
Carl mendengar tentang kabar Cedric, dia langsung saja menghubungi kawan baiknya itu, “Apa naga kecil baik-baik saja?”
“Tentu dia adalah naga yang sangat berharga, banyak orang yang melindunginya,” jawab Eryk.
“Ah iya begitu, jadi kapan kau akan menikah dengan Flavia?” tanya Carl.
“Kali ini biarkan aku yang mengurus pernikahanmu,” janji Carl lagi.
Eryk pun tertawa, lalu Carl berkata lagi, “Aku memiliki buku yang sangat bagus, aku dapat dari tuan Xavier Chu,” jawab Carl.
“Tuan Chu rekan bisnis kakakmu itu?” tanya Eryk.
“Iya betul sekali, dia memberikan buku yang bisa membuat bercinta dengan 30 gaya dalam satu malam,” ujar Carl sambil tertawa kecil dan sedikit berbisik-bisik.
“Astaga 30 gaya dalam semalam?” tanya Eryk.
“Iya, kau harus mencobanya,” jawab Carl lagi.
“Apa kau sudah mencobanya?” tanya Eryk penasaran.
“Tentu, lihat saja Ariana bersedia pindah bersamaku ke Indonesia. Bukankah itu artinya dia menyukai gaya yang aku berikan kepadanya, sehingga mau patuh ikut aku dengan sukarela tinggal di sini,” jawab Carl lagi dengan nada sedikit bangga.
__ADS_1
“Tenang saja, begitu kau menikah aku akan memberikan buku itu kepadamu,” janji Carl.
Mereka sedikit berbincang lagi, lalu mengakhiri sambungan telponnya, “30 gaya …” pikir Eryk lagi seraya tersenyum-senyum sendiri.
“Ada apa, terlihat senang sekali hari ini?” tanya Flavia yang memperhatikan jika Eryk sedang tersenym-senyum sendiri.
“Eum … hanya membayangkan jika kita menikah nanti,” jawab Eryk sekenannya.
“Hissh …” ujar Flvia seraya memicingkan matanya.
Eryk langsung menarik tangan Flavia, “Aku sudah memenuhi janjiku, dan saatnya kau harus memenuhi janjimu!” pinta Eryk.
“Menikah?” tanya Flavia.
“Ya tentu saja, apalagi kalau bukan itu,” jawab Eryk.
“Eumm …” Flavia terlihat sedang menimbang-nimbang.
“Haissh … sudah, tidak usah di pikir-pikir lagi. Kita akan menikah dalam waktu dekat. Kau istirahat saja yang cukup. Soal lain-lainnya aku yang akan mengaturnya!” ujar Eryk langsung memberikan keputusannya.
Eryk melepaskan tautatn bibirnya seraya berkata, “Kali ini aku tidak menerima penolakan ataupun penundaan,” ujarnya memberi peringatan kepada Flavia.
Flavia pun menapuk wajah Eryk dengan kedua tangannya lalu menarik kepala Eryk dan membalas mencecapi bibir Eryk yang terlihat s*ksi itu.
“Aku akan bersiap menjadi pengantin paling cantik untukmu,” jawab Flavia.
Eryk pun tersenyum lalu mencium kening Flavia dengan lembut seraya berkata, “Jika begitu aku akan sangat menantikannya,” ujarnya.
Untuk Kali ini Eryk benar-benar meningkatkan kewaspadaan, hal-hal yang dia anggap akan membahayakan keluarga kecil ini, langsung saja dia cabut sampai ke akar-akarnya. Seperti halnya dengan keluarga Gu yang menjadi duri bagi Flavia.
Di hari ketika terbongkarnya semua penipuan manipulatif mereka, dia langsung saja memiskinkan keluarga Gu, sampai-sampai Olivia Gu harus keluarga negri mengikuti sugar daddynya agar tidak kelaparan dan nyonya Gu memilih dekat dengan Paman Lin dengan bisnis haramnya.
Masing-masing telah mendapatkan hukumun lebih dari kadar kesalahan yang mereka buat, Nyonya Gu tentu saja memiliki nasib yang serupa dengan Paman Lin. Tidak akan menjalani hari-hari yang tenang di dalam penjara.
Hari ini Kakek Mo telah kembali dari terapi pengobatannya, sebagai naga kecil klan naga hitam, maka Cedric memiliki tugas untuk menjemput Tuan Mo. Pesawat jet pribadi naga besar pun telah tiba.
__ADS_1
Cedric merasa senang karena sudah sangat lama tidak bertemu dengan Tuan Mo, “Kakek,” sapanya ketika melihat Tuan Mo berjalan dengan gagahnya ke ruang tunggu VIP.
Tuan Mo langsung saja memeluk naga kecilnya itu, “Oh, astaga kau sudah semakin berat dan semakin tinggi,” ujarnya. .
“Tentu saja, Mama selalu memasakan sayur, daging dan juga susu,” jawab Cedric dengan wajah tampan yang menyimpulkan senyum bangga.
Tuan Mo pun sedikit megacak-acak rambut Cedric karena merasa gemas, pada saat ini Lily masuk dan berjalan ke arah mereka berdua, lalu menyapa, “Tuan besar Mo, Tuan muda Lin.”
“Kau mau ke mana?” tanya Eryk yang melihat Lily membawa sebuah tas kecil.
Lily terdiam, sungkan untuk menjawab. Lalu Tuan Mo berkata, “Lily akan belajar di luar negri.”
“Luar Negri, kenapa harus pergi. Mengapa tidak di sini saja!” ujar Cedric.
“Kelak dia akan menjadi asisten nomor satu-mu, karena itu dia harus belajar dengan giat dari sekarang,” jelas Tuan Mo.
“Mengapa harus pergi terbang jauh!” protes Cedric lagi.
Tuan Mo menghela napas, menjadi seorang asisten naga kecil mereka haruslah cerdas, tangkas dan cekatan. Jika tidak melatih Lily dari sekarang, maka di masa depan itu akan sulit terwujud.
Lily pun tetap diam tetap tidak menjawan, “Tuan besar, Tuan muda, aku pamit,” ujar Lily menundukan kepalanya memberi hormat lalu berbalik melangkah pergi.
Cedric ingin mengejar Lily, tapi Tuan Mo menggenggam tangan Cedric kuat-kuat, memberi tanda agar tetap diam. Cedric memandangi Tuan Mo, merasa tak tahan melihat tatapan dengan binar mata yang berkaca-kaca itu, akhirnya dia melepaskan genggaman tangannya.
Cedric berlari secepat mungkin menyusul Lily. Namun kawan baiknya itu sudah ada di dalam pesawat jet dan sudah mulai melaju untuk lepas landas. Dengan napas yang tersengal-sengal Cedric pun berteriak, “Lily aku akan menunggumu, kau dengar itu aku akan menunggumu kembali ke sini.”
Cedric menatapi pesawat jet yang membawa Lily-nya pergi bertolak ke inggris. Tuan Mo berdiri tak jauh dari naga kecil kesayangannya itu. Cedric berbalik dan melihat ke arah Tuan Mo, wajah yang sebelumnya hangat tampan, kini terlihat berubah menjadi dingin meski tetap tampan.
“Ayo kek, kita pulang,” ujarnya seraya berjalan di depan Tuan Mo.
Tuan Mo menghela napas panjang melihat naga kecilnya itu sedang bersedih hati, padahal sebentar lagi mama dan papanya akan segera menikah. Dalam keluarga Lin dan juga klan naga hitam pada saat ini telah sama-sama sedang sibuk menyiapkan pernikahan yang telah lama dinantikan untuk terwujud.
Karena pernikahan Nona muda klan naga hitam, maka asisten He lebih banyak memilki waktu di rumah, karena Tuan besar Mo hanya menugaskan asisten He untuk mengurusi satu hal penting ini dulu. Karena hal ini maka asisten He jadi bisa lebih banyak menghabiskan waktu dengan Gladius dan juga Xing’er.
Entah sejak kapan hati asisten He, sudah diisi oleh kehangatan ibu dan anak itu. dan, menjadi sedikit candu. Selalu ingin menghabiskan waktu bersama mereka berdua. Pada hari ini penjahit keluarga Lin datang ke Mansion Mo, membawa baju yang khusus dijahit untuk Xing’er.
__ADS_1
Gaun Hanfu modern itu sangat pas membalut tubuh Xing’er, “Bagaimana, bagus tidak?” tanya Xing’er.