
#bab 70
Di saat canggung seperti ini, mereka kedatangan tamu yang tidak di sangka-sangka. Austin Long dan Yuki datang berkunjung menjenguk.
Eryk segera berdiri ketika melihat itu adalah Tuan Long, dirinya lebih-lebih terperanjat lagi melihat wanita yang berdiri di sisi Austin. Nyonya Long masih telrihat awet muda seperti biasanya.
"Tuan, nyonya," sapa sopan Eryk kepada keduanya.
Flavia langsung saja turun dari ranjangnya, dia telah lupa jika tadi dia tengah berpura-pura pusing.
"Guru," panggil Flavia.
Flavia melihat ke arah Yuki, lalu menundukan kepalanya memberi hormat, "Nyonya Long," sapa Yuki.
Yuki dengan ramah dan lembut, langsung memeluk Flavia dan berkata, "lama tak jumpa."
"Apa sudah merasa lebih baik?" tanya Yuki.
"Ya Nyonya," jawab Flavia.
Eryk tertegun sesaat, melihat betapa gerakan bahasa tubuh Nyonya Long dan Flavia terlihat natural, seperti bukan menganggap orang lain.
"Bagaimana Cedric?" tanya Yuki.
"Dia baik-baik saja," jawab Flavia.
"Ini hadiah dariku untuk Cedric," ujar Yuki seraya memberikan sebuah kotak yang terbungkus dengan rapi.
"Terima kasih Nyonya," jawab Eryk mengambil kotak hadiah itu dan meletakannya di atas nakas.
Eryk mengambilkan kursi roda untuk Flavia duduk. Austin mengatakan jika dia di sini karena sedang menemani Yuki mengurus binsis barunya di sini.
"Lain kali datanglah ke rumah kami," undang Austin kepada Eryk dan flavia.
"Semoga pada saat itu, aku mendengar kabar baik dari kalian," ujar Austin lagi dengan sedikit bercanda tapi tetap berwibawa.
__ADS_1
Wajah Flavia pun menjadi bersemu merah, mendengar candaan gurunya itu. Berbincaang beberapa saat, akhirnya Austin dan Yuki pamit, karena mereka harus kembali ke jepang.
Eryk bersimpuh di depan kursi roda Falvia, lalu dia bertanya,"Tidakah ada yang ingin kau ceritakan kepadaku?"
Hati Flavia berdegup-degup, melihat Serangan di pagi hari, pria tampan bersimpuh di depannya hati wanita mana yang tidak akan gugup.
"Hmm ... ceritanya sedikit panjang," jawab Flavia.
"Aku memiliki banyak waktu untuk mendengarkan," jawab Eryk.
"Hmm ... ok, tapi tidak hari bisa tidak?" tanya dan pinta Flavia.
"Ok, hari ini kita akan pulang. Aku sudah mengecek kondisimu. Semua baik-baik saja," ujar Eryk.
Ada satu hal yang Eryk tidak tahu, jika hati Flavia saat ini tidak baik-baik saja. Hatinya saat ini sedang berdegup kenacang karenanya.
Di Mansion Mo, Cedric baru sajja tiba. Tuan Mo langsung saja menyambut naga kecilnya itu, "Mengapa lama sekali baru mengunjungi Kakek."
"Kakek, aku sekarang sudah sekolah lho," jawab Cedric.
Cedric menoleh ketika mendengar suara Flavia memanggilnya sayang, "Mama," ujar Cedric yang langsung ingin meminta di gendong dan di peluk oleh Flavia.
Melihat hal itu, maka Eryk langsung saja mengambil alih menangkap tubuh cedric, "Kau sudah semakin besar, jangan sering-sering meminta Mama untuk menggendongmu," ujar Eryk.
"Apa mengerti?" tanya Eryk lagi kepada putrnya itu.
"Emm ... ya Papa, mengerti," jawab cedric.
"Anak pintar," puji Eryk sambil menciumi cedric, lalu menurunkan dari gendongannya.
Ariana yang mengetahui jika hari ini Flavia sudah pulang dari rumah sakit, dia langsung saja menyambutnya, "Syukurlah kau baik-baik saja," ujar Ariana sambil memeluk Flavia.
"Aku baik-baik saja," jawab Flavia.
"Maafkan aku, karena melibatkanmu," ujar Ariana.
__ADS_1
"Bukan kau yang salah, tapi memang pria itu yang jahat," ujar Flavia.
"Pria, pria siapa?" tanya langsung Carl.
"Pria yang jatuh hati pada Ariana," jawab Flavia lagi.
Asisten He masuk dan membawa kotak hadiah yang Austin berikan, Eryk mengambilnya lalu berkata, "Bukalah ini di kamar."
"Ini dari siapa?" Tanya Cedric.
"Tuan Long," jawab Flavia.
"Wah ... ini pasti akan sangat keren," ujar Cedric kesenangan.
"Kakek, ayo temani aku membuka kado ini," ujar Cedric.
Carl masih penasaran dengan pria yang Flavia sebutkan, sampai sampai melupakan tentang jurnal medis Khansa, "Katakan siapa pria itu?" tanya Carl kepada Ariana.
Eryk menarik Carl, menahannya agar tidak membuat Ariana dan Flavia memandang aneh kepadanya.
Flavia mengajak Ariana pergi ke ruang tamu dan bertanya, "Jadi apakah kau bersedia menceritakan kepada kami?"
Melihat jika dia sudah menyeret Flavia dalam lingkaran cinta psikopat pria yang sedang mengejarnya maka Ariana pun mau menceritakannya.
Jika pria psikopat itu adalah, adik dari mafia narkotik terbesar, yang pernah dia kacaukan dengan operasi senyap penyamarannya. Dan, sekarang pria itu mengejarnya karena cinta sekaligus dendam.
Tiba-tiba saja Carl berdiri dan berkata, "Aku akan melindungimu."
Flavia dan Eryk memandangi Carl, lalu Eryk berkata, "Kau sebaiknya diam di lab saja, diajak mengebut saja kau sudah muntah-muntah," ujar Eryk.
Carl pun tertawa dengan sedikit malu, lalu bersuara pelan, "hish mengapa kau membongkar hal yang memalukan itu," protes Carl.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
JANGAN LUPA VOTE DAN POINNYA GAES, TUAN AUSTIN LONG, juga YUKI dah datang lhooo di bab ini
__ADS_1
😁😁😁