
“Sambungkan aku padanya,” ujar Belinda.
Si pemilik toko memberikan ponselnya kepada Ariana, “Apa kau adalah malaikatnya Carl?” tanya Belinda.
“Malaikat siapa?” tanya Ariana bingung.
Belinda pun sedikit tertawa, ketika menjemput Carl, dia bertanya mengapa temannya itu mau melakukan ini. Carl menjawab itu semua demi malaikatnya.
Jadi ketika Belinda mendengar, ada wanita yang mencarinya dia sudah menyangka jika ini adalah Malaikat yang Carl sebut-sebut. Dia pun berkata kepada Ariana, “Nona apa kita saling mengenal?”
“Kau tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu,” jawab Ariana.
“Ah begitu,” jawab Belinda.
Ariana sudah tidak mau berbasa-basi lagi. “katakan dimana Carl?” tanya Ariana.
“Saat ini dia sedang bekerja,” jawab Belinda.
“lepaskan dia,” ujar Ariana.
“Itu bukan aku yang memutuskan, karena sedari awal aku tidak pernah memintanya datang,” ujar Belinda.
“Meskipun kau tidak mau melepaskannya, percayalah aku akan bisa menemukannya!” ujar Ariana yang sudah mulai tidak sabaran seraya menutup sambungan ponsel tersebut.
Ariana melempar ponsel yang ada di tangannya, lalu dia mendorong si pemilik toko itu, dengan serampangan dia mencari-cari pintu rahasia yang ada di toko itu. Mencaari lorong rahasia yang menghubungkan lantai pertama dengan ruang rahasia.
Ariana merasakan ada sedikit angin yang menyapu lehernya ketika dia berjalan di rak yang berisi aneka pemanis dan sirup. Asisten He dan Gery sudah mulai memasang kuda-kuda perlawanan. Sementara itu Ariana mendorong pintu rahasia itu, lalu menemukan lorong rahasia.
Dia pun segera menuruni tangga lorong rahasia itu, sebelumnya dia mengambil kain pel dari besi yang ada di saming pintu rahasia itu. Ariana mendendang pintu yang ada di ruang rahasia itu, seketika saja orang-orang yang ada di ruangan itu terkejut.
Ariana masuk ke dalam, dan mulai menghancurkan benda-benda yang ada di dalam sana. Asisten He dan asisten Ye sedang sibuk di atas, menghalangi orangnya si pemilik toko agar tidak masuk ke lorong rahasia yang sedang di porak porandakan oleh Ariana.
Dalam hati Ariana sudah saatnya menghadapi pria psikopat itu, jadi sekalian saja dia mendeklarasikan dirinya. Yang ada di dalam ruangan ini adalah para peracik, jadi jelas mereka tidak bisa melawan Ariana.
Ariana mengambil sebuah korek api gas, lalu menyalakannya dan membakar beberapa barang haram yang ada di sana, “Jika aku bilang akan aku ledakan, maka akan aku ledakan,” ujar Ariana sambil sedikit menyeringai.
Dia melemparkan korek api tersebut kepada cairan yang mudah terbakar, dia juga memahami di Lab seperti ini dijauhkan dari cairan-cairan yang bisa mengakibatkan ledakan besar, jadi seharusnya cairan yang ada di lab rahasia ini tidak akan memberikan ledakan besar.
__ADS_1
Ariana segera saja berlari kembali ke atas, terdengar di bawah bunyi ‘Buum’ meski tidak besar, Ariana menyibakan rambutnya, seraya berkata kepada si pemilik toko yang sudah babak belur di tangani oleh asisten nomor satu tuan muda Lin, dan tuan muda Sebastian.
Ariana berdiri sambil bersedekap di depan si pemeliki toko, “Jika aku lihat esok kalian masih buka lagi, maka aku akan benar-benar meledakan tempat ini,” ancam Ariana.
Ariana menendang ember kaleng yang ada di dekatnya lalu segera pergi meninggalkan toko itu, menerabas keramaian yang sedang melihat kericuhan di toko itu. setelah mengambil kartu yang dia berikan di toko es kirm, barulah mereka pergi. Asisten He dan asisten Ye duduk di belakang. Memandangi Ariana yang melajukan mobil dengan cekatan, satu tangan menyetir, satu tangan memegang ponsel sembari berbicara dengan Felix, “Aku ingin kau menemukan Keberadaan Carl, apa kau bisa membantuku?”
“Akan aku usahakan,” jawab Felix.
“Jika begitu aku hanya bisa mengandalkanmu,” ujar Ariana lali kembali fokus melajukan mobilnya dengan cepat kembali menuju ke Mansion Mo.
Ketika mereka sampai, makanan yang flavia masak sudah siap disajikan, “Kalian datang tepat waktu,” ujar Flavia, lalu segera meminta pelayan untuk membawa semua tadi yang di masak olehnya.
“Apa kalian lapar, ini cicipilah masakanku,” ujar Flavia lagi.
Mereka semua pun duduk di ruang santai, aneka hidangan snack di atas meja telah tersaji. Cedric langsung saja melahapnya dengan mata yang berbinar-binar. Melihat ini yang lainnya pun menjadi merasa tergoda untuk mencobanya.
“Emm …” ujar Ariana sambil mengunyah dan mengangguk-angguk.
Keduanya sibuk mengunyah sambil mengacungjan jempol mereka, tanda memberikan pujian jika makanan yang disajikan ini sangat enak. Cedric pun membanggakan masakan mamanya itu, dia berkata, “Mamaku ini adalah koki yang hebat, sangat-sangat hebat.”
“Ya kan Pa?” tanya Cedric meminta dukungan.
“Eum …” jawab Eryk sambil mengangguk karena dia sedang sibuk mengunyah juga.
Mereka menghabiskan snack sore itu dengan tawa canda, Eryk sedikit-sedikit menghapus sisa-sisa saus di pinggiran mulut Cedric. Setelah merasa jika Cedric cukup kenyang, Flavia meminta pelayan membawa Cedric ke kamarnya.
Setelah Cedric pergi, barulah keempat orang dewasa itu berbicara serius. Di depan Cedric tadi mereka menahan diri, karena tidak ingin merusak dunia anak-anak Cedric, dunia yang cerita, dunia yang hanya mengenal jika semua itu baik.
Flavia langsung mendekati Ariana, “Apakah benar kau baru saja meledakan toko itu?” tanya Flavia.
“Aku hanya sedikit memberikan hadiah kembang api saja,” jawab santai Ariana.
“kembang api …” ulang kata flavia dengan sedikit nada bingung.
“lalu, bagaimana dengan Carl?” tanya Flavia lagi.
__ADS_1
“Felix sedang mencarinya,” jawab Ariana lagi.
Mendengar Ariana menyebut Felix, hati Eryk seperti terpecik air jeruk lemon, terasa sedikit masam. Tak ingin Flavia teringat Felix dia pun segera mengalihan pembicaraan, “Aku sudah meminta pihak terkait untuk menutup dan menindaklanjuti toko permen tersebut.”
“Aku juga sudah meminta agar keluarga si gendut segera membawanya ke rumah sakit untuk di periksa,” ujar Eryk lagi.
Dia menatapi Flavia dan berharap mendapatkan pujian, wajahnya tersenyum ketika mendengar Flavia mengucapkan terima kasih kepadanya dengan nada yang lembut, lalu Eryk berkata lagi, “Aku juga telah bekerjasama dengan Lembaga\=Lembaga kemanusian, agar ikut memerangi sindikat ini dengan memberi penyuluhan kepada masyarakat.”
Ketika Flavia berkata agar dia membantu dengan cara lain, maka dengan segera saja dia melaukan hal ini. Wajah flavia pun bersemu merah, dia menyadari jika pada saat ini, Tuan Muda Lin sedang patuh dengan apa yang dia pinta sebelumnya.
Di gudang distributor, Belinda berjalan masuk dengan santainya, dia menempelkan kartu aksesnya lalu mencari-cari Carl. Dia berdiri di depannya seraya berkata “ Apa memiliki waktu?”
“Tentu saja,” jawab Carl.
Mereka berdua pergi ke taman yang ada di atas bangunan gudang. Belinda berdiri di depan Carl seraya berkata, “Kau harus berhati-hati, malaikatmu baru saja membuat kekacauan.”
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
Promo.novel teman
🚨 Area dewasa, bocil jangan coba-coba ngintip bahaya 🤣. Yang suka romantis, baper, komedi yuk mampir di anak ke 3 emak online ini.
🚦Mafia story, (Karya ini sesoan 2 Kehidupan kedua sang putri)
"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.
"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"
Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol ketika ia masih mengalami cacat penglihatan yaitu mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon suaminya yang berselingkuh.
siap sangka mencari suami pengganti membawanya dalam jeratan seorang pria muda yang tajir melintir yang begitu mencintai nya hingga tahap obsesi.
Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?
Atau mereka akan berpisah sesuai dengan kesepakatan kertas di atas putih sebelum pernikahan mereka di langsungkan?
__ADS_1