
"Orangku akan segera mengurusnya," ujar Austin.
Di ruang tamu, Khansa dan Flavia sibuk sendiri. Mereka sedang berdiskusi tentang metode-metode pengobatan. Carl sedikit mengerti, tapi Leon nol besar. Benar-benar tidak memahami bahasa-bahasa medis yamg dibicarakan dua wanita itu.
Melihat ini tiba-tiba saja Carl menjadi sedikit bangga dengan dirinya, hanya dalam hal ini saja dia bisa mengalahkan tuan muda nomor satu di dalam keluarga Sebastian mereka.
Melihat wajah meledek dari adiknya itu, Leon pun dengan perlahan tapi pasti mendendang kaki adiknya itu. Kedua kakak beradik ini jika dekat seperti tikus dan kucing, jika berjauhan maka akan saling mencari dan merindukan.
Khansa meski sedang sibuk berdiskusi, namun bisa melihat kelakuan suaminya itu, "Sayang ..." ujar Khansa sambil sedikit mencubit paha suaminya itu.
Carl pun menahan tawa, berpikir apa jadinya jika pesaing bisnis Leon Sebastian mengetahui hal ini, mengetahui jika Tuan muda pertama Sebastian takut istri. Leon hanya melirik kesal kepada adiknya itu, lalu melihat tangan khansa yang masih ada di pahanya.
Pada saat ini, Ariana dan Austin masuk kembali ke ruang tamu, Ariana pun mengatakan jika dia akan mengundurkan diri dari pekerjaanya. Ketika mendengar Ariana mengatakan itu langsung saja Khansa dan Flavia memeluk Ariana seraya berkata, "Selamat datang di perkumpulan para mama hebat."
"Para Mama hebat?" tanya Ariana.
"Tentu saja aku, Flavia dan juga kau. Sebentar lagi kau pasti akan menjadi Mama yang hebat," jawab KHansa.
"Oh ya Tuhan, mereka benar-benar memiliki perkumpulan, pantas saja sekarang berkembang perkumpulan suami-suami takut istri," pikir Carl.
"Guru maukah tinggal sebentar untuk makan malam?" tanya Flavia.
"Tentu saja," jawab Austin.
Eryk benar-benar tidak bisa menunda urusannya tentang pencarian wanita di sudut gedung. Tapi, tidak ingin mengabaikan janjinya kepada Cedric. Jadi Eryk mengatur Cedric bertemu dengan Lily sebentar, lalu keesokan harinya supirnya itu akan mengantarkan Cedric pulang ke Mansion Mo. Sementara, dia dengan asisten He akan pergi melakukan penyelidikan.
Selesai makan malam di Mansion Mo, Flavia dan yang lainnya mengantar Austin Long pergi. Malam ini Flavia juga mengundang Leon dan Khansa untuk menginap.
Merasa jika kesempatan ini bisa dijadikan moment untuk melihat bisnisnya bersama rekannya, Tuan Ethan dan Tuan Xavier Chu yang ada di teluk Bohai, maka dia pun menerima undangan dari Flavia.
"Jika begitu kami dengan senang hati akan menerima Tuan dan Nyonya di sini," ujar Flavia sembari tersenyum.
Para Tuan sudah berada di kamar, sementara para nyonya sedang asyik diskusi tentang jurnal medis. Jika Flavia dan Khansa sangat bersemangat membahas metode-metode pengobatan yang tertulis di jurnal medis. Maka Ariana hanya menjadi pendengar yang baik. Sementara itu di kamar, Carl sibuk membuat dirinya agar semakin wangi.
Setelah mandi dengan essence Vanila. Dia pun menggosok giginya berkali-kali. Mencuci wajahnya dengan sabun wajah, lalu mencuci tangan dan kakinya, bahkan dia berkali-kali mengganti piyama tidurnya. Merasa sudah Ok maka dia pun langsung naik ke ranjang besarnya, menunggu istrinya datang.
__ADS_1
Menjelang tengah malam, Ariana masih belum juga masuk ke kamarnya, "Hissh ini kan masih malam pengantin baru ," gumam pelan Carl sambil menggigiti ujung bantalnya.
Di kamar yang lain, Leon mengambil foto selfie dan mengirimkan fotonya kepada Khansa, "Apakah malam ini akan membiarkan aku tidur sendiri?"
Khansa membuka pesan di ponselnya, melihat wajah sendu suaminya itu, maka Khansa menyudahi diskusi mereka malam ini, "Kita akan lanjutkan ini besok ya," ujarnya.
Akhirnya Ariana mau tidak mau masuk ke dalam kamarnya, dia melihat Carl sudah terpulas. Dia pun membuka selimut dan naik ke ranjang mereka.
"Wangi sekali," pikir Ariana yang mencium aroma wewangian yang lembut.
Baru saja dia memejamkan matanya, tiba-tiba tangan Carl langsung melingkar di pinggul ramping Ariana seraya berkata dengan nada setengah mengantuk, "Mengapa lama sekali, aku sampai tertidur menunggumu," ujar Carl sedikit merengek.
"Dia ini benar-benar si bayi besar, manja sekali," pikir Ariana.
Carl tiba-tiba menciumi tengkuk Ariana, membuat dia menggigit bawah bibirnya dan membuat napasnya menjadi berat. Jantung Ariana berdegup kencang ketika Carl mulai menaikan tangannya ke bagian atas Ariana.
"Ah ..." desah Ariana ketika tangan suaminya itu langsung menyelinap ke balik piyama istrinya itu.
Carl mengusap lembut bagian atas Ariana, "Bagaimana rasanya?" tanya Carl.
Carl membalikan tubuh Ariana dengan cepat hingga terlentang. Carl menahan dua tangan Ariana diatas kepalanya dan langsung men*ulum bibir Ariana dengan ciuman dalam.
Ariana memejamkan matanya, terlalu terkejut dengan ciuman tiba-tiba dari suaminya itu. Bibir mereka saling m*lum*t satu sama lain dengan cepat. Ariana mendesah dalam ciumannya ketika tangan Carl mer*mas bagian atas sebelah kanannya dengam keras.
Carl Mer*mas terus dengan gemas, carl pun melepaskan ciumannya. Membuat Ariana membuka kedua matanya dan menatap Carl dengan tatapan sayu. Bibir Ariana menjadi lembab karena saling bertukar Saliva dengan suaminya itu.
Carl menurunkan semua piyama Ariana dari tubuhnya itu, lalu membuka kaki istrinya itu. Adik kecil Carl sudah tidak bisa menahannya lagi, sudah berdiri tegak dan minta dipuaskan.
Ariana hanya terdiam menatapi suaminya itu "Kau bisa memegangnya jika mau," ujar Carl dengan suara beratnya.
Ariana menggigit bibir bawahnya lalu mengulurkan tangannya, Carl pun berkata, "gerakan tanganmu."
Ariana pun menuruti, melakukan gerakan tangan maju mundur pada adik kecil Carl yang berdiri tegak itu.
"Oh God," ujar gemas Carl sambil memandangi Ariana yang bersimpuh di depannya itu seraya menguncir rambut Ariana dengan tangannya.
__ADS_1
Carl menyentakan kepalanya ke belakang, entah keinginan darimana Ariana membuka mulutnya dan men*ul*m ujung adik kecil milik Carl.
"Aah ..." Carl mendesah karena cumbuan nikmat istrinya itu.
Ariana melepaskan k*lumannya sejenak, carl pun memposisikan dirinya lebih nyaman lagi dengan setengah berbaring di tumpukan bantal yang telah dia susun tinggi. Ariana pun mendekati suaminya itu lagi, memegang adik kecil Carl lagi dan menggerakan tanggannya naik turun, sambil memasukan setengah ke dalam mulutnya, melakukan gerakan maju dan mundur.
"Pelan-pelan sayang," ujar Carl sambil mengusap rambut Ariana dan menyingkirkan rambut Ariana yang hampir mengenai mulutnya.
Carl beberapa kali mengerang, ketika adik kecilnya di k*lum dengan nikmat oleh istriya itu sambil sesekali di belai dan di r*mas.
Rasanya Carl ingin meledak, dia ingin mengeluarkan cairannya di mulut istrinya itu. Namun, sebelum itu terjadi, Carl menarik tangan Ariana membuat istrinya itu mendongak wajahnya dan menyudahi k*lumannya.
Carl membalikan posisinya dengan cepat, membuat Ariana tersentak ketika tubuhnya dikurung oleh tubuh atletis Carl yang kini berada di atasnya.
Carl dengan cepat mencium bibir manis istrinya itu, mencecap tiap-tiap rasa kenikamatan dari setiap inchi tubuh polos Ariana.
"Aah ... ssh..." suara Ariana, ketika Carl melebarkan kedua kakinya dan mulai melakukan gerakan maju mundur ke area sensitive istrinya itu.
Dengan gerakan yang awalnya pelan, carl memompa tubuhnya di atas Ariana. D*sahan mereka saling bersahutan saat Carl menarik dan memasukan adik kecilnya ke bagian bawah Ariana.
Gerakan pinggang Carl berubah menjadi lebih cepat, Ariana memeluk pinggang suaminya itu. Sedikit meremasnya ketika Carl memasukan lebih dalam lagi.
Dada Ariana mengeras ketika Carl me*mas keras karena gemas dengan sambil terus memompa tubuh istrinya itu.
Carl menyerukan hidungnya ke tengkuk Ariana. Mencium aroma manis dari tengkuk istrinya itu, mengecup serta mengigit leher istrinya beberapa kali karena semakin merasa gemas,seiring ritme gerakan panggulnya yang terus menggempur Ariana.
D*sehan Ariana tak tertahan lagi, saat gerakan Carl semakin cepat. Carl mengerang dalam tengkuk istrinya itu. Tubuh keduanya bergetar dan mengejang bersamaan disaat kenikmatan menyapa keduanya.
Carl pun menggulingkan tubuhnya di samping Ariana. Napas keduanya terengah lalu Ariana memeluk suaminya itu. Carl terkekeh sambil merangkul bahu Ariana.
Dalam hati Ariana memuji parfum yang dihadiakan kepadanya dari Austin Long, "Apa karena parfum itu membuat Carl 'si bayi besar ini' menjadi sangat brutal malam ini," pikirnya.
✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅✅
TERUS VOTE GAES, biar Flavia dan Eryk bisa segera menyusul seperti pasangan uwuuu Carl ♡ Ariana ini
__ADS_1