
"Issh kau ini," ujar Flavia seraya mencubit lengan Eryk.
"Jika tidak mau, maka biarkan aku saja yang pergi ke sana," ujarnya.
"Apa kau sedang bercanda, mau merusak reputasi dirimu?" tanya Flavia dengan nada sedikit memarahi Eryk.
"Kau ini Tuan Muda Lin, apa kata orang jika melihat kau datang ke peluncuran obat varian baru itu, obat perusak generasi bangsa," ujar Flavia sembari merapihkan dasi Eryk yang sedikit miring.
"Apa kau lupa bagaimana lihainya aku bersembunyi darimu?" Ujar Flavia lagi sambil mengedipkan matanya.
Pada akhrinya Eryk mengijinkan Flavia pergi, semakin lama masalah ini berlarut, maka akan semakin lama pula dia menguak tentang wanita di sudut gedung. Itu artinya dia akan semakin lama menikah dengan Flavia.
Karena syarat dari Flavia adalah Eryk harus bisa menguak misteri yang ada di dalam keluarganya, barulah dia bersedia menikah dengannya.
Sudah mendapat ijin dari Eryk, maka Flavia pun langsung saja bersiap, "Aku akan membantumu," ujar Eryk.
Mendengar Nona mudanya akan pergi menyamar kembali, hati asisten He sepergi berkedut-kedut. Nona mudanya ini telah berubah menjadi wanita tangguh semenjak memiliki Cedric dalam hidupnya.
Asisten He pun langsung bergegas pergi juga, tanpa di perintah dia sudah tahu apa yang harus dilakukan, ikut menyusup juga ke sana.
Menyamar dan berbaur adalah salah satu keahlian klan naga hitam. Asisten He akan menyebar orang-orangnya di dalam acara itu dengan berbagai identitas.
Eryk pun ikut melangkah pergi, dia pergi mengikuti Flavia ke kamarnya. Sementara Ariana terdiam, di dalam pikirannya masih tergambar jelas adegan mesra Carl dan Belinda.
Di dalam kamar ketika sedang memilih penyamaran jeleknya, Eryk dengan santainya masuk ke kamar Flavia itu.
"Hei, aku ingin berdandan lho. Mengapa kau malah ada di sini?" ujar Flavia.
"Aku ingin memastikan jika kau akan berdandan dengan sangat-sangat jelek," ujar Eryk.
"Hissh ..." ujar Flavia.
Ketika sudah selesai berdandan ala-ala si jelek buruk rupa, Eryk masih menggelengkan kepalanya, "Ganti bajumu!"
"Kenapa harus ganti?" tanya Flavia.
"Aku bilang ganti ya ganti!" ujarnya seraya memilihkan sendiri baju yang harus Flavia pakai.
Meski baju yg dipakai Flavia terbilang sederhana, tetap saja masih memperlihatkan bentuk tubuh sintal calon istrinya itu. Mana rela, melepas Flavia ke kandang singa lalu menarik perhatian singa-singa tersebut.
__ADS_1
"Nah, ini cocok," ujar Eryk sembari mengeluarkan kemeja berwarna coklat susu yang berukuran besar dan sebuah rok panjang berwarna hitan.
"Pakai ini saja," ujarnya sambil tertawa senang.
"Kau ini benar-benar mau membuatku terlihat sangat jelek ya," ujar gusar Flavia.
Eryk hanya tersenyum saja, dalam hati berkata, "Aku saja bisa jatuh cinta dengan versi jelekmu, mana tahu ada singa lain yang juga jatuh cinta dengan rupa jelekmu itu."
Tidak ingin memperpanjang perdebatan, maka Flavia pun patuh mengganti gaun selututnya dengan pakaian pilihan Eryk.
Asisten He tengah menunggu Nona mudanya itu, matanya langsung berkedip-kedip melihat rupa jelek nona mudanya itu. Merasa sepertinya kedua matanya itu sedang menyesuaikan lagi dengan pemandangan aneh yang sedang di tatapnya.
Flavia bethenti di depan asisten He dan berkata, "Kau tidak ikut aku!" perintahnya.
"Tapi Nona ..." ujar asisten He bingung.
"Kenapa dia tidak ikut?" tanya Eryk.
"Jika dia ikut maka penyamaranku akan lebih mudah terbuka," jawab Flavia.
Flavia merasa jika asisten He termasuk salah satu pesohor dalam dunia bawah tanah, jadi akan lebih aman jika tidak membawa dia.
Flavia melihat ke arah Felix, "Tentu saja dia," ujarnya.
"Felix ... kau akan membawa Felix?" tanya Eryk dengan nada sedikit kesal.
"Ya," jawab santai Flavia.
"Dia adalah orang yang tepat," jawab Flavia lagi.
Felix adalah tipe pekerja dibalik meja, jadi wajahnya juga tidak akan ada yang mengenali. Flavia berjalan ke sisi Felix lalu berkata, "Tunjukan kemampuanmu," ujar Flavia.
Felix dengan santainya duduk di anak tangga sambil tersenyum lalu mulai membuka laptopnya, tangannya mula berdansa di keyboard laptopnya.
Setelah selang beberapa saat, dia menengadah pada semuanya lalu mulai herhitung, "1 ... 2 ... 3," Blas lampu di mansion Mo pun padam.
Felix baru saja membajak Pembangkit listrik, membuatnya secara tiba-tiba tanpa sebab mendadak terlalu panas, mati. Namun, tidak sampai rusak. Dia bisa melakukan itu dengan menyusup ke jaringan sistem pembangkit listrik dan kemudian diambil alih.
Felix dapat membajak server untuk mengendalikan sistem gardu elektronik, utiitas air, pembangkit listrik. Sehingga, dari jauh tanpa sepengetahuan operator pembangkit listrik, dia dapat mengendalian sistem tersebut, sistem yang mengalirkan listrik ke gardu listrik di Mansion Mo ini.
__ADS_1
Bila serangan hacker mulai dilancarkan, pihak pekerja pembangkit listrik tidak dapat melakukan perintah apapun dari pusat pengendalinya alias diblokir. Itu sama saja dengan membuat mereka tidak mampu mengontrol sistem utilitas pembangkit listrik.
Skenario terburuk yang terjadi ialah, hacker berhasil mengambil alih seluruh sistem pembangkit listrik yang, jadi bukan hanya satu pembangkit listrik saja.
"Bagaimana? Aku hebat bukan," ujar Felix minta dipuji.
"Jadi sudah percaya kan, jika dia adalah pilihan yang tepat," ujar Flavia lagi.
Selang beberapa waktu, lampu di Mansion Mo pun menyala kembali, Felix menutup laptopnya seraya berkata, "Ayo kita pergi bermain," ujar Felix
Bagi Felix yang selalu bekerja di balik meja, di kelilingi dinding dan layar-layar datar yang tertempel di dinding, merasa jika permainan agen rahasia ini akan sangat seru dan menyenangkan.
"Jika begitu ayo kita pergi sekarang," ujar Flavia.
Mereka diharuskan mengambil tanda pengenal untuk bisa masuk ke acara itu. Flavia mengeluarkan sebuah kaca mata tebal dan memakaikannya kepada Felix seraya berkata, "Menunduklah."
Felix pun patuh, lalu menunduk. Flavia sedikit membentuk rambut Felix. Dia membelah membagi dua rambut pria itu, sehingga membentuk belah tengah di rambutnya.
"Nah, kau juga butuh ini," ujar Flavia seraya memakaikan dasi kupu-kupu merah di kemeja biru Felix.
"Nah, sempurna ... sungguh duet maut yang sempurna," ujar Flavia seraya tertawa.
Pemadangan yang baru saja dilihat oleh kedua mata Eryk benar-benar terasa menusuk mata dan hati, karena itu begitu Flavia akan melangkah keluar, langsung saja Eryk menarik tangan calob istrinya dan langsung menciumnya dengan keras. Ciuman peringatan agar Flavia mengingat jika hanya boleh dia yang menjadi satu-satunya pria di dalam kehidupan Flavia.
Eryk pada akhirnya melepaskan ciuman hukumannya, seraya berbisik di daun telinga Flavia, "Ingat priamu hanya aku dan hanya boleh aku."
"Berhati-hatilah," ujar Eryk lagi seraya mencium kening Flavia yang masih nampak canggung itu, karena baru saja menerima serangan ciuamn tiba-tiba dari Tuan Muda Lin.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
PROMOSI NOVEL TEMAN
Karena dendam pada seorang pria yang di yakini merebut wanita pujaannya sejak kecil, Alvino Maladeva akhirnya berencana membalas dendam pada pria itu melalui keluarga tersayang pria tersebut.
Syifana Mahendra, gadis lugu berusia delapan belas tahun yang memutuskan menerima pinangan kekasih yang baru saja ditemui olehnya. Awalnya syifa mengira laki-laki itu tulus mencintainya hingga setelah menikah dirinya justru mengetahui bahwa ia hanya di jadikan alat balas dendam pada kakak satu-satunya.
Lalu apakah Syifana akan terus bertahan dengan rumah tangga yang berlandaskan balas dendam tersebut? Ataukah justru pergi melarikan diri dari kekejaman suaminya sendiri?
__ADS_1