
"Pakai Seatbelt nya," suruh Azka, Kia mengerutkan keningnya.
"Hadeuh sungguh merepotkan," ucap Azka lalu mendekatkan tubuhnya ke arah Kia, Kia kaget dan segera memukul Azka.
"Aaaa Dasar mesum, plaak.. plak..." tanpa aba-aba Kia langsung menampar Azka, Azka kaget dengan apa yang di lakukan oleh Kia.
"Heh kenapa Lo gampar Gue hah," bentak Azka kesakitan
"Kak Azka Mesum tau gak,"
__ADS_1
"Siapa yang mesum sih?" Tanya Azka semakin bingung
"Terus kenapa kak Azka mendekat ke aku, pasti kak Azka mau nyium aku kan," ucap Kia dengan tak kalah tinggi.
Pletak...
Azka menjitak kepala Kia, Kia meringis kesakitan.
"Otak Lo tuh yang mesum, Gue mau masangin Seetbelt nya tau gak,"ujar Azka kesal sambil menunjuk ke arah Seatbeltnya
"Emang iya?" Ucap Kia Cengengesan. Azka mendengus kesal, dia memegang pipinya yang kena tampar oleh Kia tadi, sudah dua kali tangan Kia menamparnya di tempat yang sama, malah tenaganya sangat kuat sehingga meningalkan bekas di pipi mulus Azka.
"Dasar gadis aneh," guman Azka yang masih di dengar Oleh Kia, Kia menoleh ke arahnya.
"Kakak bilang aku aneh, kakak Tuh yang aneh, Dasar Es Balok," ucap Kia kembali melihat ke depan.
"Eeeughhh... kalau bukan lagi buru-buru ogah Gue anterin lo," ucap Azka menghidupkan mesin mobilnya lalu melajukannya ke alamat Rumah Yang berada di Kertas itu.
Mobil berhenti tepat di depan sebuah Rumah besar yang mempunyai Gerbang tinggi berwarna hitam. Kia melihat Rumah itu dengan tatapan takjubnya.
"Apa benar ini rumahnya?" Tanya Kia
__ADS_1
...Bersambung......