BLUE MOON

BLUE MOON
MENEMBUS HATINYA


__ADS_3

Wajah keduanya terasa begitu dekat, lily belum bisa mengendalikan napasnya yang tersengal sehingga membuat wajahnya memerah. Sementara, Mark jelas saja terkejut.


Cedric mendekatkan keningnya ke kening Lily seraya berkata, "Aku harap pria itu adalah aku dan hanya aku."


Merasakan ketulusan Cedric, itu seperti baru saja menembus hatinya, Lily pun tiba-tiba menangis. Mark dan Cedric yang melihatnya jelas saja langsung merasa panik.


"Hei, kau kenapa? Apa aku salah bicara," tanya Cedric.


Lily menggelengkan kepalanya seraya berkata, "Penuh hatiku denganmu ... Dan, kau kembali bersamaku sekarang. seperti dulu kita kecil."


"Buat aku mengerti tentang cintamu, jangan malah pergi. Kembali bersamaku, hanya kau tenpat untuk hatiku," pinta Cedric.


Lily pun mengangguk, batu yang menindih hatinya selama ini, telah terpecahkan menjadi berkeping-keping dengan satu ciuman dari Cedric.


Mark marasa jadi racun nyamuk, seorang jomblo yang baru saja memberi nasihat cinta dan berhasil menolong satu pasangan, tapi malah dirinya sendiri tidak memiliki kisah cinta seperti dua orang yang ada di depannya ini.


"Kalian silahkan teruskan saja, aku masih ada urusan yang harus dilakukan." ujar Mark berjalan menjauh seraya melambaikan tangannya.


Lily dan Cedric mengangguk sambil menatapi kepergian Mark. Dari jarak yang tak berapa jauh, dua orang dari klan naga hitam tersenyum-senyum melihat Pink Venom mereka dan Naga kecil mereka menjadi begitu romantis dan dekat.


Asisten He selalu memberikan pengawal bayangan untuk dua kesayangan Klan naga hitam itu. Jika mereka anggap Lily masih bisa menangani situasi maka pengawala bayangan itu tidak akan keluar menunjukan diri.


Cedric merangkul Lily lagi dan mencium kening gadis itu dengan lembut. Salah satu pengawal bayangan mereka mengambil foto itu, lalu nengirimkannya di grup obrolan para pengawal. Sontak saja mereka saling tos dan berpelukan senang.


Pink Venom dan naga kecil mereka telah saling menyatakan cinta. Selama ini mereka hanya bisa diam menahan gemas. Dan malam ini akhirnya semua terbayar. Di Mansion Mo, mereka pun langsung melakukan perayaan.


Pertama-tama mereka berlutut kepada para leluhur keluarga Mo, lalu mereka mengadakan pesta barbeque di taman Mansion Mo, "Untuk Pink Venom dan naga kecil," ujar mereka sembari bersulang.

__ADS_1


Meski sudah saling menyatakan rasa, Lily meminta kepada Cedric agar melakukan ini diam-diam. Karena itulah ketika pulang ke rumah, mereka tetap menaiki mobil sendiri-sediri.


Di kantor terkadang, Cedric mencuri-curi mencium pipi Lily. "Ya ampun Tuan muda Lin, ini di kantor!" ujar Lily memperingatkan.


"Jika di rumah, maka akan lebih sulit lagi," jawab Cedric seraya mengedipkan matanya dan masuk ke dalam ruangannya.


"Hish ..." ujar Lily seraya tertawa.


Beberapa hari ini Lily disibukan dengan persiapan kepergian mereka ke indonesia. Dan, juga mempersiapkan materi presentasi untuk bisa memenangkan proyek besar yang rencananya akan ditangani oleh Oracle grup dan Grup Lin.


Lily ditugaskan membuat materi presentasi itu. Berhari-hari Lily bahkan harus lembur demi menyelesaikan materi presentasi mereka nanti. Sampai-sampai Cedric cemburu dengan laptop yang selalu di sentuh oleh Lily.


Lily mempresentasikan materi yang baru saja dia selesai buat, menjelaskan di depan Cedric dan Jiang Jingmi. Juga beberapa petinggi lainnya, termasuk di depan Eryk Lin. Jingmi juga merasa terkesan.Namun, rasa bencinya lebih besar daripada rasa menggaguminya.


"Kerja bagus," puji Eryk Lin.


Cedric menggendong Jia Li, sementara Lily mengandeng Li Mei dan Jia Mee. Mereka pun berjalan beriringan menuju ke restoran.


Tuan Jiang telah memesan ruang VIP untuk menyambut keluarga Lin. Ketika mereka tiba, Jingmi langsung menyambut dengan sopan dan mengambil Jia Li dari gendongan Cedric.


Tuang Jiang sudah mengatur agar kursi Cedric dan Jingmi bersebelahan. Makanan pun tiba, jika yang lain sudah mulai makan, maka Lily sibuk meletakan lauk untuk si kembar.


Jia Li duduk dengan tenangnya di kursi bayi, tiba-tiba Cedric meletakan semangkuk nasi dan lauk pauk di depan Lily seraya berkata, "Kau juga makanlah."


Semua terdiam melihat gerakan Cedric itu, wajah Lily mulai memucat, "Oh ya Tuhan," gumamnya seraya melihat ke arah Tuan Lin dan Tuan Jiang.


"Biarkan anak-anak makan sendiri, mereka sudah besar," ujar Flavia.

__ADS_1


"Kalian juga jangan terlalu manja dengan Lily," tegur Flavia kepada putri kembarnya itu.


"Ya Ma," jawab Ji Mee dan Li Mei.


Makan pun dilanjutkan dengan tenang, Tuan Jiang Pun membuka pembicaraan. Dia meletakan sebuah kotak dan membukanya. Eryk Lin menaikan satu alisnya, dan sedikit berdehem.


Dia mengetahui tentang token giok itu, ini adalah token perjanjian pernikahan. Selama ini keluarga Jiang selalu memiliki keturunan pria, keluarga terdahulu mereka berjanji jika ada lahir keturunan wanita maka dia adalah jodoh dari keturunan ahli waris keluarga Lin. Sepertinya perjanjian itu baru akan berlaku tepat di generasi Eryk Lin sekarang.


Gerakan sumpit Lily dan cedric berhenti berbarengan ketika melihat itu. Dalam hati mereka seperti akan ada hal yang tidak baik. Eryk pun tersenyum lalu berkata, "Tuan Jiang masih mengingat tentang ini?"


"Tentu saja ini adalah perjanjian nenek moyang kita, para leluhur kita. Jadi kita sebagai keturunan generasi keluarga ini bukankah harus patuh?" imbuh Tuan Jiang.


"Sayang, ada apa ini?" tanya Flavia dengan sedikit bingung.


Eryk mengenggam tangan Flavia, lalu menjelaskan tentang token giok itu berhubungan dengan perjanjian pernikahan. Cedric mendengarkan sekaligus menatapi Lily yang hanya bisa menunduk ketika mendengarkan semua itu.


Makan malam yang awalnya penuh keakraban dalam seketika waktu langsung berubah menjadi canggung hanya karena satu perhiasan giok yang besarnya tidak melebihi telapak tangan itu.


Jingmi tersenyum seakaan baru saja menunjukan kemenangannya di depan Lily. Makan malam pun selesai, Eryk menggendong jia Li yang sedang tertidur. Sementara Lily meminta ijin untuk pulang sendiri karena ada suatu hal.


Lily menundukan kepalanya lalu pamit berjalan pergi. Baru beberapa langkah akhirnya air matanya pun terjatuh, dia sudah menahannya sedari tadi agar tidak terlihat menangis oleh mereka. Selama ini dia menanti Cedric kembali bukan untuk mendengar kenyataan pahit seperti ini.


Lily terus berjalan tanpa tujuan, dia dikejutkan oleh suara yang memanggilnya, "Lily, masuk!"


Langkahnya terhenti, melihat mobil yang tengah mengikutinya. Itu adalah Cedric. Merasa panik jika saja ada yang melihat. Lily malah masuk ke dalam taksi yang baru saja berhenti menurunkan penumpang di depannya.


"Mau ke mana Nona?" tanya supir taksi itu.

__ADS_1


"Pergi ke hotel ZX," jawab Lily sembarang.


__ADS_2