
"Mama sangat pandai memasak," puji Cedric.
"Benarkah?" tanya Eryk.
Cedric mengangguk, Eryk pun tersenyum lalu berkata, "Bagaimana jika lain waktu Mama yang akan memasak untuk kita?" tanyanya seraya menoleh kepada Flavia.
Di tatapi dengan tatapan dingin namun, tampan membuat Flavia merasa salah tingkah lalu berkata, "Cedric, cepat habiskan makannya!"
"Ya Ma," jawab Cedric sembari mencapit lauk dan memakannya.
Karena Cedric harus sekolah, maka mereka pun tidak lama tinggal di Villa ini. Flavia adalah ibu yang sangat disiplin, apa yang menjadi kewajiban putranya maka harus dijalankan. Meski Cedric adalah permata hatinya dan juga permata hati Klan naga hitam. Namun, penguatan karakter adalah hal penting di atas segalanya untuk masa depan Cedric.
Di rumah utama Lin, kehadiran Cedric bagai obat yang mujarab untuk Nyonya Lin, raut wajahnya nampak semakin terlihat cantik, karena menjadi banyak tersenyum. Selain itu juga, Flavia sudah mulai memasak sekaligus mengobati Nyonya Lin, seperti masa-masa dulu.
Di akhir pekan, Cedric merengek meminta pergi ke Villa lagi, kali ini ingin pergi bersama Neneknya, Nyonya Lin. Merasa tidak berdaya, akhirnya Eryk memenuhi keinginan Cedric.
Namun, Flavia tidak bisa menemani, karena sibuk dengan pasien-pasien di kliniknya. Berita jika Flavia telah berhasil menyelamatkan nyawa ibu dan bayi dalam keadaan selamat di mobil pick up, sayuran. Telah membuat pasien di klinik Flavia naik dengan angka yang tajam. Bahkan Flavia berencana menambah tenaga perawat dan tenaga dokter kandungan untuk membantunya.
Di akhir pekan, Eryk membawa cedric kembali ke Villa, kali ini mereka akan menginap selama dua hari. Sesampainya di sana Cedric mengajak anak pelayan yang seusianya untuk bermain bola dengannya. Meski Eryk sudah memperingatkan jika anak perempuan lazimnya tidak bermain bola, apa boleh buat teman sebaya yang ada di villa ini hanya gadis kecil itu saja.
Di Villa, nampak Eryk sedikit melakukan pekerjaannya sebagai pebisnis. Nyonya Lin mengawasi Cedric dan Lily bermain bola.
Nyonya Lin, tidak bisa mengawasi berlama-lama karena kondisi kesehatannya. Cedric mencium neneknya itu, sebelum di bawa perawat ke kamarnya untuk beristirahat.
Cedric lalu menoleh kepada Lily dan berkata, "kita main ke tempat lain, apa kau tahu tempat yang seru untuk bermain?" tanyanya.
"Jangan, nanti papamu akan marah karena bermain jauh," jawab Lily.
"Tenang saja ..." ujar Cedric lagi.
"Ayo," ajak Cedric sambil menarik tangan Lily.
__ADS_1
Pada akhirnya Lily pun mengikuti langkah Cedric, entah mengapa hari ini Cedric ingin sekali bermain di luar. Lily yang memang tinggal di daerah sini, jadi paham dengan jalan di sekitar hutan.
"Aku akan membawamu ke tempat kakek sayuran, dia selalu memiliki blueberry yang manis-manis untuk kita," ujar Lily.
"Apakah kita bisa memetiknya?" tanya Cedric.
"Tubuh kita masih terlalu pendek untuk memetiknya, jadi kita pinta saja kepada Kakek sayur," kata Lily.
Sesampainya di rumah kakek sayur, Lily mengajak Cedric bersembunyi, "Ada apa?" tanyanya.
"Sst ..." jawab Lily sambil meletakan satu jarinya di bibir Cedric.
"Itu ... itu ..." jawab Lily.
"Apa?" tanya Cedric sambil berbisik.
"Paman jahat itu datang lagi?" Jawab Lily.
"Waktu itu aku melihat, paman itu memaksa kak Xing'er untuk ikut bersamanya," jelas Lily.
Cedric memandangi rumah kakek sayur yang sedari tadi Lily sebutkan. Ingin melihat lebih jelas, maka Cedric menggenggam tangan Lily dan berkata, "kau tunggu di sini saja, ok!" lalu Dia melangkah, bersembunyi di belakang mobil.
Melihat wajah Kakek sayur, Cedric teringat jika itu adalah kakek yang yang waktu itu menghadang mobil mereka. Lamunan Cedric terbuyarkan ketika melihat pria itu akan membawa si bayi pergi.
Kakek sayur mencoba menghalangi. Namun, malah dipukul sampai tersungkur dan pingsan. Sementara Xing'er berusaha menghalangi, tap aps daya dia buta. Gerakannya yang sembarangan, malah membuat dia sendiri terjerambab jatuh berguling-guling.
Cedric merasa geram melihatnya. Namun, mampu memgontrol emosinya agar bisa tetap tenang. Meskipun dia memiliki julukan naga kecil di Klan naga hitam. Namun, dia adalah naga kecil yang telah di latih oleh Naga besar, jadi tidak bisa dianggap remeh juga.
Cedric pun mulai berstrategi, dia mengambil sebuah ranting kayu, dan menuliskan plat nomor mobil yang dia lihat ini di tanah, memberi tanda kepada lily agar nanti membacanya.
Merasa jika bayi itu adalah bayi yang diselamatkan oleh Mamanya, maka dia berkewajiban untuk menjaganya. Cedric melihat jika bagasi mobil itu sedikit terbuka, lalu memilih masuk ke dalamnya dan bersembunyi ikut untuk menemani si bayi.
__ADS_1
Ketika mobil sudah berjalan menjauh, Lily segera keluar dari persembunyiannya, Lily segera menghapal plat mobil yang dituliskan oleh Cedric tadi.
Sambil menangis Lily, melihat ke arah kakek Sayur dan Xing'er. Merasa jika semua tidak baik-baik saja. Maka dia segera berlari kembali ke Villa. Beberapa kali terjatuh, Lily tetap terus bergumam menghafalkan nomor plat mobil itu.
Dia menganggap jika Cedric menulis itu, artinya nomor itu sangatlah penting, karena itu dia terus memghafalnya sepanjang perjalanan kembali ke Villa.
Sesampainya di Villa, tubuh Lily terlihat kotor di wajah dan di bajunya. Lily langsung saja menerabas masuk ke ruangan kerja Eryk.
Eryk menaikan satu alisnya karena melihat gadis kecil sedikit berlumpur tengah menerabas masuk begitu saja ke ruang kerjanya.
Dengan masih tersengal-sengal, Lily maju ke depan meja kerja Eryk, lalu berkata memyebutkan nomor yang sudah dia hafal berkali kali tadi. Namun, Eryk merasa tidak memahami maksudnya.
Merasa gemas jika Tuan Muda Lin yang di depannya ini hanya diam saja, Lily pun segera naik keatas kursi yang ada di depannya. Lalu dengan cepat mengambil pena dan kertas yang ada di meja Eryk. Dan, segera saja dia menuliskan angka hafalan itu di atas kertas.
"Ini Tuan ..." ujarnya sambil menghapus air matanya.
Eryk lalu berdiri, sedikit menjaga jarak sambil memandangi kertas yang baru saja diberikan untuknya.
"Nomor plat mobil?" tanya Eryk.
"Mereka membawa tuan muda Cedric," jelas Lily.
"Apa?" tanya bingung Eryk.
Dengan masih berdiri di atas kursi, Lily menceritakan tentang apa yang baru saja terjadi di rumah Kakek sayur. Mendengar cerita Lily, lalu Eryk pun segera membawa beberapa orang untuk pergi ke rumah Kakek sayur.
Di sana, benar saja apa yang diceritakan oleh Lily tadi. Eryk melihat guratan ranting kering yang ada di tanah. Dia bersimpuh seraya mengusap lembut guratan tulisan itu.
"Cedric ..." gumamnya dengan pelan.
Ketika dia mendekati kakek yang dipanggil kakek sayur itu, seketika saja wajahnya menjadi sangat terkejut.
__ADS_1
"Xing'er," ujarnya memanggil nama gadis buta itu.