BLUE MOON

BLUE MOON
RUMAH AMAN


__ADS_3

#bab 72


Eryk pun mengangguk, tanda memberikan kesempatan Ariana untuk memperlakukan perhitungan kepada pria yang mencelakainya.


"Apa kau memiliki tempat tinggal selama di sini?" tanya Flavia.


"Ya, sebelumnya aku tinggal di Apartemen," jawab Ariana.


"Jika begitu jangan kembali ke sana, bisa saja pria itu akan mengejarmu lagi sampai sana," ujar Flavia.


"Aku tidak mungkin tinggal di sini terus," ujar Ariana.


"Lalu kau berencana tinggal di mana?" tanya Flavia lagi.


"Sebuah rumah dengan tingkat keamaan yang tinggi," jawab Ariana.


"Kami biasa menyebutnya rumah aman, ini adalah rumah untuk perlindungan para saksi," jelasnya lagi.


"Aku ikut," ujar Carl.


Ariana sedikit memandang aneh kepada Carl, yang tiba-tiba meminta ikut. Eryk pun menginjak kaki Carl, seraya memberikan bahasa wajah yang mengirimkan bahasa, kalimat, "Kau ini aneh sekali."


Carl menyingkirkan kaki Eryk yang sedang menginjaknya, lalu berkata lagi, "Tidak ada salahnya kan jika aku juga ikut, aku juga tidak bisa tinggal di sini terus menerus. Kita berdua sama."


"Sama-sama pendatang," ujar Carl lagi meyakinkan Ariana.


Eryk baru saja ingin bicara lagi, Carl sudah langsung mengambil wanton dan memasukannya ke dalam mulut Eryk, sambil berkata, "Demi kedamaian, habiskan saja wanton ini."


Kedua mata Eryk terbelalak, karena Carl langsung memasukan dua buah wanton ke mulut Eryk itu.


Carl berpura-pura miskin di depan Ariana, agar diijinkan tinggal bersama di rumah aman. Eryk sedikit tersedak karena kelakuan Carl itu.


"Miskin apanya, bahkan saat ini dia tinggal di apartemen mewah," ujar Eryk dalam hati.


Menimbang Carl sudah ikut terlibat dalam hal ini, maka Ariana pun memutuskan membiarkan dia tinggal di rumah aman itu bersamanya.


"Bagus sekali, aku bisa berhemat uang," ujar Carl dengan hati senang.


Eryk yang sedang minum pun langsung tersedak, "Pemilik Oracle Farmasi, mau berhemat uang untuk tempat tinggal, yang benar saja," ujar Eryk dalam hati.

__ADS_1


"Hissh ... lihatlah kau itu. Makan dan minum itu harus pelan-pelan, supaya tidak tersedak," nasehat Carl kepada Eryk.


"Haissh ... pria ini, yang benar saja. Bukankah sedari tadi dia yang membuatku tersedak." Pikir Eryk.


Ariana pun berdiri lalu berkata, "Jika begitu aku akan berkemas-kemas."


"Aku akan membantumu," ujar Flavia yang ikut berdiri.


"Sejak kapan tuan muda kedua Sebastian berhemat untuk tempat tinggal?" tanya Eryk.


"Sejak hari ini," jawab Carl sambil tertawa.


Pqda saat ini, ponsel Carl berdering, itu adalah Gery yang memberi tahu jika lusa dia akan datang, "Ok, tapi kau tinggal di apartemen. Sementara aku di rumah aman," ujar Carl memberitahukan pengaturannya.


"Siapa?" tanya Eryk.


"Adisten nomor satu kakakku, aku sengaja memintanya kemari," jawab Carl.


"Meminta asisten datang ke sini dengan pesawat jet dan kau bilang kau mau hidup dengan berhemat," ledek Eryk kepada Carl.


"Oh ya ampun, Tuan Muda Sebastian. Apa kau mengira Nona Ariana akan mempercayaimu?"


"Apa salahnya dengan pakaianku ini?" tanya Carl.


"Jika kau sedang kesusahan uang, jual saja bajumu itu. Bisa untuk hidup tiga bulan tanpa bekerja," jawab Eryk lagi.


Carl pun memandangi pakaian yang sedang dia pakai, dirinya pun langsung menepuk keningnya sendiri, seraya berpikir mana ada pria miskin yang memakai kemeja seharga puluhan juta.


"Oh ya Ampun ..." ujar Carl lagi sambil menepuk-nepuk keningnya itu.


Tak memakan waktu lama, Carl dan Ariana pun akan pergi ke rumah aman hari ini juga. Carl meski tidak bisa berkelahi. Namun, dia memiliki mata yang tajam.


Dia melihat seekor lebah sedang menuju kepada Ariana, lalu demgan semerta-merta dia langsung melemparkan tubuhnya kepada Arian sehingga mereka berdua jatuh ke lantai.


Eryk benar-benar dibuat pusing kepala oleh kawan baiknya ini, "Kau sedang apa?" tanya Eryk seraya menarik tubuh Carl dari atas tubuh Ariana.


"Ya Tuhan, apa yang baru saja kau lakukan?" tanya Eryk lagi.


"Itu ... tadi ada lebah," jawab Carl.

__ADS_1


"Lebah apa?" tanya Eryk lagi.


"Itu benar-benar lebah, dalam seumur hidup ini aku tidak akan melupakan rupa para lebah-lebah itu," kata Carl lagi.


Flavia memapah Ariana untuk berdiri, sementara Eryk pun mulai memijat-mijat pelipisnya, karena sudah merasa bingung dengan sikap Carl ini. Mereka menoleh kepada Cedric yang berkata, "lebahnya keren tidak?"


"Lebah?" tanya Eryk.


"Ya Papa, lihatlah. Lebah itu adalah kamera kecil yang bisa terbang. Dan aku bisa melihatnya dari jam tangan ini," jawab Cedric dengan bangga.


"Apakah ini hadiah dari tuan Long," pikir Eryk.


"Nah, kan sudah aku bilang itu lebah ... itu lebah," ujar Carl lagi.


Carl tidak akan pernah lupa akan rupa lebah-lebah, meskipun dari jauh dia akan tetap mengingat rupa lebah itu bagaimana. Karena lebah-lebah itulah dia sampai harus melompat ke kolam lele.


Carl menoleh kepada Ariana lalu berkata, "Maafkan aku karena telah mendorongmu."


"Aku baik-baik saja," jawab Ariana.


Ariana mendekwti Cedric, lalu melihat kado yang diberikan dari Austin Long untuk putra Flavia itu.


"Wuah hebat, kau harus pandai-pandai menjaga hadiah ini. Karena ini sangat keren sekali," kata Ariana.


"Ya yentu," jawab Cedric.


Setelah insiden lebah ini, Ariana dan Carl pun pergi ke rumah Aman. Ini adalah sebuah penamaan  yang kerap digunakan di dunia operasi penegakan hukum dan pengamanan, yakni sebuah lokasi atau tempat yang aman, tempat yang tepat dalam hal untuk untuk menyembunyikan seseorang yang tidak ingin diketahui oleh pihak tertentu atau berada dalam situasi atau keadaan bahaya.


Berdasarkan tempat operasionalisasinya, rumah aman dapat dibagi menjadi dua jenis yakni: Pertama, rumah aman yang bersifat permanen, ini bersifat statis sehingga menetap pada satu lokasi tertentu.


Model rumah aman ini yang  dikelola oleh program perlindungan saksi yang menempati lokasi yang permanen atau menetap disuatu tempat.


Jenis kedua adalah Rumah aman yang bersifat berpindah-pindah  ini adalah tipikal rumah aman yang dinamis. Jadi rumah aman model seperti ini dapat berlokasi dimanapun yang tidak dikenal secara umum, yang  dikelola oleh petugas perlindungan saksi yang selalu berpindah dalam periode waktu tertentu sesuai dengan kebutuhan pengamanan saksi.


Umumnya lokasi rumah aman pasti selalu dirahasiakan, dan terbatas hanya diketahui oleh beberapa orang tertentu, demi keamanan bagi orang-orang yang ditempatkan di dalamnya.


Carl adan Ariana pun tiba di rumah aman, pada umumnya Karena penggunaan rumah aman merupakan operasi perlindungan yang khusus dan spesifik maka biasanya penggunaannya lebih selektif dibandingkan dengan metode perlindungan lainnya.


Karena Ariana adalah seorang agent rahasia,yang berstatus menjadi saksi kunci yang mendapat kondisi ancaman serius dari pihak tertentu maka berdasarkan penilaian yang dilakukan untuk hal tersebut, Ariana diijinkan menggunakqn rumah aman ini.

__ADS_1


__ADS_2