
Keesokan paginya Lucas dan Fang yin sudah tidak ada, wajah Flavia nampak terlihat kesal. Cedric dan Lily memperhatikan hal itu. Cedric mengambil tangan Lily dan mengajaknya ke taman.
"Apa kau memiliki ide agar Mama dan Papaku bisa berbaikan," ujar Cedric yang menganggap Lily selalu bisa diandalkan.
"Emm ..." Lily nampak berpikir sejenak lalu berkata, "Ada ide."
"Apa?" tanya Cedric.
"Sini," jawab Lily sembari membisikan sesuatu kepada Cedric.
"Ah ya begitu saja," ujar Cedric setuju.
"Ok," ujar keduanya sambil tos.
Cedric pun mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Felix, "Pa ... emmm ... Paman aku perlu bantuanmu," pinta Cedric.
Meski sedikit kecewa sudah tidak di panggil Papa lagi. Namun, itu tidak menyusutkan rasa sayangnya kepada Cedric, "Mau buat onar apalagi kali ini?" tanya Felix.
"Ah Paman ..." jawab Cedric sambil terkekeh.
"Paman bisakah kau membajak ponsel Papa dan Mama!" pinta Cedric.
"Membajak untuk apa?" tanya Cedric sambil menyesap kopinya.
"Mengirimkan pesan cinta," jawab cedric.
Felix pun tersedak kopi yang sedang dia minum, "uhuk, uhuk, uhuk."
"Pesan cinta, apa Paman tidak salah dengar?" tanya Felix.
Cedric pun menceritakan rencananya, karena terlalu sayang dengan Cedricnya pada akhirnya Felix pun setuju meretes ponsel Eryk dan Flavia. Mengendalikan segala pesan di ponsel kedua orang itu.
Lily memberi ide agar menyadap ponsel kedua orang tua Cedric, dan itu betul-betul dikerjakan melalui bantuan Felix.
"Pesan pertama, katakan kepada Papa jika Mama merindukannya," ujar Cedric sambil tertawa nakal.
__ADS_1
"Ok," jawab Felix.
Felix mulai meretes ponsel Flavia dan Eryk, pada saat ini dia menjadi pihak ketiga. Dia melakukan cara deskripsi dengan caranya sendiri untuk mengganggu sistem Enkripsi.
Enkripsi adalah sebuah cara yang sangat efektif untuk melindungi data dan informasi dengan cara melakukan pengacakan data atau informasi sehingga pihak lain tidak dapat membaca data tersebut. Supaya dapat membaca informasi tersebut maka diperlukan tindakan Dekripsi, yang merupakan kebalikan dari enkripsi.
Hanya diminta meretes ponsel saja, maka hal yang sangat mudah bagi Felix. Bahkan dia melakukannya sambil memasak mie instan. Dia pun tersenyum, "Berhasil ujarnya."
Di rumah sakit jiwa, Eryk nampak tersenyum ketika membaca pesan "Rindu."
Felix juga mengirimkan pesan yang sama kepada Flavia sesuai arahan Cedric. Flavia belum membaca karena sedang merangkai bunga. Ketika membacanya hatinya pun langsung seperti bunga-bunga yang sedang dia rangkai, semua terasa indah.
Hari ini Eryk dan Fang Yin pergi ke rumah sakit lagi, karena menerima laporan jika Nyonya Fang terus menerus menangis mencari bayinya. Berteriak jika ada yang ingin membunuh bayinya.
Eryk mendekati Nyonya Fang dengan lemah lembut, dia memegang tangannya seraya berkata, "Tidak ada yang akan menyakiti bayi Nyonya."
Nyonya Fang menarik tangannya dari genggaman Eryk, dia pun menutupi wajahnya karena merasa takut, Fang Yin pun mulai menangis, "Ma ..." panggilnya.
Eryk menarik kedua tangan Nyonya Fang, "Lihatlah, ini adalah bayimu. Sekarang dia sudah bertumbuh dewasa," jelas Eryk.
Nyonya Fang memandangi Fang Yi, lalu segera menariknya dan memeluknya, "Jauhi dia ..., pembunuh, pembunuh," teriak histeris Nyonya Fang lagi.
"Tuan sebaiknya kau keluar, pada saat ini kau telah menjadi pemicu stress bagi Nyonya Fang," ujar salah satu perawat.
Eryk pun patuh keluar dari kamar isolasi, saat ini hanya Fang Yi yang bisa menenangkan ibunya. Eryk pun duduk menunggu di cafetaria Rumah sakit. Tak berapa lama Fang Yi pun menghampiri Eryk.
"Ini minumlah," ujar Eryk seraya menyodorkan minuman bersoda dingin kepada Fang Yi.
"Terima kasih," ujar Fang Yi seraya meminum minuman sodanya.
"Apa kau memiliki petunjuk lain?" tanya Eryk.
"Yang aku ingat kami dulu sering berpindah-pindah tempat tinggal, sampai aku dewasa barulah ibu berani membawaku kembali pulang ke tempat ini," jawab Fang Yin.
"Apa Paman Lin mengancam Nyonya Fang?" pikir Eryk lagi.
__ADS_1
Eryk mengambil ponselnya dan menghubungi salah satu koleganya, seorang pskiatri terkenal. Psikiatri adalah cabang ilmu medis yang mempelajari tentang cara diagnosis, pengobatan, dan pencegahan gangguan jiwa, emosional, hingga perilaku. Seorang dokter yang telah selesai menempuh pendidikan spesialisasi dalam bidang psikiatri dikenal dengan sebutan psikiater.
Secara garis besar, psikiater adalah dokter, sedangkan psikolog bukan dokter. Psikiatri adalah ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan jiwa, sedangkan psikologi adalah ilmu non-kedokteran yang mempelajari perilaku dan perasaan seseorang. Meski berbeda latar belakang, keduanya saling melengkapi.
Psikiater adalah seorang dokter spesialis khusus dalam diagnosis dan pengobatan penyakit mental. Seorang psikiater bisa memberikan psikoterapi dan obat-obatan untuk mengobati kecemasan atau stres yang sedang dialami.
Psikiater bisa membuka sesi terapi psikologis sekaligus meresepkan obat, termasuk check-up umum seperti pemeriksaan fisik dan tes laboratorium. Eryk menginginkan agar temannya itu memberikan terapi hipnotis kepada Nyonya Fang, agar bisa mengetahui memori yang tersimpan di alam bawah sadarnya.
Psikiater memiliki kewenangan untuk melakukan psikoterapi dan terapi dengan obat-obatan untuk pasiennya. Hipnoterapi adalah salah satu jenis pengobatan alternatif yang menggunakan imajinasi alam bawah sadar untuk membantu mengatasi berbagai masalah, seperti mengatasi stress, mengatasi kebiasaan merokok, dan lain-lain.
Eryk menutup sambungan ponselnya, lalu berkata kepada Fang Yin, "Apa berkeberatan jika aku menggunakan cara ini kepada ibumu?"
Fang Yin nampak berpikir sesaat, lalu menjawab, "Tidak ..."
"Bagus, selama terapi aku ingin kau menemani Nyonya Fang. Karena biasanya sesi terapi ini akan memakan waktu selama dua sampai tiga jam," jelas Eryk.
"Aku ingin kau mengundurkan diri dari pekerjaanmu," ujar Eryk lalu dia memberikan penawarannya, "Semoga isi dalam kartu ini cukup untuk kebutuhanmu, dan setelah sesi terapi selesai kau bisa bekerja di Grup Lin."
Fang Yin mengambil kartu itu, dalam hati dia juga ingin semua pertanyaan dia dari dulu bisa terpecahkan dan terjawab melalui terapi ini.
Selesai mengantar Fang Yin, Eryk kembali ke Villa. Langkahnya nampak terhenti ketika dia melihat di sekelilingnya banyak rangkain bunga mawar. Bahkan ketika dia masuk ke kamarnya pun, ada rangkaian bunga yang manis di sudut kamarnya.
Pada saat ini Cedric pun masuk ke kamar Papanya itu, "Bagus tidak Pa, rangkaian bunga Mama?"
"Ini Mama yang buat?" tanya Eryk.
"Iya," jawab Cedric sambil tersenyum tampan.
Wajah Eryk bersemu merah, teringat sebelumnya dia membaca pesan 'rindu' lalu sekarang Flavia meletakan rangkaian bunga yang indah di kamarnya.
"Di mana Mama?" tanya Eryk.
"Di dapur, memasak makanan kesukaan Papa," jawab Cedric lagi.
Sebelumnya Cedric dan Lily merengek meminta kepada Flavia agar memasak menu-menu masakan kesukaan dia dan juga kesukaan Lily. Kedua kawan baik itu pun menyebutkan makanan-makanan kesukaan Eryk.
__ADS_1
"Wuah benarkah, Mama memasakan makanan kesukaan Papa?" tanyanya.
"Emm ... jika tidak percaya ayo kita lihat ke dapur," ajak Cedric kepada Papanya itu.