BLUE MOON

BLUE MOON
TERSESAT


__ADS_3

Mata Lily pun menangkap sosok tampan yang tengah berdiri memandanginya. Lily sedikit memegang dadanya, seraya berpikir kata orang jatuh cinta itu indah, tapi kenapa denganmu terasa begitu pilu."


Lily teringat masa-masa indah yang telah mereka bagi semasa kecil dulu. Dia pun menghela napas dan mengalihkan pandangannya dari Cedric, "Tapi, inilah yang berbahaya dari cinta, kita tak pernah bisa merencanakan dan memilih kepada siapa akan jatuh cinta," pikirnya.


Flavia membawa Lily pergi ke kamarnya, meninggalkan Cedric di sana sendirian dengan hatinya yang sedang merindu. Meninggalkan dia yang sedang merasakan ada sebuah ruang kosong di sudut hati. Hujan yang pada saat ini sedang terjatuh ke bumi, sungguh itu seperti sedang terdengar bagai kata-kata cinta yang mesra. Yang sedang diucapkan Tuhan untuknya. Cedric menundukan kepalanya, terlihat khusuk menunduk mendengar.


Lily nelihat-lihat kamar itu, lalu Flavia berucap, "Istirahat saja dulu, kau pasti lelah karena baru saja menempuh perjalanan jauh?" ujar Flavia seraya bergegas pergi ke dapur lagi.


"Terima kasih Nyonya," jawab Lily.


Flavia dalam hati selalu berterima kasih kepada Lily, karena tindakan cerdasnya waktu itu, sehingga putra semata wayang dan kesayangannya itu bisa selamat dari kejadiaan naas waktu itu.


Matahari sudah di penghujung petang, lily melihat air hujan yang lepas landas di atas kaca jendela kamarnya. Berpikir apakah Cedric sudah melepas hari dan sebuah kisah tentang masa kecil mereka dulu. Lily pun tertawa karena memikirkan tentang angan pilu yang tengah melingkupi hatinya, sejak saat itu, di hari mereka berpisah, langit senja tak lagi sama.


.


Malam ini, mereka akan makan malam bersama. Kakek Mo, felix dan yang lainnya berkumpul. Gladius dan Xing'er yang telah dinikahi dua tahun yang lalu. Mereka datang paling terakhir bersama asisten He. Karena, dia baru saja selesai mengikuti turnamen Taekwondo. Asisten He klan naga hitam sedang menempa Gladius untuk menjadi pengawal nomor satu calon naga besar klan naga hitam.


Di ruang makan, semua makanan telah tersedia. Terutama mie panjang umur. Masyarakat Tionghoa percaya bahwa mie melambangkan kebahagiaan dan rezeki yang tidak terputus.Β Oleh karena itu, menyantap mie panjang umur atau siu mie saat perayaan ulang tahun membawa harapan umur yang panjang, kebahagiaan, dan rezeki berlimpah yang tidak pernah putus di tahun baru.


'Prang' sebuah Vas bunga kristal seharga puluhan juta tarjatuh ke lantai dan pecah sampai berkepeing-keping. Li mei, Jia Mee terdiam saling berpandangan.


"Yah pecah," ujar Li mei.


"Ini Vas kesukaan Papa," ujar Jia mee.


"Ada apa ini?" tanya Eryk.


Li Mei dan Jia Mee monoleh dengan saling berpegangan tangan, lalu dengan kompaknya berlutut sambil memegangi kuping mereka masing-masing dan berkata, "Papa kami salah," ujar mereka.


"Apa kalian yang memecahkan Vas kristal itu?" tanya Eryk.

__ADS_1


"Ya Papa," jawab mereka bersamaan.


"Kira-kira hukuman apa yang pantas?" tanya Eryk.


Pada saat ini Flavia datang lalu memapah kedua putrinya itu agar jangan berlutut, "Papa kalian bisa membeli Vas itu lagi, jadi tidak usah berlutut lagi."


Kedua putrinya itu pun memeluk sayang Mama mereka. Eryk pun tersenyum, dia tidak benar-benar marah. Melihat kedua putri mereka mau meminta maaf saja sudah cukup baginya, daripada melemparkan kesalahan kepada orang lain.


"Lain kali dilarang berlutut seperti itu!" ujar Flavia.


"Tidak Ma, kak Cedric bilang jika kami hanya wajib berlutut kepada Papa dan Mama saja," jawab jia Mee.


Cedric mengajarkan jika memiliki kesalahan kepada Papa dan Mama mereka, maka harus meminta maaf sambil berlutut. Dan kedua adik kembarnya Cedric itu benar-benar patuh kepadanya.


"Ayo, yang lain sudah menunggu kita di ruang makan," ajak Flavia.


Cedric menunggu di koridor ruang makan, melihat kedua adiknya berjalan di depan Mama dan Papa mereka sambil bergandengan tangan, dia pun tertawa. Paham jika kedua adiknya seperti itu, pertanda jika mereka baru saja berbuat salah.


Lily dan yang lainnya duduk di kursi meja makan, menunggu kedatangan Tuan dan nyonya muda Lin. Kepala pelayan mendorong kursi roda Nyonya Besar Lin. Cedric langsung mengambil alih dan mendorongnya melewati kursi yang Lily duduki.


Makan malam bersama dilewati dengan sukacita, lalu satu persatu memberikan hadiahnya, setelahnya mereka pun pamit pulang.


Tak terasa gelap pun jatuh semakin mengkelam hitam. Di ujung malam menuju pagi yang dingin. Hanya ada sedikit bintang malam ini. Esok gelap hitam akan berganti putih terang. Ribuan purnama dilewati. Namun, jejak-jejak hati diantara keduanya tetap ada di sana.


Keduanya berbaring di ranjang, di kamar mereka masing-masing. Berpikir begitu dekat mengapa bisa begitu jauh. Ingatan Lily kembali ke masa silam. Saat-saat perkataan Eryk Lin waktu itu masih menggema di telinga dan tertancap di hatinya.


Lily bangun dari ranjang lalu membuka lemari dan mengambil sebuah kotak berisi surat-surat dari Cedric. Selama ini dia selalu membaca surat itu berulang-ulang, tanpa memiliki keberanian untuk membalasnya. Cedric mulai mengirim surat karena Lily tidak pernah membalas pesan elektroniknya.


Lily menutup kotak suratnya, menyimpannya kembali di lemari. Melihat diluar bintang begitu indah, Lily memutuskan keluar kamar. Dari balkon kamar cedric, dia melihat Lilynya sedang berjalan di taman bunga rumahnya.


Cedric segera saja keluar dari kamar, menuruni anak tangga dengan sedikit ceoat, berlari. Bertahun-tahun tidak bertemu. Ketika bertemu seperti orang asing, mana bisa hatinya menerima.

__ADS_1


"Lily," panggil Cedric.


Tubuh Lily mematung, perlahan dia memberanikan diri untuk menoleh dan menatapi wajah Cedric sampai puas, dengan perasaan hati remuk redam.


"Tuan Muda Lin, ada apa?" tanya Lily dengan nada suara yang datar.


"Aku pikir kita adalah tim yang sangat baik sampai kau memutuskan untuk bermain sendiri," ujar Cedric.


"Aku hidup dalam kebohongan, aku menginginkanmu tapi aku tidak bisa memilikimu dan aku berpura-pura semuanya baik-baik saja," jawab Lily dalam hati.


Lily membalikan tubuhnya, menyembunyikan butiran-butiran bening yang sedikit lagi terjatuh dari kedua matanya yang indah itu, "Tuan muda, ini sudah malam. Tidak baik jika masih diluar," ujar Lily seraya ingin melangkah pergi.


Cedric merasa tidak puas dengan jawaban Lily, dia melangkah ke depannya dan menghalangi langkah Lily. Lalu dia bertanya, "Mengapa kau sekalipun tidak pernah menjawab surat-surat yang aku kirim kepadamu?"


"Ah soal itu ..." jawab Lily dengan suara pelan sedikit tercekat.


"Aku terlalu sibuk belajar, kelak aku harus menjadi asisten terhandalmu. Karena itu aku tidak bisa jika tidak rajin belajar," jawab sembarang Lily.


" lagipula ada beberapa tempat dalam hidup di mana kau hanya bisa pergi sendiri," jawab Lily.


"Orang yang pergi sendiri bisa mulai hari ini, tetapi dia yang bepergian dengan orang lain harus menunggu sampai orang itu siap." Ujar Cedric.


"Untuk melewati perjalanan tersulit kita hanya perlu mengambil satu langkah pada satu waktu, tetapi kita harus terus melangkah."


"Beberapa jalan indah tidak dapat ditemukan tanpa tersesat, Saat ini anggap saja aku sedang menganggap jika kau sedang tersesat" uJar Cedric seraya pergi berlalu meninggalkan Lily.


πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Ditunggu Vote-nya yaaaaa 😍😍


__ADS_1


__ADS_2