
Eryk langsung memeriksa denyut nadi Kakek Xing'er, melihat masih bernyawa dia segera meminta orangnya untuk membawanya ke rumah sakit untuk dilakukan visum, begitu juga dengan Xing'er.
Visum adalah pemeriksaan untuk mengecek kondisi kesehatan korban kekerasan. Prosedur ini sebaiknya dilakukan secepatnya atau tidak lebih dari lima hari setelah kejadian, karena itulah Eryk meminta agar orangnya segera membawa kedua korban ke rumah sakit terdekt.
Cara melakukan pemeriksaan visum tersebut perlu dilakukan dengan cara membuat laporan di kepolisian. Nantinya penyidik atau hakim akan mengajukan permintaan untuk melakukan visum. Kemudian layanan kesehatan akan melakukan pemeriksaan kepada korban secara menyeluruh.
Namun, bagi Eryk ini bisa di sederhanakan,Karena dia seorang ahli forensik yang biasa membantu keplisian mengidentifikasi jenazah, maka kali ini dia meminta agar laporan dan visum di lakukan secara bersamaan. Tidak harus menunggu proses pelaporan selesai, barulah bisa melakukan Visum.
Eryk segera menghubungi rekannya di kepolisian, itu untuk melakukan pacakan sebuah mobil, dia hanya menyebutkan plat nomor mobil yang Lily beritahu, "Baik akan segera kami cari tahu," janji petugas kepolisian itu.
Pada saat ini Flavia masih berada di klinik, lalu mendapat sambungan dari asisten He yang mengatakan jika Tuan muda kecil menghilang.
"Apa! Menghilang?" tanya Flavia dalam keterkejutannya.
Dia langsung saja menutup sambungan ponselnya, segera masuk ke mobil. Sambil menyetir dia memasang headset di satu telinganya.
"Naga kecil sedang terbang, jangan sampai naga besar mengetahui," ujar Flavia.
"Baik Nona," jawab asisten He dengan mode tetap tenang.
Selama ini, dia termasuk orang yang melatih Cedric. Jadi kemampuan anak itu seperti apa, tentu dia sangat mengetahuinya.
Fkavia semakin cepat melajukan mobilnya menuju ke Villa. Dia menghubungi Eryk, yang ternyata sedang berada di rumah sakit.
Flavia pun segera menuju ke rumah sakit, di sana Eryk dan petugas kepolisian sedang menanyai Xing'er. Namun, semua sia-sia karena wanita itu tidak dapat melihat siapa yang mengambil bayinya. Sementara, kakek sayur tengah pingsan.
Flavia dengan cepat berjalan di koridor rumah sakit, menuju ke kamar yang Eryk beritahu tadi. Baru saja sampai dan membuka pintu, lalu masuk. Tapi, Flavia malah langsung menampar Eryk.
Flavia menatap marah kepada Eryk, memahami kemarahan dalam hati wanita itu, maka Eryk tidak membela diri sama sekali.
"Siapa itu?" tanya Xing'er
Flavia menoleh dan, masih mengenali wanita buta yang waktu itu dia tolong, "K-kau mengapa ada di sini?" tanya Flavia dengan heran.
Petugas polisi pun menceritakan apa yang terjadi. Sementara itu di sisi pinggiran kota yang lain, cedric merasakan jika mobil telah berhenti dan masuk. Ketika sebelumnya masuk ke bagasi Cedric melihat sebuah karet tebal, dan sedikit meletakannya di bawah bagasi itu, dengan tujuan pintu bagasi belakang ini agar mudah di buka.
__ADS_1
Cedric membuka pintu bagasi itu pelan-pelan. Lalu mulai keluar, dia mengamati jika saat ini dia ada dalam sebuah garasi.
Cedric melihat sebuah pintu lalu membukanya. Dia pun mengendap-endap masuk. Asisten He pernah mengajari bagaiamana cara mengintai musuh.
Cedric sudah ada di dalam rumah, dan mendengar suara tangis bayi. Dia pun mengikuti arah suara itu menuntunnya. Cedric berhasil masuk dan langsung bersembunyi di bawah tempat tidur. Dia menandai ada berapa orang yang ada di rumah itu dengan menandai model sepatu yang berbeda-beda, yang dia lihat dari bawah tempat tidur, tempat dia bersembunyi.
Dia sangat mengingat pelajaran yang asisten He katakan, "Ingin memenangi peperangan maka harus mengenali musuh."
Si bayi terus saja memangis, ketika memastikan jika para kompolotan itu tidak ada di kamar. Maka Cedric segera keluar dari tempat tidurnya. Lalu segera naik ke tempat tidur dan menepuk-nepuk lembut bayi itu seraya menghiburnya, "Sst ... jangan menangis lagi. Papaku akan segera menemukan kita."
Cedric mengambil botol minim kecil yang dia bawa di balik jaketnya. Lalu meminumkannya pelan-pelan kepada si bayi, "Pasti haus ya?"
Sebenrlarnya di atas nakas ada sebotol susu, tapi jika dia memberikan pada si bayi, dan dihabiskan. Maka itu artinya keberadaannya akan di ketahui. Setelah si bayi diam. Cedric kembali masuk ke kolong tempat tidur.
Di rumah sakit, Flavia tidak ingin bicara dengan Eryk. Merasa tidak tahan, dia menarik ibu dari anaknya itu untuk bicaras serius.
"Apakah kau marah kepadaku?" tanya Eryk.
"Kau baru saja membuat putraku menghilang!" jawab marah Flavia.
"Maafkan aku ... Maafkan aku ..." pinta Eryk.
"Pada awalnya kau memang menjadi pilihan yang tak pernah aku duga," ujar Eryk.
"Tapi itu berakhir menjadi satu-satunya wanita untukku."
"Aku tahu kau masih merajut hatimu, Tapi aku akan segera datang dengan cepat jika kau membutuhkan aku," ujar Eryk lagi.
"Kau, anak, aku mau semua. Tak ingin berpisah lagi dari kalian," ujar Eryk dengan sedikit menangis.
Flavia memalingkan wajahnya, lalu menarik napas dalam-dalam seraya berkata, "Pada saat ini aku tidak bisa berpikir apa-apa. Aku hanya ingin putraku kembali dengan sehat!"
"Semua akan baik-baik saja," janji Eryk seraya memeluk Flavia yang sedang menahan tangisnya agar tidak pecah.
Pada saat ini, ponsel Eryk berdering. Itu adalah panggilan masuk dari koleganya.
__ADS_1
"Lokasi telah di temukan?"
"Kirimkan kepadaku?" ujar Eryk.
"Ayo! Kita jemput putra kita," ajak Eryk kepada Flavia.
Asisten He pun sama, telah menemukan lokasi keberadaan naga kecil mereka. Di rumah persembunyian itu, datanglah seorang wanita yang ingin mengambil bayi itu.
"Jika ini bukan bayi laki-laki, maka aku tidak sudi untuk merawatnya," ujar suara wanita yang sedang di dengar oleh Cedric.
"Tidak, tidak bisa ... Nyonya itu tidak boleh membawa adik bayi," ujar Cedric dalam hati.
Ketika Nyonya itu melangkah mendekat ke arah tempat tidur. Dan, berdiri di sisi tempat tidur. Langasung saja Cedric menagkap kaki si Nyonya itu dari bawah tempar tidur.
"Aaah ..." teriak Nyonya itu.
Salah satu pria yang ada di sana pun menarik Cedric keluar dari bawah tempat tidur itu.
"Bocah tengik, sejak kapan kau ada di bawah sana hah!" hardik pria yang menariknya tadi.
"Tidak boleh bawa adik bayi pergi," ujarnya dengan gagah berani.
Cedric teringat perkataan kakek Mo, jika dia adalah naga kecil di dalam keluarga Mo. Dan, dia akan selalu memiliki banyak orang yang akan melindunginya.
"Dasar bocah tengik! Berani sekali kau" hardik pria itu lagi.
Cedric menggigit tangan Nyonya itu, ketika melihat akan mengambil si bayi, pria tadi pun segera menarik tubuh Cedric dan melemparkannya hingga tubuhnya terbentur ke lemari.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
JANGAN LUPA VOTE, LIKE,KOMENTAR YA. MASUKAN JUGA KE LIST FAVORIT BACAAN KALIAN YA.
LOVE YOI ALL
ATIGATO.
__ADS_1