BLUE MOON

BLUE MOON
PENGKHIANAT


__ADS_3

#bab 90


Eryk masih berdiri diam. Memandangi Felix lalu berbalik memandangi Flavia. Pada saat ini jelas dia tidak rela meninggalkan Flavia. Tapi juga tidak ingin memancaing kemarahan calon istrinya itu.


Akhirnya Eryk memilih patuh dan meninggalkan kamar itu, “Hissh, semua ini karena Carl,” ujar Eryk dalam hati, baru saja ingin masuk ke dalam kamarnya sendiri tapi dia malah sudah ditarik oleh bibi Hung,  kepala pengawas Bellboy.


“Kau, mengapa malah di sini, pekerjaan  hari ini sangat banyak. Tamu-tamu sudah berdatangan,” ujar si kepala pengawas itu.


“Eeh … tunggu dulu, aku bukan bellboy,” ujar Eryk seraya menepis tangan Bibi Hung.


“Apa kau ini sedang mabuk, coba lihat seragam apa yang kau pakai,” ujar Bibi Hung lagi.


“Oh ya ampun,” ujar Eryk.


“Jangan banyak mengeluh, cepat bekerja. Masih banyak koper-koper yang harus dibawa,” ujar Bibi Hung lagi.


“Oh astaga,” ujar  Eryk dalam hati.


Eryk pun turun ke lobi bersama Bibi Hung, lalu mulai menyambut tamu-tamu di depan pintu hotel dan satu persatu menaikan barang di troli koper. Pada saat ini Eryk melihat Carl masuk dengan di kawal oleh empat orang pengawal tinggi tegap dan seorang wanita di sampingnya, itu adalah Belinda.


“Carl … itu Carl…” ujar Eryk dalam hati seraya ingin mengejar Carl tapi malah tersandung oleh koper-koper yang membuatnya terjerambat ke lantai.


“Haish … sial,” ujar Eryk seraya bangun dari lantai.


Melihat bagaimana rupa para pria itu, firasat Eryk mengatakan ini bukan sesuatu yang bagus. Dia pun segera dengan cepat mengerjakan pekerjaannya sebagai pengantar barang. Lalu begitu ada kesempatan di saat Bibi Hung lengah, dia langsung saja kembali ke kamar suitenya.


Tubuhnya merasa lelah di sana sini, banyak memindahkan dan mengangkat koper-koper. Tapi karena pekerjaan Bellboy ini dia jadi bisa memetakan kamar Carl dan juga yang lain-lainnya. Jin Chen juga baru saja masuk  ke IP Addreess CCTV, dan juga mengawasi semuanya.


“Apa kau melihat carl?” tanya Flavia sembari menyesap jus jeruknya.


“tidak pasti,” jawab Felix.


Felix dan Flavia jelas tidak begitu mengenali Carl,  beda hal dengan Eryk. Meski dia menutupi wajahnya tapi, Eryk akan tetap megenali kawan baiknya itu.

__ADS_1


Gery asisten nomor satu Leon Sebastian juga ikut hadir di hotel bintang lima itu. Flavia dan Felix pasti akan menepuk kening mereka, karena misi telah berubah jadi piknik bersama, semua ikut datang ke hotel ini.  


Carl langsung di bawa ke aula pertemuan, di sini dia berpisah dengan Belinda. Carl sama sekali tidak berkomunikasi dengan Leon ataupun Gery. Tapi, dia percaya jika akan ada penyelamat datang untuk menyelamatkan dirinya.


Dugaan Carl memang benar, orang-orang Leon juga sudah ada di beberapa sudut hotel. Belum lagi orang-orang dari Tuan muda Lin dan juga Klan naga hitam. Kekuatan besar telah datang di hotel ini. Namun, seolah-olah tidak terlihat akan ada hal besar.


Malam pun tiba, saatnya semua bergerak, Eryk memakai setelan baju serba hitam, masker hitam. Sementara Flavia dan Felix juga sudah bersiap masuk ke aula, di depan  pintu masuk mereka semua memberikan kartu akses untuk masuk. Di dalam keadaan nampak damai dengan alunan musik klasik dari piano yang dimainkan oleh pianis.


Flavia dan Felix pun duduk di salah satu meja. Lalu Felix memgeluarkan kamera lebah yang dia pinjam dari Cedric. Dan, mulai menerbangkannya. Lebah itu mulai melesat tinggi dan gesit. Felix menyetel jam tangannya itu untuk menjadi kamera pemantau  mencari keberadaan Carl.


Intuisi Carl mengatakan hari ini akan terjadi sesuatu yang penting, karena itu dia sebelumnya sudah mengatur jadwal komputer yang dia pakai untuk menginfeksi sendiri, memasukan virus sendiri untuk merusak data yang ada di PC.


Acara dibuka dengan pelelangan untuk amal, ini berjalan lancar. Tiba pada saaatnya acara puncak. Carl naik ke atas pangung dengan memegang sebuah botol kecil. Lalu menjelaskan varian baru yang sedang dia pegang di tangannya.


“Apa yang kau dapatkan?” tanya Flavia.


“Titik pos penjaga mereka,” ujar Felix.


“Bagus mereka akan mengurus semuanya” ujar Flavia.


Para tamu yang hadir bertepuk tangan, ketika Carl menjelaskan tentang Varian baru mereka. Carl pun turun dari panggung.  Melihat Carl turun dari panggung, Belinda langsung berdiri dari kursinya. Flavia melihat ini. dia pun ikut berdiri dan berniat mengikutinya.


“Kau mau ke mana?” tanya Felix.


“Masalah wanita,” jawab Flavia.


Flavia mengikuti Belinda dan melihatnya masuk ke dalam ruangan janitor, Flavia menunggu beberapa saat dan melihat Belinda keluar dengan memakai seragam petugas kebersihan,  “Dia mau melakukan apa?” pikir Flavia.


Carl melihat jam tangannya, menghitung mundur di menit-menit si komputer akan menghancurkan dirinya senidiri. Carl mengambil botol kecil yang tadi dia pegang  lalu memasukannya ke dalam sakunya, “Ini adalah satu-satunya racikan yang akan tersisa,” ujarnya dalam hati.


Berdasarkan pemetaan dari Felix, beberapa interpol yang Eryk undang jadi lebih mudah untuk bermanuver untuk menangkap Juan. Suasana ricuh ramai ketika petugas interpol itu masuk dan menyerang ke dalam aula yang tertup rapat itu.


Carl berpura-pura bodoh sambil berkata, “Apa mereka juga tamu undangan?” tanya Carl kepada Juan.

__ADS_1


Juan tidak menjawab tapi malah bergegas pergi, Carl pun berkata lagi, “Hei mau kemana?” tanya Carl sambil berlari mengejar Juan.


Dia akan mencegah Juan untuk melarikan diri, karena jelas jika Juan lepas lagi, maka dia akan terus mengejar malaikatnya.


“Hei, kau mau ke mana?” tanya Carl lagi.


Flavia melihat Carl dan Juan yang akan melarikan diri, “Apakah dia itu bodoh, mengapa mengikuti Juan,” pikir Flavia.


Carl mencoba  menahan Juan agar tidak bisa melarikan diri,  “Sial mengapa aparat itu lama sekali,” pikirnya.


Tiba-tiba Juan menarik kerah baju Carl , “Apa kau menghianatiku?” tanya Juan.


“Khianat …” ujar Carl agak terbata.


“Bagaimana mungkin aku menghianatimu. Jika aku menghianatimu bagaiamana mungkin aku di sini bersamamu,” jawab Carl.


Mendengar itu maka Juan melepaskan tangannya dari kerah baju Carl, “Masuk, kau ikut aku,” ujar Juan.


“Apa ikut dengannya, sial ini bukan salah satu dari rencanaku,” ujar Carl dalam hati.


Melihat jika Carl akan dibawa oleh Juan, maka Belinda langsung saja keluar dari tempat persembunyiannya, lalu menembak beberapa anak buah Juan, Carl pun langsung menunduk karena tak tahan mendengar suara tembak menembak.


“Ah, jadi kau adalah penghianatnya?” ujar Juan.


Carl sedikit gemetaran, “Kenapa dia tidak mengikuti pengaturanku,” ujar Carl dalam hati berpikir tentang Belinda.


Juan langsung saja menarik masuk Carl ke dalam mobilnya, Eryk datang dengan mobilnya, “Masuklah,” ujarnya kepada Belinda dan Flavia.


✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅


PROMO NOVEL TEMAN


__ADS_1


__ADS_2