BLUE MOON

BLUE MOON
PENGAWAL BAYANGAN


__ADS_3

Dalam beberapa hari keadaan semakin memanas di dalam maupun di luar  keluarga Lin dan Grup Lin.  Dan, ini membuat Eryk menjadi pulang larut malam, dia benar-benar bekerja keras untuk menstabilkan Grup Lin.


Eryk harus terbang ke dalam dan luar negri demi menjaga kestabilan Grup Lin.  Pada saat ini dia dan Paman Lin sedang bertarung menunjukan kekuasaan masing-masing. Meski generasi muda bukan berarti Eryk tidak mengerti soal bisnis, dan lagipula darah Papanya mengalir di nadinya, sudah tentu dia bisa mengimbangi gerakan paman Lin.


Eryk masuk ke dalam rumah utama, lalu berjalan ke ruang tamu dan merebahkan dirinya begitu saja ke sofa besarnya. Merasa lelah dia pun memejamkan matanya, Flavia yang mendengar deru suara mobil langsung saja turun ke bawah.


Flavia beralan perlahan ke ruang tamu, dan mendapati Eryk sedang terpulas. Flavia perlahan bersimpuh di sisi Eryk dan memperhatikan wajah lelah Eryk.  Dia mengulurkan tangannya, merapihkan rambut tuan muda Lin yang sedang terpulas itu.


Tiba-tiba saja Eryk membuka matanya, lalu tersenyum dan, menarik tangan Flavia. Menarik tubuhnya sampai bisa dipeluk olehnya, “Hmm … harum sekali,” ujarnya.


“Biarkan aku memelukmu seperti ini, sebentar saja!” pinta Eryk yang semakin erat memeluk Flavia karena calon istrinya itu sedikit berontak.


Medengarkan detak jantung Eryk, akhirnya Flavia pun sedikit tenang, membiarkan pria itu memeluk dirinya sebentar. Tapi, malah mereka pada akhirnya tertidur sampai pagi. Tidur mereka yang nyeyak dibuyarkan oleh suara renyah Cedric, “Pa … Ma …” panggilnya.


Cedric tersenyum senang seperti baru dapat lotre kemenangan ketika melihat Mama dan papanya tidur bersama di sofa saling berpelukan.  Flavia langsung saja berdiri seraya merapihkan rambut panjangnya karena gugup.


“Oh ya ampun,” ujarnya flavia dalam hati.


Eryk terbangun dengan wajah tersenyum, tidurnya malam tadi sangat-sengat nyenyak. Flavia bagaikan obat mujarab bagi tubuh dan hatinya. Pagi ini dia merasa sangat bersemangat, lalu ikut bangun dari sofanya.


Eryk pun langsung menggendong Cedric dan meciumnya, “Sarapan dulu saja, Mama dan Papa akan bersiap lalu mengantarmu ke sekolah,” ujarnya.


Flavia pun segera berlari kecil masuk ke kamarnya, “Ya ampun  semalaman tidur sambil memeluknya,” pikir Flavia sambil mengetuk-ngetuk kepalanya dengan pelan.


Eryk selama mandi sampai dengan berpakaian, tidak henti-hentinya bersiul karena merasa senang.  Malam tadi dia tidur sampai pagi dengan saling berpelukan dengan Flavia.  Siapa yang hatinya tidak senang, hal yang diidam-idamkan lama, dikabulkan semalam.


Ketika Eryk dan Flavia masuk ke dalam ruang makan, Cedric telah selesai makan pagi bersamanya Nyonya Lin. Naga kecilnya mereka itu pun turun dari kursi dan berkata, “Pa, Ma, hari ini aku akan berangkat ke sekolah sendiri saja,” ujar Cedric.


“Papa antar mama saja ok,” ujarnya lagi seraya mengedipkan matanya.

__ADS_1


“Nenek, aku pergi ke sekolah. Nanti kita bermain lagi ok,” ujar Cedric seraya mencium pipi Nyonya Lin.


Pelayan pun mendorong kursi roda Nyonya Lin. Mengantarkan Cedric sampai halaman rumah. Eryk dan Flavia makan pagi berasama. Pada saat ini kepala pelayan masuk dan memberikan berkas kepada Flavia.


“Ini pilihlah, kau ingin pernikahan yang seperti apa?” ujar Eryk seraya menyesap jus jeruknya.


“Pernikahan,” ujar Flavia.


“Bukankan kau berjanji akan menikah denganku, setelah huru hara ini selesai,” ujar Eryk dengan nada yang tenang.


“Apa kau sudah membereskan semuanya?” tanya Flavia lagi.


“Aku akan segera membereskannya,” janji Eryk.


Eryk menemukan para saksi yang dilempar ke penjara oleh Paman Lin, ini juga termasuk kartu utama kemenangan dia. Pada hari ini dia berpakaian dengan sedikit berbeda, terlihat lebih rapih dari sebelumnya.


Eryk merangkulkan tangannya ke pinggul ramping Flavia seraya berkata, “Aku akan mengantarmu,” ujarnya.


“Ada yang bilang darah lebih kental dari air. Tapi juga ada orang bijak bilang Biarkanlah keadilan dijalankan, walaupun dunia binasa. Hati nurani adalah suatu badan keadilan yang keputusannya tidak dapat dibanding. Kami keluarga Lin memilih untuk menegakan keadilan meskipun pada keluaga sendiri,” ujar lantang Eryk.


Dalam jumpa pers itu, Eryk juga mengatakan jika Paman Lin akan dijerat dengan pasal lain, perencanaan pembunuhan. Sontak saja ini menjadi berita viral di media sosial maupun di kalangan dunia bisnis.


Flavia melihat jumpa pers itu dari telivisi yang ada di ruang kerjanya, “Pantas saja dia berpakaian sangat rapih hari ini,” pikirnya.


Flavia pun tersenyum, sikap Eryk sudah seperti apa yang dia inginkan, dia pun mulai membuka berkas-berkas yang tadi Eryk berikan kepadanya, dia sudah mulai menyiapkan pernikahannya. Ponsel Flavia menerima pesan masuk dari Eryk, “Apa aku terlihat keren?”


 Flavia pun tersenyum ketika membaca pesan itu, lalu dia membalas dengan mengirimkan foto yang dia pilih sebagai tempat berbulan madu.  Mleihat itu, Eryk sampai tersandung-sandung. Jika Asisten He tidak sigap menangkap tubuhnya itu, maka dia pasti akan terjatuh.


“Ah ya ampun,” ujarnya sambil sedikit tertawa.

__ADS_1


“Aku akan menjemputmu, kita pilih cincin pernikahan kita,” Eryk membalas pesan Flavia.


Keduanya pun terrsenyum bersamaan meski tidak sedang berdekatan. Namun, detak jantung mereka merasakan senang yang sama.


Pada siang hari Ketika  Mobil yang membawa Cedric, pada saat ini  tengah di buntuti. Mobil Cedric diapit di sebelah kiri dan kanan. Pesan dari tuan mereka sangat jelas, Cedric hari ini harus mati.


Sudah jelas Paman Lin tidak mau kalah, Jika dia kehilangan dunianya maka Eryk juga harus kehilangan dunianya.  Supir yang membawa Cedric sedikit kesulitan melawan 4 mobil yang menguntit mereka.


“Tuan kencangkan sabuk pengamanmu!” perintah supir yang membawanya.


Cedric pun patuh dan langsung mengencangkan sabuh pengamannya, dia melihat dari kaca spion dan mengamati sekeliling, ada empat mobil yang sedang mengunci mobil mereka, “Tuan merunduklah!” perintah si supir lagi.


Cedric pun mematuhi perintah supirnya itu, yang merasa khawatir jika ada yang sedang mentargetkan tuan mudanya itu, “Tutup kedua matamu!” perintah si supir lagi.


Supir itu tidak ingin Cedric mengingat kejadian buruk ini, karena itu dia meminta Cedric untuk menunduk dan menutup kedua matanya.  lengan supir yang membawa Cedric tertembak,mau tak mau mobil itupun menepi.


Pada saat ini beberapa pria berbaju hitam langsung melompat dengan gesitnya, sambil menodongkan pistol ke depan kaca mobil. mereka adalah pasukan bayangan milik Klan naga hitam. Tugasnya mengawal dan melindungi orang-orang penting dalam Klan naga hitam. Menjadi perisai hidup.


Melihat tatapan dingin dari kedua mata yang wajahnya tertutup oleh kain penutup hitam itu, sungguh membuat yang di dalam mobil merasa sedikit takut.  Ketua pengawal bayangan ini adalah asisten He.


✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️✅️


DUKUNG dengan Vote, like, komen dan Tap tanda love, favoritkan ya


JANGAN LUPA VOTE-nya Gaes


 


__ADS_1


 


__ADS_2