
Karena Kaget Andika Reflek bangkit dari tidurnya dan kepalanya menabrak hidung Kia.
"Awww..." pekik Kia kesakitan, Kia langsung memegang Hidungnya.
"Lo siapa? Kenapa Lo ada di kamar Gue Hah?" Andika sangat Murka kerena mengetahui kalau ada orang lain yang masuk ke kamarnya selain Dia dan Mamanya.
Kia belum menjawab, dia masih kesakitan dan merasakan pusing di kepalanya.
"Pergi lo dari sini," bentak Andika namun bukannya pergi Kia malah jatuh kembali menimpa tubuh Andika sehingga Andika semakin kaget di buatnya.
Andika menyingkirkan Kia dari tubuhnya dan dia kaget ketika melihat kalau Hidung Kia berdarah.
Andika mulai menusuk-nusuk pipi Kia menggunakan jari telunjuknya akan tetapi Kia tidak bangun juga, Andika akhirnya mengoyang-goyangkan tubuh Kia namun masih tidak ada reaksi dari Kia. Andika semakin panik dan berteriak memanggil Pembantunya.
"Bik Inah... Bik Inah...," teriaknya, Bik Inah yang sedang sarapan sampai Kaget dan segera menuju ke kamar Tuannya.
"Iya Den, ada apa?" Tanya Bik Inah
"Astaghfirullah Den, Non Kia Aden apain sampai begini?" Tanya Bik Inah Refleks, Andika memelototkan matanya ke arah Bik Inah dan Bik Inah menangkup mulutnya yang bawel itu.
__ADS_1
"Maaf Den, Bibik kaget melihat Kondisi Non Kia, Non Kia kenapa sampai berdarah gini sih?" Tanya Bik Inah meralat ucapannya.
"Bik tolong Hubungi kevin dan suruh kemari secepatnya," titah Andika.
"Maksud Den Andika Dokter Kepin ya?" Tanya Bik Inah
"Iya Bik, siapa lagi? Cepat Bik aku tidak mau anak orang mati di kamarku," ujar Andika.
"Baik Den," ucap Bik Inah hendak pergi namun Andika menghentikannya.
"Eh Bibik mau ke mana?" Tanya Andika
"Memangnya Bibik tau nomor telfonnya,"
"Enggak," jawab Bik Inah dengan polosnya
"Bibik gimana sih, Bibik jagain dia biar aku yang menghubungi Kevin." Andika bangkit lalu menyambar ponselnya dan menelfon Kevin.
"Halo Vin, Lo ke rumah Gue sekarang juga, ada yang sakit, cepat ya," ucap Andika lalu memutuskan sambungan telfonnya dan kembali ke kamarnya untuk melihat Keadaan Kia.
__ADS_1
"Bagaimana Bik, apa dia masih bernafas?"
"Dia cuma pingsan Den, tapi sepertinya Hidungnya cedera Den, Bibik ambilkan handuk dan Air hangat dulu buat mengompresnya," Bik Inah pergi dari kamar Andika.
"Apa gadis ini yang mau di jodohin sama Gue, cantik sih tapi mesum, bisa-bisanya dia mencium Gue apalagi kalau bukan mesum namanya," ucap Andika masih memandangi wajah Cantik Kia.
"Tak lama Bik Inah kembali dengan membawa sebuah Baskom yang berisikan air hangat, perlahan Bik Inah mengompres Hidung Kia sampai akhirnya Kevin datang dengan memakai seragam serba Putih khas seorang Dokter.
"Lo sakit Bro, kenapa manja sih sampai Lo menyuruh Gue datang ke sini, kenapa gak Lo saja yang ke Klinik Gue?" Baru datang Kevin sudah nyerocos saja kayak petasan cabe.
"Bukan Gue yang sakit, tapi noh..," tunjuk Andika ke arah Kia yang terbaring di kasurnya.
"Wow selera Lo cakep juga ya Bro, dapat di mana lo cewek cantik begini, masih muda lagi, lo apain sih dia sampai pingsan begini,"
Pletak....
Andika menjitak kepala Kevin, Kevin adalah sahabatnya dari SMP, dia sekarang sudah menjadi seorang Dokter umum di sebuah Rumah sakit swasta yang ada di Kota tersebut.
"Otak lo tu ya, selalu saja mikir jelek sama Gue, Gue gak tau tiba-tiba saja dia sudah ada di kamar Gue dan pakai nyium gue lagi. Lo urus deh Tu bocah, Gue mau mandi dulu, bikin pusing saja," ujar Andika segera masuk ke dalam kamar mandinya.
__ADS_1
...Bersambung......