BLUE MOON

BLUE MOON
PERACIK


__ADS_3

Eryk langsung terperanjat ketika mendengar pertanyaan Cedric, “Mana, Mama?” tanya Eryk.


“Sedang terbatuk.” Jawab Cedric.


Mendengar jawaban putranya itu, membuat Eryk tertawa, “Berikan ponselanya pada Mama,” ujar Eryk.


“papa ingin bicara dengan Mama,” ujar Cedric seraya memberikan ponselnya kepada Flavia.


“Halo …” ujar Flavia dengan sedikit gugup.


“Aku belum selesai bicara, tapi  kau malah sudah memberikan ponselnya kepada Cedric,” Eryk sedikit menegur Flavia.


Eryk langsung berkata lagi, “Dalam beberapa hari ini, mungkin aku tidak akan pulang, katakan pada Cedric jika nanti aku akan membawakan hadiah yang banyak untuknya.”


“Emm … jawab Flavia.


Cedric masih  memandangi mamanya, lalu Flavia duduk di sisi ranjang putranya itu dan berkata sambil mengusap puncak kepala Cedric, “Papa bilang nanti akan membawa banyak hadiah untukmu.”


“Benarkah?” ujar Cedric.


“Papamu bukanlah seorang pembohong, jadi seharusnya papa akan memberikan banyak hadiah kepadamu adalah benar,” jawab Flavia.


Cedric pun tersenyum senang, pada saat ini raut wajah putranya ini sangat mirip dengan Eryk, ‘degh’ hati Flavia pun sedkit berkedut.


Di rumah Aman, ponsel Carl berdering, itu adalah panggilan dari Gery yang melaporkan bahwa yang menyewa apartemen di depan apartemen mereka adalah seorang pria yang bernama Vladimir, “Ah seorang pria,” ujar Carl.


“Apakah perlu menghubunginya?” tanya Gery.


“Tidak perlu,” ujar Carl, tidak ingin tahu lagi.


Pada waktu Ariana menyewa apartemen itu, memang dia tidak menggunakan nama aslinya. Tapi nama penyamaran temannya.  Tapi, siapa sangka si penguntit masih tetap dapat menemukannya. Pada saat ini Ariana juga menerima panggilan telpon yang mengatakan, dia boleh meninggalkan rumah aman jika si penguntit sudah tertangkap.


Jelas Ariana menolak, dirinya mana bisa bersembunyi dalam lubang semut berlama-lama. Carl mendengarkan percakapan ini dari balik lemari besar yang ada di ruangan itu. Dia pun teringat akan laporan yang baru saja diberikan oleh Gery. Jika si penguntit itu memiliki pabrik obat-obatan terlarang.


Otak Carl langsung saja beroutar-putar untuk mencari Cara agar dia bisa masuk ke dalam pabrik itu, mencari dan menangkap keberadaan Juan Pablo, si penguntit. Carl mengambil ponsel dan menghubungi Gerry lagi.


“Aku ingin masuk ke lingkaran Juan, sebarkan rumor bahwa peracik yang mereka cari ada di sini,” perintah carl.


Dalam laporannya tadi Gery mengatakan bahwa Juan Pablo sedang mencari peracik handal untuk mengeluaran jenis obat-obatan terbaru. Gery yang mendengar perintah Tuan keduanya ini terang saja merasa khawatir.

__ADS_1


Dia tahu betul tuan muda keduanya ini seperti apa, seorang jenius tapi tidak pandai berkelahi untuk melindungi dirinya sendiri.  Tidak ingin disalah oleh keluarga Sebastian jika terjadi sesuatu pada Carl Sebastian, dia pun menghubungi Leon dan mengatakan permintaan Carl.


“Jangan bertindak apa pun, aku akan bicara kepadanya?” ujar Leon.


“Baik,” jawab Gery.


Leon menutup sambungan ponselnya, “Ada apa?” tanya Khansa sambil memeluki pinggang kuat Leon. Pada saat ini Leon tengah menculik istrinya itu untuk singgah di hotel sebentar, karena jika di rumah Raynar selalu menempel pada Khansa.


Leon mengusap tangan mungil Khansa yang sedang bermain-main di perutnya yang berotot itu. Lalu dia membalikan badan dan menarik Khansa agar duduk di atas pangkuannya. Leon pun bercerita tentang apa yang dikatakan oleh carl tadi.


“Mana bisa begitu, dia tidak dilatih untuk menjadi agen yang menyamar,” ujar Khansa.


“Tapi waktu itu dia bisa,” ujar Leon lagi.


“Itu hanya faktor keberuntungan,” ujar Khansa.


“Tidak ada keberuntungan datang dua kali,” tambah kata Khansa lagi.


“katakan pada Gery agar tidak melakukan apa yang dipinta oleh Carl!” perintah Khansa kepada Leon.


“Akan kukatakan nanti,” ujar Leon yang saat ini lebih tertarik dengan istri mungilnya, lalu malah menarik leher Khansa, menundukannya dan mulai menciumnya sambil dengan satu tangan memegangi pinggul ramping Khansa.


“Halo,” jawab Carl.


“Aku tidak mengijinkan,” ujar leon tidak berbasa-basi.


“Apa?” tanya carl terkejut.


“Tentang ide penyamaranmu,” ujar Leon.


“Apa Gery yang meberitahu?” tanya Carl.


“Kau jangan menyalahkan dia, itu memang tugasnya menjaga keluarga Sebastian,” tukas Leon.


“Aku melakukan ini karena ingin membalas budi padanya, waktu itu dia yang menyelamatkanku, juga menyelamatkan papa,” ujar Carl lagi.


“Jadi meski kau melarangnya maka aku akan tetap pergi, dengan pengawalan gery ataupun tidak,” ujar tegas Carl lagi.


 

__ADS_1


“Kau adalah tuan muda kedua Sebastian, jadi dilarang berlaku sembarangan,” debat Leon lagi.


“Aku tidak bertindak sembarangan, aku hanya akan melakukan apa yang aku yakini. Itu saja,” jawab Carl lagi.


“Bagaimana dengan Papa dan Mama, apa kau tidak mau mempertimbangkan mereka?” tanya Leon berharap Carl merubah pikirannya.


“Papa akan mengerti, apalagi Mama. Pasti akan sangat mengerti,” jawab Carl lagi.


Mamanya pernah mengorbankan kebahagiannya selama bertahun-tahun demi menjaga keselamatan keluarga mereka, jadi ketika Carl akan melakukan hal yang sama, menjaga keselamatan wanita yang dicintainya, Carl merasa yakin jika kedua orang tua mereka akan mengerti keputusan Carl.


“Aku tetap tidak setuju!” ujar Leon marah.


Pada saat ini keduanya berdebat dengan keras, tentang keinginan masing-masing. Leon pun berkata, “Aku akan meminta Gery untuk membawamu pulang!” ujar Leon seraya langsung menutup ponselnya.


Karena khawtir maka Loen memilih bertengkar dengan Carl, memotong niat Carl untuk pergi ke sarang musuh.  Merasa tidak mendapat dukungan, maka Carl berencana bergerak sendiri, “Hah! Apa dia pikir aku masih kecil.”


Carl mengambil ponselnya dan menghubungi koleganya, dan meminta dibawa masuk ke lingkaran Juan Pablo, “Apa kau yakin?” tanya Belinda.


Belinda ini adalah seorang apoteker yang membelot, karena keadaan keuangan dia pun memutuskan menjadi peracik obat-obatan terlarang itu, menciptakan varian-varian baru untuk di pasok dan di jual ke berbagai negara,


“Aku yakin,” jawab Carl.


“Aku ingatkan sekali kau masuk, maka akan sulit untuk keluar,” Belinda mengingatkan.


“Aku bisa menangani tentang itu,” jawab Carl.


Biasanya jika sama-sama kuat, maka mereka akan lebih memilih tidak menganggu, karena jika berperang itu sama artinya kehilangan keuntungan yang seharusnya bisa disimpan dan didapat.  Carl mengepak bawaannya, dan ketika dini hari langsung pergi meninggalkan rumah aman. Belinda adalah salah satu teman yang dia percaya.


Belinda menjemput Carl di persimpangan, melihat jika Belinda telah menunggunya dia pun lansung saja masuk ke dalam mobil temannya itu. Carl dapat dengan tenang meninggalkan rumah aman, karena dia sudah membuat semua yang di sana teridur nyenyak dengan racikan obat yang dia buat.


✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅


PROMO novel teman



Kisah pahit harus dialami gadis berusia 20 tahun yang tak lain gadis itu bernama Putri Varelina. Gadis malang yang lebih memilih persahabatan ketimbang cinta yang nantinya akan menghancurkan ketiga sahabat itu.


Hinga akhirnya hidupnya hancur lebur setelah ia dinodai oleh mantan kekasihnya yang kini berstatus Suami dari sepupunya sendiri. Mampukah ia bertahan mempertahankan janin yang kini menjadi calon anak dari Suami sepupunya sendiri. Dan mampukah ia berjuang bertahan dari hinaan dan siksaan batin yang dilakukan laki-laki itu yang dengan teganya tidak Sudi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut.

__ADS_1


 


__ADS_2