BLUE MOON

BLUE MOON
ISTRI KEDUA


__ADS_3

Eryk, Flavia dan Belinda pun tiba. Mereka semua segera masuk ke aula pernikahan Carl. Mereka bertiga duduk di kursi terdepan. Eryk melihat Leon Sebastian ada di aula ini langsung saja menyapanya, "Tuan Sebastian."


"Tuan Lin," sapa balik Leon.


Leon melirik ke kursi terdepan yang Ariana dan Flavia duduki, "Apa itu Ariana?" tanyanya.


"Iya," jawab Eryk.


Leon memandang sesaat, menghela napas lalu mengangguk dan berkata, "Terima kasih karena telah menjaga adik bayiku yang satu itu," ujar Leon kepada Eryk.


"Ya dia benar-benar bayi yang merepotkan," ujar Eryk sambil sedikit tertawa.


Mereka berdua pun berdiri sebagai pendamping pria, memegang kotak cincin pernikahan untuk Carl dan Belinda. Pendeta telah hadir di mimbar pernikahan. Carl juga tiba di sana, berdiri di depan pendeta, lalu menoleh kepada Ariana dan menatapinya dalam diam. Namun binar matanya menyiratkan 1000 bahasa cinta yang dia arahkan kepada Ariana.


Pernikahan ini adalah permintaan Belinda, Carl tidak bisa menolak, karena melihat begitu banyak hutang budi kepada Belinda. Ariana langsung saja menundukan pandangannya, hatinya serasa seperti sedang teremas kencang, perih, sakit dan galau.


Pintu aula pun terbuka, Cedric berjalan masuk ke dalam aula yang sudah di dekorasi dengan serba putih itu. Naga kecil milik klan naga hitam itu menaburkan kelopak-kelopak mawar putih sambil berjalan menuju altar.


Khansa mendorong kursi roda yang membawa Belinda masuk ke altar pernikahannya. Carl mengalihkan tatapannya kepada Belinda yang hari ini terlihat sangat cantik. Lalu melemparkan senyuman tampannya kepada Belinda.


Carl berjalan perlahan dan mengambil alih mendorong kursi roda Belinda. Carl menggenggam tangan Belinda Pendeta tersenyum lalu mulai membacakan janji suci pernikahan. Keduaanya pun mengucapka "Aku bersedia"


Cincin pernikahan pun telah tersemat, pendeta pun berkata, "Kalian sah sebagai suami dan istri."


Semua di sana pun tersenyum meski hati terasa sedikit sendu. Carl mencium kening Belinda sambil bertanya "Apakah merasa lelah?"


Belinda tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, senyuman di wajahnya menyiratkan kebahagiaan yang sangat mendalam, "Terima kasih karena bersedia menjadi suamiku," ujar Belinda.


Carl tidak menjawab, hanya mencium sekali lagi kening istrinya itu. Tiba-tiba Belinda batuk darah lagi. Gaun pengantinnya itu ternoda oleh darah.


"Belinda ..." ujar panik Carl.

__ADS_1


Yang lain pun terlihat sama paniknya, ketika dokter ingin membawanya, tapi Belinda malah menahanya seraya berkata, "Tidak perlu."


"Apa maksudmu, kau sedang terluka," ujar Carl dengan nada penuh Khawatir.


"Aku baik-baik saja, percayalah," jawab Belinda.


Pada saat ini, Belinda mengulurkan tangannya untuk meraih Ariana, Carl menatap Ariana, dia pun paham lalu memberikan tangannya kepada Belinda.


"Ariana ..." panggil Belinda dengan suara paraunya.


Ariana pun bersimpuh di hadapan Belinda, "Terima kasih karena telah hadir di pernikahanku."


Ariana tersenyum bingung dan menganggukan kepalanya, lalu Belinda berkata lagi, "Terima kasih karena telah memberikanku kesempatan merasakan menjadi Nyonya Sebastian meski hanya sebentar."


"A-apa maksudmu?" tanya Ariana bingung sambil memandangi Carl.


Lalu Carl pun bersimpuh di hadapan Belinda, "Apa yang kau katakan ini?" tanyanya dengan sama bingungnya dengan Ariana.


Belinda tersenyum pada Ariana dan Carl, lalu mengambil tangan Ariana dan suaminya itu, "Carl sangat mencintaimu, maukah kau menjaganya dalam seumur hidupmu nanti?" tanya Belinda.


"Dengarkan aku, waktuku tidak lama lagi. Aku tidak bisa bertahan selama itu, menemani kau bekerja sampai tengah malam, menjaga kau dari anjing yang mengejarmu, atau menemanimu sampai tua," ujar Belinda.


"Ariana ... maafkan aku karena ingin memiliki kenangan indah terakhir bersama Carl. Maka aku memintanya menikahiku, maafkan aku," ujar Belinda.


"Wanita yang Carl cintai hanya dirimu, satu-satunya hanya kau saja," ujar Belinda.


"Jadi maukah kau menikah dengannya, hatiku tidak akan tenang jika tidak ada yang menjaganya!" pinta Belinda.


Belinda melepaskan cincin pernikahannya dan memberikannya kepada Carl, "Kau harus memakaikan cincin ini kepadanya, Ok."


"Tidak ... aku mohoh jangan begini," ujar lirih Carl.

__ADS_1


"Terima kasih karena telah memilihku menjadi bagian dari hidupmu," ujar Belinda lagi, lalu terbatuk dan mengeluarkan darah lagi.


"Ariana aku mohon, menikahlah dengannya hari ini," pinta Belinda sambil menangis dan menggenggam tangannya.


"Jika cinta, maka jangan berpisah," ujar belinda sambil menyatukan tangan Carl dan Ariana, lalu dia pun mengembuskan nafas terakhirnya.


"Belinda ... belinda ..." panggil Carl.


Leon menepuk bahu adiknya itu lalu berkata, "Dia sudah tiada."


"Keluarga Sebastian akan memakamkannya sebagai salah satu anggota keluarga, dan akan mengurus pemakamannya dengan layak dan baik," ujar Leon.


Carl pun menanangis, sambil memegang cincin yang tadi Belinda berikan. Sementara, Ariana masih mencoba mensinkronkan semuanya, tentang apa yang baru saja Belinda Minta dan kematian Belinda tepat di depan matanya. Ini semua begitu tiba-tiba.


"Jika cinta maka jangan berpisah," pikir Ariana dan mengulangi perkataan Belinda dalam hati.


Ariana pun berdiri, lalu Leon memapah adiknya itu untuk berdiri. Dia menatapi Belinda yang sudah terpejam tiada nyawa, lalu melihat adiknya itu lagi dan berkata, "Apa keputusan kalian tentang ini?"


Carl pun menoleh kepada Ariana, kedua binar mata mereka saling menatap. Pada saat ini Carl pun berkata, "Maukah kau menikah denganku?"


Ariana meneteskan airmata lalu menjawab, "Aku bersedia."


Carl pun mengambil tangan Ariana lalu menyemantkan cincin di jari manis Ariana. Pendeta pun memimpin janji suci pernikahan kedua untuk Carl Sebastian. Dan pada saat ini mereka pun sah menjadi suami istri di mata Tuhan.


Carl memeluk Ariana, mencium kening istrinya seraya mengecupi lembut wajah Ariana. Ini adalah pernikahan terunik yang pernah mereka lihat. Setelah selesai mengikat janji suci, pasangan pengantin baru itu tidak pergi berbulan madu, tapi malah akan pergi ke pemakaman mengurus pemakaman istri pertama.


Sungguh ini adalah sebuah pernikahan yang sangat indah sekaligus menyedihkan. Gery dan asisten He segera mengurus pemakaman Belinda. Keluarga Mo mengijinkan Belinda di makamkan di tanah pemakaman keluarga Mo dan berjanji akan merawat makamnya dengan baik.


Hujan pun turun di tanah pemakaman itu, dan membasahi makam Belinda yang masih baru itu. Ariana meletakan sebuah bunga di atasnya sambil berkata, "kami di sini akan selalu merindukanmu, kenangan tentangmu masih selalu akan tersimpan."


Carl berdiri dan sedikit menangis lagi, Ariana lalu memeluk Carl dari belakang dan berkata "Dia akan selalu menjadi malaikatnya kita, jadi berhentilah menangis. Itu hanya akan membuatnya sedih."

__ADS_1


"Kita harus hidup bahagia, agar dia juga bahagia," ujar Ariana.


Bertemu dan melihat Belinda, membuat Ariana percaya jika di dunia ini masih ada cinta yang tulus. Dan ketika sudah mendapatkan maka tidak akan melepaskan.


__ADS_2