BLUE MOON

BLUE MOON
BERWAJAH MASAM


__ADS_3

Cedric juga yakin jika Lily tidak memberikan akses kuncinya kepada orang lain. Karena dari ketika dia menjemput  dia melihat Lily memasukan kunci akses kamarnya itu ke tas tangan yang dia bawa. Lalu selama di Ball room gadisnya itu selalu berdekatan dengan dirinya.


Asumsi saat ini adalah Lily yang memberikan kunci itu kepada orang yang terekam di CCTV, Cedric pun berkata kepada manajer hotel, “Terima kasih Tuan atas bantuannya, bolehkan mengrimiku video itu, “ pinta Cedric.


Setelah mendapatkan video itu, lalu dia megirimkannya kepada papa Felix, “Hal ini akan diselidiki dengan baik,” imbuh Cedric kepada Lily dan Jingmi.


“Bersiaplah, kita akan segera kembli pulang!” ujar Cedric.


Lily menundukan kepalanya, lalu mulai mengatur kepulangan mereka yang berubah menjadi lebih cepat. Carl mendengar tentang apa yang terjadi, dan membesarkan hati Cedric serta tidak menyalahkkannya, “Uang bisa di cari, tapi hubungan harmonis sulit di dapat. Jika proyek ini lepas, akan ada proyek lain yang siap kita jemput.”


“Terima kasih Paman carl,” ujar Cedric.


Sebelum kembali, Jingmi memastikan jika kucing perampok itu tidak akan tertangkap, mereka menjamin tidak akan tertangkap, hanya jika mereka mendapatkan tambahan uang saja. Pagi ini sebelum pergi ke bandara, Jingmi sudah bersiap menunggu Cedric dan Lily di lobi hotel. Dia meletakan sebuah tas jinjing di samping sofa yang sedang dia duduki.


Begitu Cedric dan Llily keluar dari Lift, Jingmi pun langsung berdiri dan mengegeret tas kopernya dan meninggalkan tas jinjingnya. Dia pergi menghampiri keduanya, lalu berjalan beriringan keluar dari lobi hotel dan masuk ke dalam mobil yang akan mengantarnya ke bandara.


Seorang wanita langsung duduk di sofa tempat Jingmi tadi duduk, melihat mobil yang membawa Jingmi sudah melaju, maka wanita itu berdiri sambil mengambil tas jinjing yang tadi di tinggalkan oleh kliennya itu.


Pesawat mereka pun terbang tinggi meninggalkan langit Indonesia. Namun, rasa takut yang menggelayut di hati Jingmi ikut terbawa pulang.  Sementara itu wajah Lily nampak pucat karena memikirkan pada saat ini tersangka utama pensabotasean ini adalah dirinya.

__ADS_1


Pada saat ini Lily terlihat sebagai seorang mata-mata bagi competitor Grup Lin. Dan, betul saja ketika tiba suasana terasa tidak mengenakan. Baik di rumah utama Lin, maupun di Grup Lin. Ini terasa seperti sebuah guncangan, Mereka tidak pernah berpikir jika mereka akan kehilangan kesempatan mendapatakan keuntungan besar hanya karena Eryk mempercayakan proyek ini di pegang oleh yang lebih muda. Yakni Cedric dan Lily.


Pertemuan para pemegang saham pun diadakan, karena kejadian ini maka terbentuklah mosi tidak percaya.  Mereka meminta pertanggung jawaban Eryk sebagai pimpinan tertinggi di Grup Lin.  Sebelum masuk ke ruang pertemuan, Eryk sedikit berpetuah kepada putranya itu, “"Pengalaman kegagalan adalah ilmu yang lebih berharga daripada cerita kesuksesan," ujarnya sembari menepuk bahu putra semata wayangnya itu.


Eryk dan Cedric duduk di kursi yang saling berdampingan, sementara Lily berdiri di samping kursi Cedric.  Di rumah utama Flavia nampak sedang menunggu Felix. Hatinya begitu merasa khawatir ketika mendengar apa yang terjadi.


Hatinya merasa yakin jika Lily tidak akan pernah melanggar kode etik perusahaan dengan menjadi mata-mata pesaing Grup Lin.  Begitu kepala pelayan mengatakan jika Felix datang maka dia langsung saja berlari keluar dari kamarnya, menemui Felix.


“Jadi apa yang kau dapatkan?” tanya Flavia.


“Tentu saja bukti,” jawab Felix.


“Bukti apa, cepat kasih tahu aku,” ujar Flavia dengan tidak sabaran.


Felix menceritakan tentang petunjuk yang mengarah kepada si pelaku sebenarnya. Analisa Cedric satu-satunya kesempatan kunci akses itu menghilang dan ada kembali di tas tangan Lily adalah karena sesorang meletakan kembali kunci akses itu di dalam tas tangan Lily.


Berdasarkan analisa Cedric orang itu adalah Jingmi, hanya ketika ke toilet Cedric tidak bersama dengan Lily tapi Jingmi juga ikut pergi dengan Lily. Dari situlah Cedric meminta agar Felix menyelidiki Jingmi. Dan menemukan rekaman CCTV yang merekam Jingmi sedang berbicara sekilas dengan pria asing yang menabrak Lily ketika di ballroom.


Berdasarkan pemindai wajah yang Austin Long ciptakan, maka dengan mudah Felix menemukan identitas pria yang ada di rekaman CCTV itu. Flavia segera memberikan informasi yang baru saja dia dapat dari Felix.

__ADS_1


“Aku ingin agar oran itu segera ditemukan!” perintah Flavia kepada asisten He klan naga hitam.


Dengan identitasnya di dunia bawah tanah, maka asisten He langsung saja menggerakan orangnya yang  ada di Indonesia untuk segera mencari, menangkap si kucing perampok itu. Flavia langsung saja menarik Felix, “kau temani aku,” ujarnya.


“mau ke mana?” tanya Felix sedikit penasaran.


“Tentu saja menyelamatkan putraku,” ujarnya lagi.


Dirinya ini sedari dulu tidak suka jika ada yang memarhi atau membuli putar kesayangannya itu, jika Eryk saja kena marah olehnya, apalagi orang lain. Tentu dia akan langsung melemparkan bom kemarahan di depan orang yang menyerapahi dan menyumpahi putranya itu.  Sementara itu di Grup Lin benar-benar terjadi kemarahan yang menumpuk dari para pemegang saham.


Hati Jingmi bercampur senang sekaligus takut, senang karena rencana yang dia susun sepertinya berhasil. Takut jika saja nanti ini diketahui banyak orang jika dia adalah penyebab dari semua ini, semua kekalahan ini.


Para pemegang sahan sepakat jika Cedric dan Lily harus dipecat dari kedudukan di Grup Lin.  Meski sudah dijelaskan mereka tetap saja enggan percaya. Cedric pun berdiri dan berkata"Sebuah kekalahan mungkin disebabkan oleh satu persen kegagalan. Tapi, kekalahan total terjadi saat kita memutuskan untuk mengakhiri langkah dan tak mau belajar dari kegagalan itu."


Cedric menoleh kepada papanya itu lalu berkata,” Jika pengunduran dirku dan juga Lily bisa menstabilkan Grup Lin maka aku menyetujuinya, aku menerimanya.”


Eryk terdiam menatap putranya itu, Mengakui sesuatu yang buksan kesalahan kita, sejatinya sangat berat. Memuji hal yang dilakukan putranya ini, demi menjaga perusahaan keluarga. Eryk pun merasa Jika Cedricnya sudah benar-benar dewasa, meninggalkan egonya demi keberlangsungan keluarga Lin.


Pada saat ini tiba-tiba pintu ruangan pertemuan terbuka dengan kasar. Flavia masuk dengan berwajah masam, di ikuti dengan langkah Felix yang sedikit tergopoh. Kekuatan seorang ibu jika sedang marah dang ingin melindungi anaknya, jangan pernah diragukan lagi. Itu adalah energi terhebat yang Tuhan karuniakan untuk wanita.

__ADS_1


Bahkan ketika melahirkan saja, Tuhan sudah memberikan daya tahan yang sangat besar kepada wanita. Di waktu melahirkan maka wanita bisa menahan sakit setara sakit ketika menahan patang 20 tulang rusuk.


__ADS_2